Tampilkan postingan dengan label Wejangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wejangan. Tampilkan semua postingan

DOA AGAR TERHINDAR DARI HUTANG DAN GELISAH

Doa Agar Terhindar Dari Hutang Dan Gelisah

Malam yang hening, bila kita renungkan lebih mendalam terkadang kita tanpa sengaja berhutang karena sebuah kondisi yang memaksa kita. Entah karena kegiatan bisnis yang kita lakukan atau karena terdesak kebutuhan hidup. Masalah yang timbul kemudian malah membuat hidup kita menjadi gelisah.

Maka selain melalui ikhtiar menyelesaikan hutang dengan perencanaan keuangan yang baik juga usaha secara optimal. Berdoalah sebab dengan berdoa sama seperti halnya usaha untuk meningkatkan produktifitas yang kita lakukan. Seperti doa berikut dibawah ini.

Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal ajzi wal kasali wa a'udzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung kepada-mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain."

Aamiin ya robbal 'alamiin.

INDAHNYA ZUHUD

Indahnya Zuhud


Sahl bin Sa'd berkata, telah datang seorang laki-laki pada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam kemudian berkata, “Ya Rasulullah, tunjukkan padaku satu amal yang bila kuamalkan niscaya Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.” Maka Nabi bersabda, "Berzuhudlah dari dunia niscaya Allah mencintaimu. Berzuhudlah dari apa yang ada ditangan manusia niscaya manusia mencintaimu." (HR. Ibnu Majah).

Zuhud adalah hati yang selalu merasa ridho sekalipun usahanya gagal. Imam Ghozali menyebutkan ada tiga tanda- tanda orang yang zuhud. Pertama, tidak gembiran dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena kehilangan. Kedua, sama saja baginya dipuji atau dicaci. Ketiga, Senantiasa bersama Allah dan hatinya menikmati kelezatan cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Alangkah indahnya bila kita sebagai seorang Muslim mampu bersikap zuhud. Kemampuan mengatur hati agar senantiasa ridho atau ikhlas menerima apapun dalam hidup ini sekalipun usahanya gagal tetapi tidak kehilangan semangat terus berusaha untuk meraih kesuksesan. Kesuksesan yang hakiki dunia dan akherat. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al Qashash 28 :77)

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah memerintahkan agar kita menggunakan segala kenikmatan yang diberikan-Nya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di akherat. Namun Allah swt. menegaskan bahwa kehidupan dunia juga tidak boleh kita lupakan. Dari ayat ini kita bisa simpulkan bahwa orang zuhud sangat mengutamakan kehidupan akherat, namun kita tidak meninggalkan kehidupan duniawi, sehingga terjadi keseimbangan antara kebahagiaan dunia dan akherat. Itulah indahnya Zuhud

ALHAMDULILLAH

Alhamdulillah

Setiap pagi hari menyambut datangnya matahari sambil menghirup udara segar, tak lupa mengucapkan syukur alhamdulillah atas semua karuniaNya, anak dan istri dalam keadaan sehat juga bisa bertegur sapa dengan teman-teman semua dan berdoa untuk anda sekeluarga semoga dalam keadaan sehat wal afiat.

Saya teringat satu hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah, "Apabila Rasulullah melihat hal- hal yang menyenangkan, beliau mengucap 'Alhamdulillah, yang dengan nikmatNya amal kebaikan disempurnakan pahalanya.' Dan apabila melihat hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucap 'Alhamdulillah, atas segala hal yang terjadi." (HR. Ibnu Majah).

Mengucap alhamdulillah atau kita mengenal dengan istilah tahmid pada dasarnya adalah sebuah kesadaran bahwa apapun yang terjadi, baik dan buruk yang kita jalani dalam hidup ini pada hakekatnya berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena itulah dengan mengucap alhamdulillah maka hati kita menjadi tenteram.

Dengan hati menjadi tenteram merupakan kunci pembuka karunia dan nikmat yang lebih besar dan banyak dari Allah daripada sekedar kenikmatan fisik semata. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam, "Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada hambaNYa lalu hambaNya mengucapkan alhamdulillah, melainkan apa yang Allah berikan itu jauh lebih baik daripada apa yang ia ambil. (HR. Ibnu Majah).

Itulah makna tahmid dalam kehidupan kita sehari-hari yang mampu memberikan motivasi kita agar tetap semangat bekerja keras dan berusaha dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan amal kebaikan.

BERSIKAP LEMAH LEMBUT

Bersikap Lemah Lembut

Pada suatu hari ada beberapa orang Yahudi mengolok-ngolok Rasulullah, mereka menyampaikan salam ucapan "As- samu'alaykum" (artinya: Matilah engkau). Aisyah marah dan membalas dengan ucapan yang keras. Rasulullah tak mengucapkan apapun kecuali "Wa'alaykum" (artinya: demikian pula atasmu). Setelah itu Nabi menegur Aisyah dan berkata, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersikap lemah lembut dalam segala hal." (HR. Bukhari).

Sungguh sangat mulia orang yang senantiasa bersikap lemah lembut dalam segala hal. Tutur kata yang baik dan santun. Suara yang menyejukkan lawan bicara. Dibalik sikap lemah lembut, ada prinsip aqidah yang kokoh. Keras berpegang teguh namun lemah lembut dalam penyampaian.

Siapapun yang bersikap lemah lembut, menghindari bersikap provokatif akan menjauhkan dari permusuhan dan mendatangkan ketenangan hati. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, "Siapa saja yang dijauhkan bersikap lemah lembut adalah orang yang dijauhkan segala kebaikan." (HR. Muslim).

Dalam kehidupan sehari-hari bila kita mampu tersenyum dan bersikap lemah lembut maka akan mendekatkan diri kita dengan segala kebaikan. Kebaikan bagi dirinya maupun kebaikan bagi orang lain dan yang pasti bila sikap lemah lembut disertai dengan tutur kata yang baik akan mendatangkan ketentraman dihati kita dan dihati orang- orang disekeliling kita.

GETARAN HATI

Getaran Hati

Setiap seorang mukmin pada dasarnya hati akan selalu bergetar ketika nama Allah disebut. Hati orang-orang beriman begitu sensitif, bila disebut nama Allah Subhanahu Wa Ta'ala bergetar hatinya, bertambah ketaqwaannya, ia menangis disaat teringat dosa- dosanya, takut akan siksa atas apa yang telah diperbuatnya. Sebagaimana Firman Allah,

"Sesungguhnya, orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah keimanan mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan sholat dan nafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rizki yang mulia." (QS. al-Anfal (8) 2-4).

Getar hati seorang mukmin selalu memantulkan kebaikan dalam tutur katanya dan perbuatannya. Nur Ilahi Robbi memasuki relung jiwa orang- orang yang beriman sehingga menjadi hatinya penuh kegembiraan, penuh cinta dan kasih sayang, serta semangat hidup yang tinggi dalam memperjuangkan apa yang diyakininya. Daya juang yang tinggi itu tercermin dari kesiapan mereka mengorbankan apa yang dimilikinya, harta & jiwanya untuk menggapai keridhaan Allah SUbhanahu Wa Ta'ala.

"Berangkatlah engkau, baik dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang Demikian itu lebih baik bagimu jika engkau mengetahui." (QS. 9 : 41).

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH

Hikmah Dibalik Musibah

Angin berhembus dingin. Setelah sholat maghrib berjamaah seorang lelaki muda itu menatap saya dengan mata sayu. Bertanya seolah tidak berdaya. Tak mengerti dan penuh keputusasaan atas dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu terlontar seolah ingin menghunjami dirinya sendiri.

"Kenapa Allah menimpakan penderitaan kepada diri yang lemah ini Mas..'

Kenapa Allah tega? Kenapa Allah kejam? Kenapa kepada saya yang rajin sholat?"


Begitulah pertanyaan itu terlontar, rasa penyalahan. Begitulah kita sering kali bila mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan kita merasa disayang Allah namun begitu mendapatkan musibah atau ujian kita merasa Allah kejam kepada diri kita.

Musibah adalah segala sesuatu yang rasanya membuat dada kita sakit, air mata kita berlinang, hati terasa perih tak tertahankan. Musibah ada dua kategori, pertama, tidak sesuainya dengan harapan dan kedua, perasaan kehilangan.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang- orang yang sabar." (QS. al- Baqarah : 155).

Pertanyaan buat kita adalah kenapa Allah memberikan hal- hal yang buruk buat kita? Kenapa Allah malah menimpakan kerusakan bahkan kehancuran? kenapa Allah tega melakukannya kepada kita?

Sesungguhnya dibalik setiap musibah dan ujian yang Allah berikan kepada kita terdapat hikmah kehidupan yang sangat besar, yang tidak pernah kita sadari. diantaranya adalah:

    1. Untuk menguji iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

    2. Agar mematangkan diri kita sebagai Seorang Mukmin.

    3. Untuk memberikan limpahan pahala dan rahmatNya yang begitu besar kita.


"Tidak ada satu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk dihatinya. Dan Allah mengetahui segala sesuatunya." (QS. at-Taghaabun : 11).

GIAT BEKERJA

Giat Bekerja

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari. Ketika itu Rasulullah melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitaman seperti lama terpanggang matahari.

Rasulullah bertanya, 'Kenapa tanganmu ?'

Sa’ad menjawab, ' Wahai Rasulullah, tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku ,'

Seketika itu, Rasulullah mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata ,'Inilah tangan yang tidak pernah tersentuh api neraka,'

Kisah diatas mengandung makna bahwa tangan yang tidak tersentuh oleh api neraka adalah tangan yang giat bekerja, didalamnya terdapat tanggungjawab menafkahi anak dan istrinya rizki yang halal. Tangan yang semata-mata berada di jalan Allah SUbhanahu Wa Ta'ala penuh keikhlasan dalam menjalankan Amanah. Dalam hadist yang lain Nabi Muhammad bersabda,

'Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang giat bekerja.'(HR. Thabrani).

KEIKHLASAN

Keikhlasan

Pernah ditelevisi saya menyaksikan seorang Ibu yang mengatakan, "Diawal pertengkaran saya berusaha tetap tenang tetapi konflik meruncing. saya tidak bisa menahan emosi, saya merasa suami tidak mengindahkan semua 'pengorbanan saya' untuk keluarga, suami dan anak-anak dan bagaimana dengan keikhlasan dalam melayani mereka. Amarah menguasai akal sehat saya hingga mengalir kata- kata pedas dan menyakitkan. Sementara suami juga membalas kata-kata yang tak kalah pedasnya. konflik kami membesar dan sulit diatasi."

Itulah gambaran buruk bagaimana sebuah pertengkaran menjadi komoditas tontonan dilayar kaca, makna ikhlas juga dipersepsikan secara keliru. Padahal bila keikhlasan dipahami sebagai sumber kebahagiaan seorang istri menjadi terasa indah sebab keikhlasan adalah instrumen paling ampuh dalam mengatur keluarga. dan itulah bukti kecerdasannya istri sebagai ibu rumah tangga.

Istri yang cerdas secara emosional akan selalu memenangkan disetiap konflik karena hanya berkonsentrasi pada sumber konfliknya bukan pikiran buruk tentang suami. Istri pemenang sadar bahwa keberhasilannya dalam menjaga tenangan diri jauh lebih berharga daripada menyerah kepada nafsu amarahnya. Ketenangan adalah kekuatan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad,

"Orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang berkelahi namun mereka yang mampu mengendalikan amarahnya." (HR. Muslim).

Istri pemenang ingat akan betapa pentingnya memilih kata- kata yang santun dalam menjawab kemarahan suami. Dirinya akan menghindarkan kata-kata yang menyakitkan, mengejek ataupun mencemooh suami. Istri pemenang menghindari hal-hal yang memperuncing masalah atau memperkeruh suasana. Jika istri merasa konfliknya akan semakin meruncing, maka haruslah berusaha bersikap damai dengan mengakhiri kondisi yang ada lalu menunjukkan perhatiannya kepada suami agar emosi tidak menjerumuskan mereka kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

Menghabiskan waktu berduaan dengan suami sangatlah penting. Seperti dengan sholat berjamaah. Hal tersebut bisa menambahkan kasih sayang antara suami istri. disamping itu haruslah selalu meminta perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan percaya bahwa Allah tidak akan pernah mengecewakan hamba- hambaNya yang meminta perlindungan.

---
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath-Thalaq 4).

KIAT MENENTUKAN PILIHAN

Kiat Menentukan Pilihan

Hidup adalah misteri. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Apakah sukses atau gagal tergantung dari pilihan-pilihan hidup kita. Terkadang kita sudah yakin betul pilihan hidup kita sudah benar, dikemudian hari ternyata pilihan kita salah dan kita merasa sebagai kegagalan hidup. Demikian juga ketika kita sudah merasa putus asa dan tidak yakin kepada pilihan hidup kita. Malah hal itu yang membuat kita menjadi sukses. Lantas pertanyaannya, bagaimana kiat memilih pilihan yang tepat?

Dari Jabir ibnu Jabir bertutur, Rasulullah mengajarkan kami beristikharah (sholat dan berdoa) dalam berbagai perkara sebagaimana mengajari kami satu surat al-Quran. Nabi Muhammad bersabda, 'Jika salah seorang kalian berkeinginan melakukan suatu hal maka hendaklah sholat dua rekaat di luar sholat fardhu kemudian berdoalah 'Ya Allah, aku mohon pilihan terbaikMu dengan segala pengetahuanMu, aku mohon takdir ketetapanMu dengan segala kekuasaanMu dan aku memohon sebagian karuniaMu yang Agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sementara aku tak berdaya, Engkau Maha Tahu sementara aku tak tahu. Engkau Maha mengetahui perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau tahu hal ini baik untukku dalam agamaku, hidupku dan nasib akhirku maka tetapkanlah ia untukku dan mudahkanlah aku untuk meraihnya. Kemudian berkahilah aku didalamnya. Namun jika Engkau tahu bahwa hal ini buruk bagiku dalam agamaku, hidupku dan nasib akhirku maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya dan tetapkanlah yang baik untukku dimanapun ia berada kemudian ridhailah aku 'Setelah itu' hendaklah ia menyebutkan kebutuhannya. (HR. Bukhari).

Dengan sholat istikharah dan berdoa maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan berkenan membimbing kita untuk meraih kesuksesan dunia dan akherat. Sebuah keberhasilan yang luar biasa bukan hanya buat diri kita sendiri tetapi juga buat semua orang yang disekitar kita. Raihlah kesuksesan dan berbahagialah bersama orang-orang yang disekitar kita.

Tentukan standar kualitas hidup kita yang lebih tinggi dan akan memberikan hasil yang luar biasa. Semakin tinggi kualitas standar hidup kita maka semakin dekat kita memohon kepada Allah dengan melalui sholat istikharah untuk meraih kesuksesan terasa lebih dekat sebab kesuksesan adalah hasil dari pilihan-pilihan hidup kita yang mendapatkan petunjuk dariNya.

MENGOLAH KEBENCIAN MENJADI CINTA

Mengolah Kebencian Menjadi Cinta

Disaat kehidupan penuh kebahagiaan, tiba-tiba dihempas oleh peristiwa yang mengejutkan. Kita kehilangan orang yang kita cintai atau kehilangan kedudukan, mungkin jabatan. Tanpa kita sadari kemudian kita mencari kambing hitam. Mencari seseorang yang patut kita persalahkan. Kebencian menjadi nyata. Kemarahan tak terelakkan. Dendam menjadi menguat dalam hati.

Tapi pernah kita menyadari bahwa peristiwa itu sesungguhnya telah mengantarkan jiwa ke pintu gerbang kemuliaan. Dengan melalui berbagai penderitaan, ujian, kecemasan dan kesedihan sesungguhnya Allah telah meletakkan diri kita sebagai kekasihNya. Kekasih yang memahami makna cinta. Kita sebagi wujud wakil diriNya, penyebar cinta dan kasih sayang. Perwujudan dari sifat Rahman dan RahimNya. Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Kebencian pada dasarnya wujud manusiawi pada diri kita ketika kita sedang ditimpa ujian dan penderitaan karena kita memang merasa perlu mencari orang lain yang dipersalahkan. Membiarkan diri penuh kebencian di dalam hidup justru menambah penderitaan dengan derita. menyiram luka dengan air garam. Menambah perih dengan keperihan yang lebih dalam. Air mata menetes tanpa muara.

Mengolah kebencian menjadi cinta, kita maknai bahwa setiap peristiwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah sebagai perwujudan kita sebagai seorang Mukmin. Nabi Muhammad menyebutkan sebagai sesuatu yang menakjubkan pada diri seorang mukmin sebab peristiwa apapun yang terjadi pada dirinya semuanya terasa indah. Mendapatkan nikmat dirinya bersyukur, mendapatkan musibah dirinya bersabar.

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Bila mendapatkan nikmat, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila mendapatkan cobaan, ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim).

Tidak ada kebencian. Tidak ada kemarahan. Tidak ada dendam karena seorang mukmin menyakini bahwa semua itu wujud kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bila kita tahu semua itu adalah wujud kasih sayang Allah, lantas kenapa kita harus membenci makhluknya? Itulah cinta kita sebagai wujud kasih sayang Allah kepada diri kita.

KEBENCIAN

Kebencian

Sehabis sholat maghrib. Di masjid saya bertemu seorang anak muda yang marah berat ketika laptopnya diambil pencuri. Dia mengajak saya mencari pencuri tersebut. Setelah bercerita panjang lebar, ingin mencelakakan pencuri laptopnya.

Sampai ada sesepuh masjid yang mengatakan padanya, 'Siapa gurumu yang mengajarkan dirimu untuk mencintai laptopmu itu sehingga begitu sangat membenci berlebihan pada pencuri itu sampai ingin mencelakakannya? padahal dia juga hamba Allah? Bukankah gurumu yang telah mengajarkan kebencian itulah yang sepatutnya dipidana?' Pemuda itu tak menjawab dan pergi begitu saja meninggalkan masjid tanpa permisi.

Pelajaran yang kita bisa dari cerita diatas adalah ketika kita kehilangan sesuatu yang kita cintai, entah benda atau yang lainnya, sepatutnya tidak membuat kita membenci secara berlebihan kepada orang lain sehingga kita tidak bisa berlaku adil. Berlakulah secara proporsial, bencilah secara proporsional agar hati kita tidak diliputi kebencian yang berlebihan justru membuat hati kita kotor dan melupakan bahwa setiap peristiwa selalu ada hikmahnya yang makin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

-- Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.' (QS Al- Maidah, 5:8).

AKHLAK YANG MULIA

Akhlak Yang Mulia

Suatu hari datang utusan kepada Nabi dan mereka bertanya, Wahai Rasulullah, siapa hamba Allah yang paling dicintainya? beliau menjawab, 'yang paling mulia akhlaknya.' (HR. Imam Ahmad & Ibnu Majah).

Disuatu ketika Nabi bertanya, 'Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang paling kucintai?' 'Tentu, Wahai Rasulullah.' Jawab mereka. Beliau kembali bertanya, 'Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang paling kucintai?' 'Tentu Wahai Rasulullah,' jawab mereka lagi. Lalu beliau menegaskan, 'Orang yang paling mulia akhlaknya.' (HR. Imam Ahmad).

Orang yang memiliki akhlak mulia mendapatkan kehormatan sebagai orang yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan RasulNya. Bahkan Nabi menjamin bukan hanya dicintai oleh Allah dan Rasulnya aja namun juga dicintai oleh setiap orang yang mengenalnya. Sebagaimana Sabda Nabi,

'Kalian disenangi oleh manusia bukan karena harta kalian namun oleh wajah ceria dan akhlak yang mulia.' (HR. al- Bazzar & Abu Ya'la).

Wajah ceria dan akhlak mulia yang kita miliki bagai air yang selalu memberikan kehidupan. Ia menyuburkan tanah dan pepohonan. Kehadiran kita mampu memberikan kesegaran dan kesejukan untuk orang- orang disekeliling kita. Menjadi energi dan rahmat Allah bagi semesta Alam. Sungguh indahnya hidup ini bila kita mampu menjadi orang yang dicintai oleh Allah, RasulNya dan orang-orang disekeliling kita yang kehadirannya adalah rahmat Allah bagi semesta Alam. Ketika meninggal dunia, langit dan bumipun menangis karena kehilangan dirinya.

MERUNTUHKAN TEMBOK PENDERITAAN

Meruntuhkan Tembok Penderitaan

Ditengah hidup bergelimangan materi dan kesuksesan karier seorang teman pernah bertanya kepada saya, 'bagaimana caranya untuk meruntuhkan tembok derita?' saya kemudian menjawabnya, 'Runtuhkan dengan syukur, sabar dan perbanyak shodaqoh.'

Penderitaan tidak mengenal orang muda, tua. Kaya atau miskin. Laki-laki atau perempuan. Begitu manusia terlahir hidup didunia kita merasakan penderitaan. Bahkan terkadang kita merasa diri kitalah yang paling menderita sedunia. Padahal masih ada juga milyaran manusia yang juga merasa hidupnya paling menderita.

Pada dasarnya penderitaan berpangkal dari nafsu duniawi yang tidak pernah terpuaskan. Kebutuhan materi dan ingin memiliki yang tidak pernah mengenal rasa cukup. Kita seolah mengejar bayang-bayang fatamorgana, begitu dikejar, dipegang ternyata semua itu menghilang. Begitu bangun tidur sampai mata terpejam di dalam tubuh kita dipenuhi dengan berbagai hasrat nafsu duniawi yang tak pernah tercukupi.

Sebagai hamba sudah sepatutnya kita merasa ridha dengan apa yang kita dapatkan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sikap ridha di dalam kehidupan seharia-hari maka yang ada didalam diri kita adalah syukur dan sabar. Sebagaimana Rasululullah menyebutkan diri kita sebagai orang yang menakjubkan.

"Sungguh menakjubkan seorang mukmin. Apabila ia mendapatkan nikmat, ia bersabar dan itu baik baginya. Apabila ia mendapatkan ujian, ia bersabar dan itu baik baginya. (HR. Muslim).

Bila kita bernafsu dan selalu meminta maka virus keserakahan masuk kedalam tubuh kita. Bila nafsu keserakahan telah menyebar keseluruh tubuh kita maka kita akan merasa dengki bila melihat orang lain mendapatkan kemajuan atau kesuksesan dan akhirnya kita merasa cemas dengan apa yang kita peroleh.

Bila kita membentengi diri kita dengan tembok syukur dan sabar maka yang ada di dalam diri kita adalah kata cukup. Seberapapun nikmat dan rizki yang kita terima senantiasa kita syukuri sehingga memunculkan kelapangan dan optimisme dalam hidup. Bahkan semangat hidup kita adalah semangat berbagi kepada sesama sebagai bentuk ekspresi syukur. Bukan hanya mengucapkan 'Terima kasih Ya Allah,' atau 'Alhamdulillah' namun kita menjadi perpanjangan rahmat Allah bagi orang lain atau kita yang menebarkan kebahagiaan membantu saudara-saudara kita yang tengah membutuhkan pertolongan sebagai wujud sifat Maha Kasih Allah Subhanahu Wa Ta'ala bagi umat manusia.

sumber

INDAHNYA KEDAMAIAN

Indahnya Kedamaian

Dalam bahasa arab kata 'Iman' memiliki akar kata dengan kata 'aman' yang berarti seorang mukmin sudah selayaknya mendatangkan rasa 'aman' dan melahirkan kedamaian di dalam hatinya, lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kedamaian hanya akan dimiliki oleh orang yang mampu berpikir dan bertindak secara proaktif bukan bersifat reaktif, dalam al- Quran surat Ali-Imran ayat 110 Allah berfirman.

"Engkau adalah umat yang terbaik diantara manusia untuk mengajak dalam kebaikan (ma'ruf) dan mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah."

Kata 'amar ma'ruf' atau mengajak kebaikan maknanya adalah memanusiakan manusia, sedangkan 'nahi mungkar' lebih dimaknai sebagai pembebasan dari kemiskinan dan kebodohan dan 'tu'minuna billah' artinya dimensi keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Ketika kita mengaku beriman, ada dua prinsip penting yang kita telah nyatakan, Pertama diri kita percaya secara total kepada Allah semata. Kedua, pernyataan iman berarti menjadikan diri kita adalah pribadi yang dipercaya oleh sesama. Aspek pertama bahwa sikap dan kepatuhan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan aspek kedua, implikasi dari kepatuhan kita kepada Allah melahirkan rasa aman dan damai terhadap sesama, lingkungan dan masyarakat.

Bila kita orang yang beriman menebarkan rasa aman dan kedamaian maka tidak ada ruang di dalam hati kita untuk marah, bertindak anarkhis bahkan menghancurkan dan yang lebih esensial seorang mukmin berjuang membebaskan masyarakat dari belenggu penindasan kebodohan dan kemiskinan sebagaimana Nabi Muhammad membebaskan masyarakat jahiliyah di kota Mekah dari ketertindasan kebodohan dan kemiskinan. Betapa indahnya kedamaian bila insan yang beriman dan dengan keberimanannya menebarkan rasa aman dan kedamaian bagi sesamanya.

MAMPUKAH KITA MENANGIS MALAM INI?

Mampukah Kita Menangis Malam ini?

Duhai malam perlahan semakin kelam, Ketika manusia tidur, air mataku bercucuran, jiwaku dirundung kesedihan dan penderitaan. Hilanglah kebahagiaan dalam kegelapan Air mataku bercucuran, teringat beban dosa-dosaku yang telah mengabaikan rahmatMu..

Itulah yang diucapkan oleh Ali Bin Abi Thalib dalam kitab 'Arwa al Asrar', Ali Bin Abi Thalib senantiasa menunaikan sholat malamnya bersama para sahabatnya di Kufah. Saat itu beliau sebagai Amirul Mukminin, tatkala selesai sholat beliau duduk meneteskan air mata, penuh isak tangis dan wajahnya diselimuti dengan kesedihan, Orang-orang yang berada disekitarnya tidak beranjak sedikitpun sampai tiba waktu sholat subuh hingga terbit matahari.

Selesai sholat, Ali menggelengkan kepala, dengan berderai air mata dan penuh kesedihan sambil mengucap, 'Demi Allah, aku telah melihat Rasulullah, apa yang aku lihat hari ini adalah sama halnya yang dilakukan oleh Rasulullah, disetiap sholat malam dimatanya basah dengan linangan air mata dan terdapat bekas-bekas tanda sujud kepada Allah sepanjang malam, Rasulullah senantiasa membaca al-Quran, apabila mengingat Allah sampai condong tubuhnya seperti meliuknya pohon dihembus angin. Rasulullah juga bercucuran air mata sehingga membasahi pakaiannya.

Itulah tangisan orang yang sholeh berharap rahmat Allah bahkan dahsyatnya tangisan itu mampu membuat tubuhnya tersungkur karena takut akan kehilangan rahmat Allah pada dirinya. Begitulah hamba-hamba Allah yang mampu meneteskan air mata penuh harap atas rahmatNya. AIr mata itu tidak akan menetes bila hati kita mengeras.

Mampukah kita menangis malam ini?

KETENTERAMAN HATI

Ketenteraman Hati

"Yaitu orang- orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati kita menjadi tenteram. (QS. ar- Raad : 28)

Mengingat Allah membuat hati kita menjadi tenteram. Mengingat Allah berarti kita menyadari dan merasakan cahaya kasih sayang dan keberadaan Allah dihati kita. Hadirkan kesadaran itu dari pikiran, mata, mulut, tangan, tubuh dan kaki kita sebagai sebuah aktifitas penyebar kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Coba rasakan apa yang terjadi pada tubuh kita disaat kita menebarkan Kasih SayangNya. Melempar sebuah senyuman. Bertegur sapa dengan tetangga. Membezuk teman yang sakit. Menghadiri acara pernikahan teman. Membantu seorang nenek menyeberangkan jalan. rasanya seluruh tubuh kita dipenuhi dengan rasa hangat dan nyaman. Metabolisme tubuh kita terasa bugar, hati terasa tenteram dan hidup seolah berada ditaman bunga, penuh kebahagiaan.

Coba bayangkan bila hati kita dipenuhi dengan amarah, kebencian dan kedengkian. Ketika hati penuh kebencian, amarah dan kedengkian senantiasa kita melihat persoalan dengan sudut pandang negatif. Ibaratnya bila kita menggunakan kacamata hitam apapun yang kita lihat semuanya terasa gelap sekalipun di ruang yang terang benderang. Maka membuat hati kita menjadi sakit. hati yang sakit selalu sesungguhnya hati yang gelap. Kegelapan yang menyelimuti hati karena dikotori oleh hawa nafsu dan ego yang tiada henti. Padahal dalam hati senantiasa hadir cahaya kasihNya yang memberi penerangan. Maka buanglah bencimu.

Hidup dengan penuh kasih sayang Allah adalah hidup yang terindah. Menyadari dan merasakan Kasih-Nya. Dengan demikian menyadari dan merasakan Kasih Sayang-Nya telah membuat hati kita menjadi tenteram sehingga muncul kelapangan dan rasa optimis di dalam hidup kita bahkan kemudian kita melanjutkan Kasih SayangNya yang kita rasakan dengan berbagi dan peduli terhadap penderitaan sesama. Itulah yang membuat hati kita menjadi tenteram.

FADHILLAH ISTIGHFAR

Fadhilah Istighfar

Pernah suatu ketika Imam Hasan al-Basri didatangi oleh tamu. Tamu pertama, menyampaikan perihal kekeringan, Tamu kedua, perihal hutang, tamu ketiga, perihal keturunan. Imam Hasan al-Basri menjawab semua keluhan ketiga tamunya dengan membacakan satu ayat di dalam al-Quran.

"Mohon ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebatnya, melimpahkan harta dan anaka- anak bagimu, serta mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu. (QS. an-Nuh: 10-12).

Paling tidak ada empat fadhilah Istighfar yang terkandung di dalam tiga ayat di dalam surat Nuh. Mari kita kita perhatikan fadhilah istighfar berikut dibawah ini.

Pertama, orang yang memiliki kebiasaan beristighfar tidak akan mengalami kekeringan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan selalu melimpahkan air hujan tanpa harus menjadi banjir atau mencana bagi orang tersebut.

Kedua, orang yang memiliki kebiasaan istighfar, Allah akan senantiasa mengucurkan rizki dan menghindarkan diri kita dari lilitan hutang sehingga harta yang kita miliki menjadi membawa berkah bagi diri kita dan keluarga kita maupun untuk orang-orang sekeliling kita.

Ketiga, orang yang memiliki kebiasaan istighfar, Allah akan memberikan momongan atau anak-anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orang tuanya sehingga di dalam keluarga memiliki ketenteraman dan kebahagiaan selalu.

Keempat, orang yang memiliki kebiasaan istighfar, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memberikan kita tempat usaha yang diberkahi dengan digambarkan dengan memberikan kebun dan sungai- sungai dengan pemandangan yang indah.

Dari keempat fadhilah istighfar diatas bahwa beristighfar adalah kemampuan kita untuk melakukan instropeksi diri atau yang disebut dengan 'Muhasabah' maka kita mengetahui penyebab akar masalah sekaligus kita menemukan solusi dari masalah itu sendiri. Itulah makna fadhillah istighfar.

JIWA YANG SEHAT

Jiwa Yang Sehat

Sebuah pohon yang memiliki akar dan batang yang sehat, pada suatu hari terserang badai, buahnya berjatuhan, daunnya berguguran, rantingnya patah, udara dingin menyengat daunnya berguguran, burung- burung memakan buah-buahan yang tersisa. Banyak orang mengatakan 'sungguh malang pohon itu.' namun semua itu tidaklah membuat pohon itu sendiri bersedih karena pohon itu dalam keadaan sehat maka dalam waktu singkat, pohon itu berdaun kembali, berbunga dan berbuah.

Pada dasarnya kita tak ubahnya seperti pohon itu. Jika jiwa kita sehat maka berdaun lebat, berbunga dan berbuah, menjadi tempat berlindung orang-orang yang tersengat panasnya matahari. Bahkan kita juga bisa seperti pohon yang dilempar batu orang yang lewat, pohon itu membalas dengan buahnya yang manis. Itulah pertanda jiwa yang sehat pada diri kita.

Bertahun-tahun kita bersusah payah dan sedikit demi sedikit mengumpulkan jerih payah namun terjadi peristiwa yang tak terduga seluruh jerih payah dan keringat menjadi sirna. Kefakiran telah menjadikan diri kita tidak berdaun dan tidak berbunga. Peristiwa kehilangan kekayaan, terbakarnya harta benda, dan banyak sekali peristiwa pahit walaupun mendatangkan kekecewan dalam hidup kita bagi jiwa yang sehat dan penuh dengan pengharapan tidak akan mendatangkan kesedihan yang berkepanjangan.
Musibah benar-benar terjadi tatkala merusak akar pohon. Jika itu yang terjadi maka melindungi tangkai buah dan daun tidaklah berguna. Demikian juga kita, jika jiwa yang sakit dilanda perasaan apatis, hidup sudah tidak berguna lagi, mudah menyerah, berprasangka buruk, merasa tidak memiliki teman sebagai tempat curhat, mencurigai siapapun, merasa sunyi ditengah keramaian, dilanda kegelisahan terus menerus. bila kita menjadi orang yang seperti ini kita tidak akan bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Di dalam al-Quran menjelaskan bahwa kerugian yang sebenarnya adalah ketika kita kehilangan dimensi spiritual di dalam diri kita. Kehilangan harta, kita masih bisa cari. Namun bila kita kehilangan harapan dalam hidup maka sungguh sangat memprihatinkan. Terlebih lagi kehilangan keimanan maka itu menjadi bencana bagi kehidupan seseorang sebab iman adalah sumber pengharapan.

Keimanan menciptakan percaya diri, tawakal, dan optimisme dalam diri kita. Seseorang yang beriman menyikapi hidup penuh dengan harapan, setiap dalam sholatnya senantiasa berucap 'Hanya kepadaMu, Ya Allah kami menyembah dan hanya kepadaMu, Ya Allah kami memohon pertolongan.' Ketika seorang mukmin mengalami peristiwa yang menyakitkan sekalipun maka tidak membuatnya menjadi bersedih hati karena mampu bersabar dan mengatakan 'Ya Allah, kepadaMu kami berserah dan kepadaMu kami kembali.' Itulah yang disebut dengan jiwa yang sehat.

---
"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka- sangkanya." (at-Thalaq: 2-3).

KEMENENGAN SEBUAH PERJUANGAN

Kemenangan Sebuah Perjuangan

Di dalam setiap perjuangan yang paling penting adalah kemenangan. Kemenangan dalam perjuangan seorang mukmin yaitu mampu meringankan beban bagi sesamanya sehingga cara terbaik dalam membela agama adalah bekerja keras secara produktif dan kemampuan untuk saling berbagi.

Perjuangan atau yang kita mengenal dengan istilah jihad fi sabilillah, berjuang dijalan Allah merupakan kewajiban kita seorang mukmin, menuntun kita agar giat bekerja dan bersemangat tinggi, berkarya dibidangnya masing-masing. Nabi senantiasa mengingatkan kepada kita bahwa Allah mencintai seorang mukmin yang giat bekerja.

"Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang giat bekerja."(HR. Thabrani).

Bila tiap diri kita mampu bekerja dan produktif maka hasilnya akan bisa dinikmati oleh banyak orang termasuk keluarga kita, orang-orang disekeliling kita dan umat. Upaya pemerataan kesejahteraan terhadap umat inilah yang harus diperjuangkan karena apa yang kita kerjakan mampu meringankan beban hidup semua pihak. Kemampuan untuk bekerja secara produktif dan kemampuan untuk saling berbagi itulah kemenangan sebuah perjuangan atau kemenangan jihad.

MENGENAL AKHLAK

Mengenal Akhlak

Pada dasarnya mengenal akhlak mengenali keadaan batin seseorang, oleh karena itu marah belum tentu bermakna benci, menolak belum tentu bermakna tidak simpati, tidak mau memberi belum tentu bermakna tidak mencintai, membiarkan belum tentu bermakna tak peduli, meninggalkan belum tentu bermakna marah, diam belum tentu bermakna ngambek.. Di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, nilai suatu perbuatan bukan pada perbuatan itu sendiri, tetapi pada apa yang ada di balik perbuatan itu, yakni niatnya, keikhlasannya, kesabarannya, ketabahannya dan hal-hal lain yang bersifat rohaniah.

Untuk menilai kualitas akhlak seseorang bisa dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Pertama: Konsistensi antara yang dikatakan dengan yang dilakukan, satunya kata dengan perbuatan. Orang yang berakhlak baik jika berbicara maka ia menyadari betul apa yang dikatakan, menyadari betul apa implikasi dan konsekwensi dari apa yang dikatakan. Oleh karena itu keputusan yang diambil juga sejalan dengan apa yang telah dikatakan. Untuk mengetahui konsistensi seseorang tidak cukup hanya dengan melihat satu kasus, tetapi beberapa kasus dan dalam waktu yang lama, karena adakalanya seseorang dalam satu hal nampaknya tidak konsisten, tetapi setelah dianalisis dengan banyak hal yang dilakukan jauh sebelumnya ternyata itu merupakan konsistensi. Orang awam memandangnya sebagai inkonsistensi, tetapi orang 'arif justeru memandangnya sebagai konsistensi.

Kedua: Konsistensi orientasi, yakni antara pandangannya dalam satu hal dengan pandangannya dalam bidang lain. Seorang yang memiliki sikap pemihakan kepada orang lemah, maka sikapnya itu akan nampak ketika berurusan dengan segala bidang, ekonomi, hukum, sosial dan juga politik. Seorang humanis akan selalu mengorientasikan perhatiannya pada masalah humanisme yang berjangka jauh, berbeda dengan politisi yang sering mengukurnya dengan kepentingan politis jangka pendek.

Ketiga: Konsistensi pola hidup. Orang yang berakhlak baik pada umumnya pola hidupnya tidak mudah berubah. Jika ia menempuh pola hidup sederhana, maka baik ketika ia miskin maupun setelah menjadi kaya raya, pola hidupnya tetap hidup sederhana. Ketika ia menjadi pemimpin pun ia tetap bertingkah laku sederhana, mudah dihubungi, tetap santai dan tidak jaim didepan bawahannya.