Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

YAA ALLAH

Yaa Allah...

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta padaNYA setiap waktu dia dalam kesibukan ( Q.S Ar Rahman 29 )

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan angin bertiup kencang menerjang, penumpang kapal panik dan mereka menyeru YA ALLAH !

Ketika orang tersesat di gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya dan para khafilah bingung menentukan arah mereka menyeru YA ALLAH !

Ketika pintu pintu permintaan tertutup dan tabir tabir permohonan digeraikan mereka mendesah.. YA ALLAH!

Ketika semua cara tak mampu diselesaikan, jalan tertutup, harapan terputus mereka menyeru.. YA ALLAH!

Kuingat engkau saat alam begitu gelap gulita…
Wajah jaman berlumuran debu hitam…
Lalu ku sebut namaMU dengan lantang disaat fajar menjelang… dan Fajar merekah seraya menebar senyuman indah…

YA ALLAH..
Jadikan kepedihan menjadi kesenangan..
Sirnakan rasa takut menjadi tentram..
Dinginkan panasnya hati dengan dengan salju keyakinan dan air keimanan

YA ALLAH..
Sirnakan keraguan akan fajar yang pasti datang…
hancurkan perasaan jahat dengan secercah kebenaran..
Hempaskan tipu daya syetan dengan bala tentaramu…

YA ALLAH..
Sirnakan rasa sedih menjadi duka…
Usirlah kegundahan hati dan jiwa..

YA ALLAH…
Kami berlindung kepadamu Ya Robb di setiap rasa takut mendera..
Hanya padaMU kami bersandar dan bertawakkal..
Hanya padaMU kami berdoa..
Hanya padaMU kami mohon pertolongan..
Hanya padaMU pelindung kami..
DAN HANYA PADAMU YA ROBB SEBAIK BAIKNYA PELINDUNG DAN PENOLONG…

KASIH SAYANG IBU

KASIH SAYANG IBU

Ibu…

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan…

Masihkah kita menyakitkannya?

Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?

Melawannya?

Memukulnya?

Mengacuhkannya?

Meninggalkannya?

Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,

Memberikan ASI waktu kita bayi,

Mencuci celana kotor kita,

Menahan derita, Menggendong kita sendirian…

Di saat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya…

Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan…

Bayangkan Ibumu sudah tiada…

Apakah kamu cukup membahagiakannya…

Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya…


Kirim pesan ini pada semua… Itupun kalau kamu sayang Ibumu dan mau mengingatkan teman2mu. Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi bahagia:

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.

2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.

3. Hiduplah dengan sederhana.

4. Berikan lebih banyak (give more).

5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi Ibu, tetapi… Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…
Ibu bukan tempat penititipan cucunya disaat anda jalan-jalan, tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang & hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja….. Beliau sudah bahagia sekali…………. dan melupakan semua hutang anda kepadanya.

INDAHNYA SALING MEMAAFKAN

INDAHNYA SALING MEMAAFKAN

Bismillah............
Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU"

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU"

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang Kamu menulis di batu ?"

Temannya sambil tersenyum menjawab: "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin"

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.

Semoga Bermanfaat dan Berbarokah. Aamiin......

HIDUPLAH SECARA MULIA ATAU MATI SEBAGAI SYAHID

Hiduplah Secara Mulia Atau Mati Sebagai Syahid

Dalam Alqur'an , perjuangan disebut dengan term jihad .Kata jihad dalam berbagai kata bentukannya disebut sebanyak 41 kali tersebar dalam 19 ayat. Sebagian turun di Makkah dan sebagian di Madinah.

Secara lughawi, jihad nengandung arti memerangi musuh, mencurahkan segala kemampuan dan tenaga berupa kata-kata, perbuatan atau segala sesuatu yang disanggupinya. Kata jihad, bisa berarti perjuangan dalam bentuk perang melawan musuh, bisa juga berarti bekerja keras non perang. Dari akar kata jihad inilah kemudian ada kalimat ijtihad, yakni kerja keras secara intelektual, berjuang secara intelektual dan mujahadah an nafs, kerja keras secara ruhaniah , perjuangan spiritual.

Sedangkan dalam hadis Nabi, kata jihad juga digunakan dalam kontek perjuangan spiritual ibadah haji, .Perintah jihad ada yang ditujukan kepada pribadi (mukhatab mufrad) dan kebanyakan ditujukan kepada kelompok (mukhatab jamak).. Perintah jihad juga ada yang disebut obyeknya, tetapi lebih banyak yang tidak menyebut obyeknya.

Yang disebut justeru maknanya, yaitu jihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, fi sabililah. Kaidah penafsiran mengajarkan bahwa jika suatu kata kerja transitif disebutkan dalam suatu ayat tanpa disertai penyebutan obyeknya, maka obyek kata kerja itu bersifat umum.

Dengan demikian maka obyek jihad bukan hanya musuh dalam peperangan tetapi segala hal yang tercakup dalam kalimat fisabilillah. misalnya memberi makan fakir miskin, membebaskan perbudakan (al Balad; 13-16) Dengan demikian maka jihad tidak mesti menggunakan senjata, tetapi bisa juga pena atau lisan. Dalam konteks ini, guru yang dengan kesejahteraan minimal tetapi optimal dalam mencerdaskan generasi bangsa adalah pejuang atau mujahidin, pekerja sosial yang bergelut mempertaruhkan segala kemampuannya untuk membantu mengangkat martabat masyarakat sesunguhnya adalah juga mujahidin atau pejuang.

Ciri pejuang adalah gigih berpegang teguh kepada prinsip yang dianut meski beresiko mati. Nah orang yang tengah berjuang kemudian mati dalam perjuangannya disebut mati syahid (arti syahid = saksi) , maknanya kematian itu menjadi saksi atas kegigihan usahanya, dan itu merupakan taruhan dari kehormatannya. Untuk orang- orang terhormat, kata Nabi hanya ada dua pilihan; `isy kariman aw mut syahidan, hiduplah secara mulia atau mati sebagai syahid.
sumber

APAKAH INI ADIL?


″Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuan (orang tersebut). (QS. al Baqarah : 286).″


"Apakah ini adil?" tanya seorang laki-laki muda yang baru putus cinta dari kekasih pujaan hatinya karena memilih menikah dengan laki-laki lainnya. Tubuhnya terlihat melemah. Hatinya terasa perih. "Kenapa saya selalu disakiti? Padahal saya tidak pernah menyakiti hati orang lain? Ini tidak adil." ucapnya seolah menggugat kehidupan. Pemuda itu merasa telah banyak berbuat baik selama hidupya. tekun menjalankan sholat, puasa bahkan ibadah sholat tahajud tidak pernah dilalaikannya.

"Saya kan sudah menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya, kenapa Allah masih menimpakan penderitaan kepada diri saya? saya tidak terima! Apakah ini adil?" Tuturnya.

Malam itu saya mengajaknya pergi ke masjid untuk mengambil air wudlu dan sholat berjamaah. Untuk menenangkan hatinya. Ujian yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menggoyahkan imannya. Kesedihan yang dialaminya selalu ada batasnya sesuai dengan kemampuan dirinya. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuan (orang tersebut). (QS. al Baqarah : 286).

Apakah hidup ini adil? Siapa yang berhak memutuskan hidup ini adil atau tidak? Kenapa kita merasa begitu yakin bahwa hidup kita tidak akan pernah diuji oleh Allah? Kenapa kita hidup ini indah bila tanpa adanya penderitaan? Bukankah dengan penderitaan itu sendiri membuat hidup ini menjadi indah?

Di dalam hidup ini berlaku sunatullah atau hukum ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jika kita ditimpa dengan ujian itu sudah menjadi ketetapanNya, tidaklah peduli, apakah itu adil atau tidak menurut kita. Segala ketetapan Allah dimuka bumi sudah ditetapkan dengan hukum yang seadil-adilnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah sebabnya keadilan Allah hanya akan bisa ditangkap oleh orang-orang yang beriman kepadaNya.

Seringkali kita melihat banyak hal yang buruk malah menimpa kepada orang-orang mukmin sementara orang-orang ingkar malah terlihat hidupnya bahagia tanpa bersusah payah, padahal pandangan mata kita bisa salah untuk melihat keadilan Allah sebab yang kita pandang keburukan yang ditimpakan kepada orang-orang mukmin itu adalah rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Demikian juga pada orang-orang yang ingkar, kebahagiaan yang diperolehnya adalah keburukan di dunia dan diakherat kelak. Maka beruntunglah kita sebagai orang-orang yang beriman, sebagaimana Firman Allah yang berbunyi.

"Dan sesungguhnya akan Kami berkan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang tertimpa musibah mengucapkan inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya jualah kita kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.' (QS. al-Baqarah: 155-157).

Jadi, janganlah bersedih dan jangan pula merasa telah diperlakukan tidak adil oleh Allah. Justru berbahagialah karena kita adalah orang-orang yang diberikan keadilan dunia dan akherat dengan wujud kasih sayangNya karena kita terpilih menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang senantiasa mendapatkan petunjuk dijalan yang lurus.

MENEMUKAN BAHAGIA DI BALIK DERITA

Menemukan Bahagia Di Balik Derita

Di dalam hidup kita sehari-hari mengakrabi sebuah derita menjadikan kita menemukan pesan-pesan kebahagiaan. Penderitaan hadir sebagai bentuk ujian dalam hidup kita. Terimalah penderitaan maupun musibah yang menimpa diri kita dengan sabar dan instropeksi diri. Dengan demikian semoga penderitaan dan musibah yang kita alami mengurangi dosa-dosa kita, meningkatkan kedewasaan kita dalam menjalani kehidupan sekaligus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kehidupan masyarakat perkotaan dipenuhi dengan kesibukan seolah tiada akhir hampir menjerat diri kita, luangkan waktu untuk kontemplasi atau merenung. Kita oleh Allah diberi hati agar kita senantiasa mengasah kepekaan tetapi kalau hati tidak pernah dilatih untuk peka atau sensitif, tentu saja hati kita menjadi berkarat dan tumpul. Itulah kenapa sebabnya ada orang yang bila mendapatkan ujian ada yang langsung mendekatkan diri kepada Allah atau malah semakin menjauh dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sudah sejauh manakah kita mengasah hati kita? sudah berapa akrabkah kita dengan hati kita? Apakah setiap penderitaan membuat kita semakin dekat Sang Khaliq? ataukah semakin menjauh?

Bagi yang akrab dengan sang hati, kita akan peka untuk menangkap pesan-pesan indah dari setiap peristiwa. Hati yang terasah dengan muhasabah atau instropeksi diri akan selalu memandang baik pada setiap persoalan, masalah dan penderitaan hidup yang menghampiri diri kita. Mari kita bermunajat kepada Allah, 'Wahai Sang Pemilik Hati setiap Insan, kondisikan hati kami untuk selalu konsisten di di jalan lurusMu yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai.' Aamiin.

BILA MATI

Bila waktu telah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tinggallah sepi


Ada yang terus mengintaiku, mengikuti gerak langkahku setiap saat, menungguku untuk sebuah pertemuan yang dinanti. Dia selalu mengawasiku setiap waktu. Jika aku berada di depan, maka dia pasti ada di belakangku. Jika aku berada di samping kanan, maka dia berada di samping kiriku. Jika aku di atas, dia pasti ada di bawah. Siapakah gerangan ?

Dialah "Kematian", "kematian" banyak hal yang melintasi pikiranku saat aku menyebutnya. Semua pasti akan mati, semua pasti akan mengalami sekarat, dan semua yang hidup pasti akan bertemu dengannya tak dapat kusanggah. Saat menjelang kematian dalam kehidupan manusia terdahulu adalah saat yang pasti aku lalui juga.

Demi Allah, dia pasti akan datang kepadaku. Demi Allah dia pasti akan menegukku. Sama seperti raja-raja di istana megah itu, seperti pemimpin -pemimpin bangsa di masa lalu. Seperti orang-orang kaya yang setiap harinya kelihatan "bahagia" (jika mereka mati, masihkah "bahagia"?), atau mereka yang fakir yang setiap harinya bergumul dalam penderitaan, atau orang-orang miskin yang terus meratapi segala kekurangannya, atau para hamba sahaya yang tiada sekejappun orang memandangnya.
Mereka semua telah merasakan kematian. Mereka semua telah bertemu dengan kematian.

Bila mati, bila manusia mati, maka sudah tak ada lagi yang bisa dibangga-banggakan. Seorang yang cerdik sekalipun, kecerdikannya tak akan bisa melarikan dirinya dari peristiwa kematian. Bila mati, maka semua strategi para ilmuan dan tokoh jenius itu pasti akan patah.
Bila mati, semua kekuatan orang-orang yang berkuasa itu akan binasa. Bila mati, bangunan yang tinggi menjulang, istana-istana megah dunia, atau gedung pencakar langit yang kokoh akan runtuh seketika. Kematian juga yang telah meruntuhkan bangunan orang-orang kaya itu.

Suatu kali aku bertanya pada diriku sendiri, bila mati, bagaimana bila aku mati ? Ah... selama ini aku memang tidak tahu kapan dia akan datang bertamu, karena dia tidak pernah membuat janji sebelumnya denganku. Namun, bagaimana kalau dia tanpa diduga tiba-tiba datang kepadaku ? Menegukku, membuatku sekarat ? Bagaimana ?

Bila mati, bila aku mati, itu berarti aku harus rela ditinggal sendiri. Istri tercinta, Anak tersayang, Ibu, Bapak, saudara -saudaraku, mereka semua pergi. Sahabat-sahabat dekat, tetangga-tetangga, mereka hanya berlalu dan pergi meninggalkanku.
Apa yang terjadi ? Saat itu aku pasti akan sendirian, dalam gelap gulita diselimuti sepi, mencekam, mati.

Bila mati, yang ada dalam gambaranku adalah suatu peristiwa yang amat penting bagi yang hidup. Aku tidak tahu bagaimana rasanya bila nanti seolah olah ada sebuah gunung yang kokoh lagi menjulang tinggi berada di atas dadaku, menahanku, menghilangkan kesempatanku untuk menghirup udara dunia, mungkin jika bisa, itupun seakan-akan aku bernafas di sebuah lubang jarum. Bernafas di sebuah lubang jarum ? Pergulatan macam apa itu ?
Atau seumpama aku sedang dipukuli dengan sebuah dahan pohon yang penuh duri lagi tajam, kemudian duri-duri itu menancap di semua urat-uratku. Lantas, lantas dahan tersebut ditarik, sehingga setiap urat dalam tubuhku juga ikut tertarik, menyisakan kepedihan dan sakit yang luar biasa. Demi Allah, apakah nanti lebih perih dari yang sekedar aku bayangkan ?

Bila mati, bila aku mati, maka akan ada sesuatu yang menampakkan wajahnya padaku. Dialah Izroil, Sang Malaikat Maut yang akan turun dari penjuru langit untuk menjemputku. Namun, apakah nanti dia akan menampakkan rupanya dengan wajah penuh keramahan dan kehangatan ataukah sebaliknya ? Bisa jadi nanti dia datang dengan wajah garang tanpa belas kasihan. Bagaimana nanti ? Ketika dadaku menyempit, nafasku tersengal-sengal, sampai ke tenggorokan, tubuhku kaku sulit digerakkan. Saat itulah dia menunaikan tugasnya, memisahkan ruh dan jasadku. Menuntaskan episode akhir dari sebuah perjalanan hidupku di dunia ini. Itu pasti akan terjadi, nanti, bila aku mati.

Kemudian, bila mati, bila aku mati, orang-orang akan membaringkanku, memandikanku, menyolatiku, mengafani tubuhku yang kaku, menggotongku dan menimbunkanku di dalam sebuah ruang sempit, gelap, senyap dan sunyi. Detik-detik saat aku dibaringkan dalam liang kubur itulah yang akan menjadi awal babak baruku menuju fase berikutnya setelah kematian, yakni mengarungi alam kubur. Tak ada pagi, siang ataupun malam hari, karena semuanya sama jika sudah masuk ke dalam, terpendam berkalang tanah.
Oh.. adakah tempat yang lebih jauh dari tempat itu ? Adakah ? Adakah tempat yang lebih sunyi ? Adakah ? Gelapkah, pasti tidak ada kegelapan yang lebih gelap dari tempat itu. Semua kelezatan yang pernah aku rasakan ketika aku hidup, mungkinkah akan berganti menjadi rasa pahit yang luar biasa ?

Siapa yang akan peduli jika aku tercekam ketakutan ? Siapa ? Gelap... gelap... Adakah cahaya... adakah ? Siapa yang akan memberikan aku cahaya untuk menerangi kegelapanku di sana ? Siapa? Tiadakah aku punya sesuatu yang berarti? Apakah amalku, amalku yang sedikit tersisa nanti akan mampu menolongku, menemani dalam kesendirianku di sana ?

Bila mati, bila aku mati, oh... aku ini memang bukan seorang 'alim yang pasti airmatanya meleleh jika membayangkan malam pertama di dalam kubur, bukan pula seorang ahli hikmah yang mengeluhkan pedihnya dijerat kematian, atau seorang penyair yang menerjemahkan tangisannya dalam bait-bait kematian penggugah keharuan. Aku hanya manusia biasa, terlalu biasa untuk mengingat kematian. Aku masih tenggelam dalam carut marut dunia yang aslinya fana ini. Terlalu sedikit waktuku untuk mengingatnya, apakah memang waktunya yang sedikit ataukah dunia ini yang membuatku sedikit untuk mengingatnya ?

Mati, bila mati, bila aku mati, saat ini aku memang belum mati. Tapi seharusnya aku tidak boleh takut mati. Karena, setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Semestinya aku harus mengingatnya setiap hari, berbenah diri, memelihara waktuku, usia kehidupanku sekarang dan melakukan persiapan yang baik untuk kedatangannya. Ah... dia memang tidak pernah membuat janji padaku sebelumnya. Namun, mungkin saja dia akan datang pada saat-saat dimana aku tidak menduga sama sekali.

Dia masih memperhatikanku...
Terus mengintaiku......
Mengawasi gerak-gerikku......
Menungguku......
Untuk sebuah waktu yang telah ditentukan.........

"Ya Allah, Yang Maha Mematikan, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku, perbaikilah duniaku yang merupakan tempat hidupku, perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Dan jadikanlah kehidupanku sebagai penambah kebaikan bagiku serta jadikan "KEMATIANKU" sebagai istirahatku dari segala keburukan.

"Allohumma a'inni 'ala sakarootil mauuut.....
Allohumma hawwin 'alayya sakarootil mauuut.....
Laa ilaha illalloh inna lilmauti la sakarooti....."

"Ya Allah bantulah aku dalam menghadapi sakaratul maut

Ya Allah, mudahkanlah sakaratul maut padaku.
Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah

Sesungguhnya kematian itu memiliki saat - saat sekarat"

* Diambil dari syair lagu "Bila Waktu Tlah Berakhir", Opick
Wassalam Pembela Kebenaran
****

※Nb:

  • tuk sobat semuanya yang belum menjadi fans page saya silahkan klik like DISINI
  • dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri terimakasih

Si Pencari Cinta

Alkisah di suatu zaman, hidup seorang lelaki yang mencari cinta, namanya Arjuna. Saking ngebetnya, gunung tertinggi didaki, isi bumi dijelajahi, lautan pun diarungi, cuma untuk mencari tempat berlabuh, yaitu wanita. Gilee beneer... Nih Arjuna, kagak peduli gunung, bumi, lautan, alam semesta ini punya siapa, maen grasak-grusuk aja! Di setiap tempat Arjuna berkata, "Wahai wanita, cintailah aku." Ih... nih anak, malu-maluin ya! Masa' sih sampe' gitu-gitu banget, ya...namanya juga pencari cinta bo!

Di kisah yang lain, seorang laki-laki yang bernama Ibrahim pun mencari cinta. Saat malam mulai menyapa alam, tampak sebuah bintang, tak lama kemudian sang bintang pun tenggelam. "Aku tak menyukai yang tenggelam," kata Ibrahim. Beberapa saat kemudian, terbitlah sang rembulan, bersinar indah penuh kelembutan. Namun, bulan pun hanya sesaat, tersipu malu dengan keindahannya. Semburat cahaya subuh pun menyeruak kegelapan, kokok ayam jantan membelah tetesan embun pagi, tak lama keperkasaan mentari mewayungi jagat raya ini, "Inikah dia yang kucari?" tanya beliau pula. Bukan...bukan itu, karena mentari pun bersujud, lalu merunduk sembunyi.

Ikhwah fillah rahimakumullah...
Kisah di atas adalah ilustrasi dari 2 manusia si pencari cinta. Di dunia ini, betapa banyak orang-orang yang mencari cinta. Namun jelas ada bedanya disini, antara laki-laki yang bernama Arjuna dengan Ibrahim a.s., yang namanya termaktub indah di lembaran suci Al Qur'an. Arjuna mencari cintanya tanpa tedeng aling-aling, gak peduli sana-sini, jumpalitan, cuma mencari cinta wanita. Emangnya salah si Arjuna, karena mencari cinta? Ih...jangan protes dulu dong, emang sih fitrah manusia itu ya pasti merasakan cinta [QS Al Imran: 14]. Tapi apa iya harus seperti itu? Masa' sih akal, nalar dan fikiran sampe' gak jalan, bahkan hingga melebihi cinta-Nya! Waduh...

Padahal banyak kisah cinta sejati di dunia ini lho, salah satunya adalah cinta Ibrahim yang tak pernah pudar, setelah ia mengenal dan mengetahui siapa yang patut menerima cintanya. Beliau mengenal, dan kemudian sayang, lantas jatuh hati kepada Sang Pencipta. Karena itu yang dicintai pun berkenan menyambut cintanya, bahkan menjadikannya sebagai khalilullah [QS An Nisaa': 125].

Cinta disini bukan cinta yang penuh kepalsuan, emosi apalagi birahi, namun cinta laksana mutiara yang memancarkan cintanya pada Rabb seluruh jagat raya ini, mengaliri denyut nadi, helaan nafas serta aliran butir darah untuk tunduk dan patuh pada titah-Nya. Cinta ini mestinya menempati prioritas utama pada diri seorang muslim, yakni cinta kepada Allah SWT, Rasul dan jihad di jalan-Nya. Inilah cinta hakiki!

Dari nenek moyang kita dulu, sampe' sekarang, buanyak buanget manusia-manusia yang telah jatuh cinta, namun apakah cinta mereka dan kita adalah cinta hakiki sebagaimana cinta mereka yang disebut 'manusia langit?'

Adakah cinta kita adalah cinta seorang Sumayah binti Khayyath, yang siap menjadi syahidah pertama dalam sejarah Islam demi mempertahankan akidah yang dicintainya. Ataukah Ali bin Abi Thalib r.a. yang rela 'pasang badan' menggantikan Rasulullah SAW di tempat tidurnya sewaktu beliau keluar untuk hijrah, padahal beliau tahu maut telah didepan mata siap mengancam jiwanya? Atau pun Abu Bakar Shiddiq r.a. yang tak kalah ikhlas tangan dan kakinya dipatuk binatang berbisa saat berdua dengan seseorang yang dicintainya? Ia tak ingin tubuh orang yang dicintai dan dikasihinya tersentuh sedikitpun oleh binatang-binatang yang berbisa itu.

Mereka hanyalah sedikit contoh dari orang-orang yang jatuh cinta dengan cinta yang sebenarnya. Sebuah cinta sejati, cinta hakiki yang mengharapkan ridho Illahi Rabbi.

Nah...sekarang milih yang mana, seorang Arjuna yang grasak-grusuk mencari cinta, atau seorang Ibrahim a.s., Sumayah binti Khayyath, Ali bin Abi Thalib r.a. atau pun Abu Bakar Shiddiq r.a. yang mencari cinta sejati?

Ya akhy wa ukhty,
Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu mendambakan cinta, keridhoan kepada-Nya ya, insya Allah, aamiin allahumma aamiin.


    ″Kutahu pasti cinta-Mu dalam dan murni
    Namun mengapa sulit untukku mendapatkan cinta dari-Mu

    Hidupku ini terasa hampa dan sunyi
    Tanpa belaian kasih sayang-Mu
    Cintailah hamba-Mu ini Ya Allah...

    Allah...
    Leraikanlah segala beban di dunia ini
    Hanya pada-Mu yang kuharap hanya cinta ikhlas-Mu
    Merasuk ke dalam kalbu Allah dengarkanlah hamba-Mu

    Allah...
    Dengarkanlah bisikan suara hatiku
    Hapuskan noda dan dosa di kalbu
    Hanya pada-Mu Agar aku dapat menggapai cinta-Mu

    Cintaku pada-Mu ya Allah

    Ya Allah
    Ku bersujud kepada-Mu Mengharapkan cinta suci-Mu″ (Snada: Cinta Ilahi)


*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA* Al-Hubb Fillah wa Lillah, Pembela Kebenaran


****

Menguak Rahasia Cinta Kita


Menguak Rahasia Cinta Kita


    " Aku ragu ada dan tiadaku
    namun 'cinta' mengatakan
    bahwa aku ada "


Wuih!!!Begitu dahsyatnya sebuah kata cinta hingga M. Iqbal, seorang penyair muslim, menggambarkannya melalui puisi di atas. Kebayang nggak sih jika cinta itu nggak ada? Pasti, dunia bakal hancur karena semua makhluk mementingkan diri sendiri dan pastinya tidak akan terlahir seorang anak yang berbahagia dalam hidupnya. Karena seperti puisi di atas, cinta membuat kita menjadi ada.

Sebenarnya apa sih yang membuat kita memiliki cinta? Yang pertama nih karena Allah memberi fitrah kepada manusia untuk mencintai keindahan sehingga kita mudah kagum dengan keindahan dan kecantikan yang nampak. Allah memang menciptakan keindahan karena Allah itu indah dan mencintai keindahan.

Yang kedua karena manusia cenderung lemah dan tak berdaya. Oleh karenanya manusia akan mencari seseorang atau sesuatu yang dapat memberikan kekuatan, keperkasaan dan kegagahan. Dan sebagai remaja muslim nggak perlu susah-susah mencarinya karena di dalam Al Quran disebutkan bahwa pemilik semua itu adalah Allah. "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa. " ( QS. 22 : 40 ). Sungguh Allah adalah yang terkuat dari yang kuat, yang paling perkasa dari yang perkasa, yang tergagah dari yang gagah.

Sebab yang ketiga adalah karena sifat manusia yang cenderung membutuhkan orang lain. Tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, sehingga dari rasa membutuhkan itu akan timbul rasa sayang untuk tidak menyakiti karena dia atau mereka adalah orang yang kita butuhkan. Tul, nggak?

Sudah yakin kan kalau cinta adalah anugrah dari Allah, sekarang tinggal kita mempraktekkannya. Orang yang sudah mempraktekkan anugerah cintanya dapat dilihat dari tanda-tanda sebagai berikut. Pernah mengagumi seseorang? Pasti pernah. Nah kekaguman itu termasuk tanda-tanda cinta meski dalam taraf awal. Ketika kita takjub akan kepandaian seseorang, maka kita akan percaya apa yang dikatakan. Ketika kita kagum akan sebuah lukisan, maka kita nggak akan rela kalau lukisan itu rusak.
Begitu juga dengan cinta pada Allah. Pada saat kita mampu mengagumi Allah melalui ciptaan-Nya, maka saat itulah cinta kita sudah mulai bermunculan. Dan bila cinta sudah melekat gula jawa terasa coklat... eh... maksudnya kalau kita sudah cinta sama Allah pasti apapun yang Allah firmankan tak akan pernah kita tidakkan. Kita akan rela mengorbankan apapun agar Allah tidak meninggalkan kita. Ya, nggak?

Itu baru tanda pertama, sedangkan tanda lainnya adalah banyak mengingat, merenungkan, melamunkan apa yang kita cintai. Ketika melihat sesuatu yang berhubungan dengan yang kita cintai pasti kita langsung ingat dan menyebut-nyebutnya. Jika melihat kebesaran Allah kita langsung bilang 'masyaAllah', 'subhanallah', 'Allahu akbar' dan kata-kata lain yang menyiratkan ingatan kita pada-Nya.

Bila kedua tanda di atas sudah terpenuhi, boleh kok dibilang kita sudah sedikit mempraktekkan cinta. Tapi agar cinta yang sudah Allah berikan tidak kita salah gunakan untuk mencintai hal-hal yang tidak disukai-Nya, tempatkanlah cinta pada posisi yang benar. Manusia cenderung memiliki dua penempatan akan cinta. Ada orang yang menempatkan cinta berdasarkan nafsu yang lebih mengarah pada keinginan untuk memiliki. Cinta orang seperti ini tentu mudah hilang dan sifatnya fana, karena yang diinginkan biasanya hal-hal yang berupa materi, penampilan fisik seperti kecantikan, ketampanan, de el el. Segala hal dilakukan demi mendapatkan kepuasan nafsu. Walaupun Allah memang memberi manusia kecintaan akan dunia, harta benda dan keluarga, bukan berarti lantas kita bebas membiarkan nafsu kita tanpa mempedulikan kebenaran di hadapan-Nya. Kalau udah gitu apa bedanya kita dengan syetan yang menghalalkan segala cara agar mendapat teman nanti di neraka? Na'udzubillah!

Kemudian ada juga orang yang menempatkan cinta itu berdasarkan syar'i yang mengarah pada aturan Islam, yang mencintai hanya karena yang dicintai akan dapat mengingatkan kita akan kebesaran Allah.
Cinta yang nantinya akan jadi penolong di hari yang tidak ada pertolongan selain dari-Nya. Cinta yang benar-benar tidak dilandasi nafsu ingin menguasai dan memiliki karena semuanya dilakukan atas dasar ikhlas karena Allah. Cinta semacam ini bersifat abadi. Yang tak akan lenyap ditinggal zaman.

Oleh karena itu tebarkanlah cinta karena Allah di bumi-Nya, agar hidup menjadi indah. Jangan khawatir cinta kita akan habis karena memang cinta itu diciptakan berlapis-lapis. Laksana kuku yang tak habis walau sering dipotong. Dan juga karena kecintaan pada Allah ternyata bisa menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab-Nya. Rasulullah bersabda, "Demi Allah, Dia tidak akan mengazab kekasih-Nya, tetapi Dia telah mengujinya di dunia." [safna al izzah +]

"Cinta itu anugrah maka berbahagialah, sebab kita sengsara bila tak punya cinta.
Cobaan pasti datang menghadang, rintangan pasti datang menghujam.
Namun cinta itu kan membuatmu mengerti akan arti kehidupan. "
___________________

Sumber : Buletin Insan edisi 23/februari 2002

Al-Qur'an Adalah Pengharum Abadi


Al-Qur'an Adalah Pengharum Abadi


Sahabat, pernahkah anda mendengar atau membaca sebuah kisah tentang kuburan Abdullah bin ghalib yang berbau wangi???jika diantara anda sudah ada yang pernah mendengar atau membaca maka disini saya hanya ingin mengingatkan kembali tentang kisah tersebut. Seandainya diantara anda masih ada yang belum pernah sama sekali mendengar atau membaca kisah ini maka disini saya akan menuliskan kembali kisah tersebut sebagai suatu pengetahuan yang bisa dipetik hikmah dan pesannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang yang beriman dan bertakwa.

Mungkin diantara anda ada yang pernah mengenal nama "Abdullah bin Ghalib" atau diantara anda masih merasa asing mendengar nama tersebut. Tahukah anda bahwa Abdullah bin Ghalib adalah salah satu dari hamba Allah SWT yang diberi anugerah, yaitu banyak membaca Al-Qur'an dan berpuasa. Dengan banyak membaca Al-Qur'an dan berpuasa, ternyata ketika beliau meninggal dunia pada tahun 152 H dan dikuburkan, menyeruaklah dari kuburannya harum minyak wangi kesturi.

Suatu hari salah satu sahabat beliau bermimpi bertemu dengan beliau dan bertanya, "Wahai Abdullah, apa yang engkau lakukan?"

"Aku melakukan yang terbaik, " jawab beliau.

"Kemana engkau pergi?" Tanya sahabat beliau.

"Ke surga," jawab beliau.

"Dengan apa engkau bisa masuk surga?" Tanya sahabat beliau lagi.

"Dengan keyakinan yang amat baik, terus-menerus bertahajud, banyak berpuasa sunnah, dan menjauhi apa yang diharamkan," jawab beliau.

"Harum wangi apa yang terdapat dalam kuburanmu?" Tanya sahabat beliau.

"Itu adalah wanginya bacaan Al-Qur'an dan banyaknya puasa sunnah," jawab beliau.

"Wasiatkanlah kami, wahai Abdullah,"

"Berbuatlah yang terbaik buat dirimu. Janganlah berlalu siang dan malam dengan sia-sia," pesan beliau.

Dari kisah tersebut, dapat kita ambil sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk kehidupan kita dunia-akhirat terutama untuk kehidupan akhirat kelak.

  • Kunci utama untuk membuka pintu surga sehingga kita bisa masuk kedalamnya adalah dengan kita memiliki keyakinan yang amat baik, sholat tahajud secara terus-menerus, melakukan banyak berpuasa sunnah dan selalu menjauhi apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Semua itu merupakan kunci untuk masuk kedalam surga-Nya.
  • Jika kita ingin tempat tinggal kita yang abadi (kuburan) selalu berbau wangi maka banyak-banyaklah membaca Al-Qur'an kapanpun dan dimanapun. Selain itu, banyaklah berpuasa sunnah.

Untuk itu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk berbuat yang terbaik dalam kehidupan kita. Maka berbuatlah yang terbaik untuk dirimu sendiri, janganlah berlalu siang dan malam dengan sia-sia agar selamat di dunia dan akhirat sehingga kita dapat memasuki surga yang telah Allah SWT janjikan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
-----------
Wassalam Pembela Kebenaran
****

    ※Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fans page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri terimakasih

RAMADHAN BERGEGAS PERGI

Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang... Menangislah, jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. Jika itu adalah ungkapan penyesalan bahwa Ramadhan sudah akan bergegas pergi, tinggal menghitung hari, Tapi rasanya baru kemarin saya bertekad untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lail, iya baru kemarin.

Menangislah karena ALLAH tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan apakah saya masih diikutsertakan pada Ramadhan tahun depan atau telah tertidur dibawah tumpukan tanah, sedangkan Ramadhan kali ini hanya tersisa beberapa hari saja, tersadar bahwa Ramadhan kali ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang. Biar butir bening itu jadi saksi penyesalan.

Menangislah, lebih keras untuk dosa-dosa yang mungkin belum diampuni, tapi saya masih juga menambahi dengan dosa baru. Berapa kali saya sholat taubat? tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang saya buat? Menangislah, Tuntaskan semuanya mulai malam ini. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tarawih, sedekah, tilawah Qur'an, qiyamul lail, i'tikaf sudah tak mungkin banyak lagi. Tahu-tahu sudah tiga hari terakhir dan saya masih juga belum siap ditinggalkan Ramadhan.

Ramadhan hendak bergegas pergi, dan saya masih saja belum banyak berbuat...


Sungguh tak ada perpisahan yang tidak menyesakan dada "Ya ALLAH, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidup saya. Seandainya ENGKAU berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasa saya ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata" sang waktu kembali menunjukan kekuatannya, dengan menarik semua yang kemarin ada, perpisahan tak terelakan, dan Ramadhan kali ini memang beda untuk saya, kepergiannya kali ini begini menyesakan dada, ah entahlah... Sungguh saya tidak tahu apakah saya yang meninggalkan Ramadhan atau Ramadhan yang meninggalkan saya, yang saya tahu ada kerinduan yang tersisa, menyisakan rindu akan shalat shalat tarawih, rindu mendengarkan bacaan Al Quran para imam tarawih, rindu tausiyah para ustad yang menyejukkan, rindu tadarrus Al Quran di shaf-shaf dan pojok-pojok masjid, rindu segera menyelesaikan tilawah pada setiap akhir juz, rindu melantunkan zikir sepanjang pagi sepanjang petang, rindu mereka yang berlomba menawarkan kebaikan, rindu berlomba bersedekah, berzakat fitrah dan zakat mal.

Sungguh rindu memperbanyak shalat-shalat sunnah, agar bisa bersama Rasul di syurga nanti, rindu menegakkan shalat malam, sahur dan berbuka puasa bersama, hal yang jarang saya lakukan jika bukan Ramadhan, rindu berjuang untuk merasakan shalat khusuk, itikaf, muhasabah, meski masih bisa saya lakukan dimalam malam lain, namun beda rasanya di malam malam Ramadhan. Detik-detik yang penuh rahmah sejak hilal 1 ramadhan sampai fajar 1 syawal, rindu malam malam bertabur ampunan siang dan senja bertabur rahmah dan kasih sayang ALLAH, rindu malam malam tanpa setan karena terbelenggu, rindu malam seribu bulan pembakar dosa dosa..

Ramadhan bergegas pergi, tersadar dan betapa malunya saya ketika sayapun ikut bergegas membeli ticket pulang kampung, bergegas ke mall membeli baju lebaran, bergegas membeli bahan bahan pembuat kue, iya bergegas menyiapkan pesta bukan bergegas dengan ibadah di tiga hari yang tersisa ini, duhai ALLAH, ampuni saya, hambaMU yang tidak tahu diri, hadiah teragung yang engkau letakkan di pintu rumah saya, saya sisihkan dibalik pintu, kantong-kantong keberkatan dan pahala yang ENGKAU sediakan di akhir-akhir ramadhan saya sisihkan, saya lupakan karena saya sibuk menyiapkan kepergianMU dengan pesta...

Dan kini saya hanya Alumnus Ramadhan, semoga jiwa saya menjadi jiwa-jiwa yang akan terus bersemangat untuk meneruskan apa-apa yang saya lakukan selama Ramadhan, menjadi manusia yang menjadikan hari-hari di sebelas bulan esok adalah hari hari yang berkualitas ibadah dan bersikap yang sama dengan menjaga agar tetap stabil, dan terus menerus berusaha tetap menstabilkan kualitas ketaqwaan saya kepada ALLAH sampai kemudian ALLAH menakdirkan untuk bertemu kembali pada Ramadhan berikutnya.

Semoga saya menjadi Alumnus Ramadhan yang menerapkan ihsan yang merasa terus menerus diawasi oleh ALLAH dalam setiap helaan napas saya, yang sadar betul bahwa bumi ini akan menjadi saksi atas semua perbuatan saya di muka bumi ALLAH, kemudian tetap menghidupkan malam-malamnya dengan qiyamul lail, merasakan kembali kenikmatan berbuka dengan menghidupkan puasa-puasa sunnah yakni puasa yaumul bidh (puasa tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriyah), puasa senin kamis atau bahkan puasa daud

Selamat tinggal Ramadhan, semoga saya mampu menjadi Alumnus Ramadhan yang baik, menjadi hamba yang lebih baik lagi dimata ALLAH, bukan dimata yang lain

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, Mohon maaf kan atas segala kesalahan saya selama ini SELAMAT hari raya Ied Fitri


Wassalam Pembela Kebenaran
****

※Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fans page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri terimakasih

Kata Ajaib


Kisah di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun. Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yg telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut,:

"Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata "tolong", setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan "maaf", saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan "terima kasih" kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.

Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Aamiin."


Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan.

Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Tiga kata "terimakasih, maaf, dan tolong" adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri..
Wassalam Pembela Kebenaran
****

※Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fans page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri terimakasih

Sungguh Mulia Engkau, Ibu


Ini hanyalah secuil dari Kemuliaan Seorang Ibu yang mungkin tidak pernah kita sadari.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "Cepatlah makan nak, ibu tidak lapar."

2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Ibu tidak suka daging, makanlah, nak.."

3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata,
"Istirahatlah nak, Ibu masih belum ngantuk.."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk Ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, Ibu masih punya uang."

5. Saat anak sudah sukses, menjemput Ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, Ibu tidak terbiasa tiggal di sana."

6. Saat menjelang tua, Ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi Ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, Ibu tidak apa apa."

Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, Ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.
Wassalam Pembela Kebenaran
****

※Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fans page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri terimakasih

Apakah Tuhan Itu Ada?


Ni ringan tapi daleem, mudah-mudahan belom baca...

Seorang pemuda yang lama sekolah di negeri barat kembali ke Indonesia. Sampai di rumah ia minta orangtuanya u/ m'cari guru agama, atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orangtua pemuda itu mendapatkan seorang Guru Agama (GA).

Pemuda : Anda siapa? Apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

GA : Saya hanya orang biasa saja.

Pemuda : Hmm... Profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

GA : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda: Saya punya 3 pertanyaan

1. Kalau memang Tuhan ada, tunjukkan wujud Tuhan kpd saya.
2. Apakah yg dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke Neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama! Apakah Tuhan tidak berpikir sejauh itu?

Tiba-tiba GA tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?

GA : Saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang Anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh tidak mengerti

GA : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

GA : Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya

GA : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tdk bisa.

GA : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

GA : Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

GA : Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

GA : Itulah yang dinamakan Takdir.

GA : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar Anda?

Pemuda : Kulit.

GA : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

GA : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

GA : Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

Semoga Bermanfaat.
Wassalam Pembela Kebenaran
****

※Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fans page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri terimakasih

SAHABAT TERSENYUMLAH

Senyum adalah ekspresi yang menceritakan sebuah kebahagiaan, kesenangan dan ketenangan. Sebuah anugerah yang diberikan kepada siapa saja. Tidak mengenal kelas, status sosial, ras dan warna kulit.

Bedanya barangkali terletak pada pemicu senyum bagi masing-masing individu. Bagi petani yang hidup di desa terpencil pada sebuah lereng gunung, mungkin derai dedaunan, rintik hujan atau sekedar tumbuhnya padi yang ia tebar cukup untuk menjadi pemicu sebuah senyuman.

Disamping ekspresi dari sebuah kebahagiaan, senyum juga merupakan simbol dari rasa syukur. Dimana kata syukur dalam bahasa yang lebih kita fahami adalah "pengakuan dari sebuah kenikmatan".

Senyum adalah wujud minimal dari pengakuan itu. Dari senyum maka lahirlah kalimat " alhamdulillah". Dari senyum maka lahirlah rasa berbagi dan lain sebagainya.

Jika demikian, maka sebenarnya kita memiliki stok senyum yang tidak terbatas. Karena kita dilingkupi nikmat yang tidak terbatas. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, semuanya penuh dengan kenikmatan. Bahkan kesedihan sekalipun.

Karenanya pernah ada sebuah cerita tentang seorang teman yang sudah ia anggap adik menangis, ia tersenyum dan ia katakan sama teman nya.
"Teruskanlah menangis, tapi kalau sudah selesai menangisnya,.. tersenyum ya".

Spontan saja teman nya tersenyum meski masih diiringi isakan, lalu protes,"aku masih sedih kok disuruh tersenyum tow bang". Spontan iakatakan, " Ya harus senyum,...coba kalau kamu tidak bisa sedih, tidak bisa menangis,... karenanya tersenyumlah karena kamu masih dikaruniai nikmat sedih dan nikmat menangis". Kita mungkin tidak akan bisa melihat indahnya pelangi jika tanpa hujan dan indahnya matahari, tersenyumlah.

Jika kita mampu menangkap segala kenikmatan yang kita rasakan, kenikmatan setiap udara yang kita hirup, setiap tatapan mata kita, setiap pendengaran kita, setiap denyut nadi dan detak jantung kita, setiap tapak kaki yang kita ayunkan, setiap gerakan dari anggota badan kita. Maka hidup kita akan penuh dengan senyum.

Lalu kita akan melihat betapa banyak kenikmatan yang kita rasakan. Bahkan kenikmatan itu terasa bertambah dan bertambah setiap kita mengurai sebuah senyuman. Bahkan ketika masalah terus saja mendera kita, cobalah untuk tetap tersenyum dan bersyukur tetaplah berfikir positif bahwa ALLAH sangat sayang dengan kita, Dia disana sedang memperhatikan kita dengan seksama. Insya ALLAH masalah yang kita hadapi akan terasa lebih ringan dan bahkan akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Tetaplah bersyukur (^_ ^)

Inilah sebenarnya yang telah digariskan Allah dalam al- Qur'an: "Jika kalian semua bersyukur maka akan kami tambah, namun jika kalian mengingkari segala nikmat yang telah kami berikan, maka sesungguhnya azabku sangatlah pedih" ( QS. Ibrahim: 7 ) Maka Tersenyumlaah (^_^)
****


※
Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fan page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri
Wassalam Pembela Kebenaran

BAGAIMANA TUHAN MENGAWASI MANUSIA

3 Cara Allah SWT Mengawasi

Karena takut didatangi pencuri, maka warga suatu perumahan menyewa penjaga atau hansip. Tetapi terkadang pencurian masih terjadi walau hansip sudah dibayar. Hal ini bisa terjadi bila hansip tersebut lengah atau ketiduran, sehingga si pencuri bisa melakukan aksinya. Hansip juga manusia!

Lalu bagaimana dengan Yang Maha Mengetahui?

Allah SWT mengawasi manusia 24 jam sehari atau setiap detik tidak ada lengah. Didalam melakukan pengawasan, ada 3 cara yang dilakukan Allah SWT:

① Allah SWT melakukan pengawasan secara langsung.

Tidak tanggung-tanggung, Yang Menciptakan kita selalu bersama dengan kita dimanapun dan kapanpun saja. Bila kita bertiga, maka Dia yang keempat. Bila kita berlima, maka Dia yang keenam (QS. Al Mujadilah 7). Bahkan Allah SWT teramat dekat dengan kita yaitu lebih dekat dari urat leher kita.

"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaaf 16)

② Allah SWT melakukan pengawasan melalui malaikat.

"ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri." (QS. Qaaf 17). Kedua malaikat ini akan mencatat segala amal perbuatan kita yang baik maupun yang buruk; yang besar maupun yang kecil. Tidak ada yang tertinggal. Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada kita (QS. Al Kahfi 49).

[18:49] Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".

③ Allah SWT melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri.

Ketika kelak nanti meninggal maka anggota tubuh kita seperti tangan dan kaki akan menjadi saksi bagi kita. Kita tidak akan memiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut untuk memberikan kesaksian sebenarnya.

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS. Yaasiin 65)

Kesimpulannya, kita hidup tidak akan bisa terlepas dimanapun dan kapanpun saja dari pengawasan Allah SWT. Tidak ada waktu untuk berbuat maksiyat. Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah SWT. Yakinlah bahwa perbuatan sekecil apapun akan tercatat dan akan dipertanyakan oleh Allah SWT dihari perhitungan kelak.
****

※Nb: tuk sobat semuanya yang belum menjadi fan page saya silahkan klik like DISINI dan jangan lupa kunjungi juga situs web saya di Kuningan Asri
Wassalam Pembela Kebenaran

MUTIARA RENUNGAN


Mutiara Renungan

Wanita adalah :


  1. Orang yang akan mendampingimu seumur hidup.
  2. Orang yang akan melahirkan anak-anak kamu, walaupun dengan penuh rasa yang sakit.
  3. Orang yang merawatmu sampai hari tua.
  4. Orang yang akan merawatmu pada saat kamu sakit.
  5. Orang yang akan selalu mendukung walau kamu gagal berpuluh-puluh kali bahkan beratus-ratus kali.
  6. Orang yang memberikan hidupnya untuk kamu. Bahkan dia membuang egonya demi bersamamu. Bahkan saat kamu menyakitinya, dia tetap berada disampingmu.

Pria adalah :

  1. Orang yang akan menjagamu seumur hidupmu.
  2. Orang yang berkorban untukmu.
  3. Orang yang menafkahimu.
  4. Orang yang merawatmu pada saat kamu sakit.
  5. Orang yang memelukmu pada saat kamu sedih.
  6. Orang yang ingin membuatmu bahagia.

Mereka sama berharganya, hanya saja mereka mempunyai perbedaan-perbedaan yang kadang membuat mereka menyakiti satu sama lain. Dan itu hanya dapat diatasi dengan pengertian dari kedua belah pihak.

Hidup itu singkat....
Melihat ke atas : memperoleh semangat untuk maju.
Melihat ke bawah : bersyukur atas semua yg ada.
Melihat ke samping : semangat kebersamaan.
Melihat ke belakang : sebagai pengalaman berharga.
Melihat ke dalam : untuk introspeksi.
Melihat ke depan : untuk menjadi lebih baik.

Dari air kita belajar ketenangan.
Dari batu kita belajar ketegaran.
Dari tanah kita belajar kehidupan.
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri.
Dari padi kita belajar rendah hati.
Dari TUHAN kita belajar tentang kasih yang sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

PRIBADI MUSLIM


Pribadi Muslim

Dalam sebuah majelis, Rasulullah Sallallhu 'alaihi Wasallam pernah ditanya para sahabat. ''Ya Rasulullah, apa ciri-ciri pribadi Muslim?'' Rasulullah menjawab, ''Ciri-ciri Muslim itu, apabila dia melihat kamu, maka dia mendekat kepadamu, kemudian dia menyegerakan salam. Lalu kau lihat tampak pada wajahnya selalu tersenyum. Lalu, dia akan lebih awal menjulurkan tangannya untuk bersalaman. Kalau kau dekat dengan dia, kau mencium wanginya. Kalau kau bicara dengan dia perhatikan baik-baik, pasti dia mengajakmu selamat dunia akhirat. Mau berbicara tentang apa saja, pada akhirnya mengajak kamu selamat di akhirat. Kalau berurusan dengannya, dia permudah. Itulah ciri-ciri pribadi Muslim.'' (Muttafaq 'Alaih).

Betapa sederhananya pribadi seorang Muslim yang digambarkan Rasulullah Sallallhu 'alaihi Wasallam di atas. Gambaran tadi kelihatannya sangat ringan, namun dalam praktiknya berat dilakukan.

Intinya, seseorang baru bisa dikatakan Muslim kalau orang lain merasanya aman dari tangan, lisan, dan perbuatannya. Pribadi Muslim selalu dekat dengan Allah.

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS.Al Baqarah:32)

Orang kalau sudah mendekat kepada Allah, maka akan sayang dengan makhluk Allah. Orang kalau sudah sujud, dia berdoa dengan rasa takut, dengan berharap amat sangat, dampaknya dia akan senang berbuat kebaikan.

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS.Huud:112)

Seorang Muslim itu laksana cahaya. Kalau dia sudah bercahaya, pasti menerangi kanan-kirinya karena dia mengakses nur Allah. Seorang Muslim menerangi bukan hanya hatinya, tapi pikirannya, pendengarannya, tingkah lakunya, pakaiannya, rezekinya, rumahnya, kamarnya, tamannya. Di manapun dia berada membawa cahaya, dan cahaya itu tidak bisa dikalahkan dengan kegelapan.

Seorang pribadi Muslim meyakini adanya hari akhirat, dia menjadikan, dunia ini untuk akhiratnya. Hidupnya untuk Yang Mahahidup. Bukan hidup untuk hidup, yang pada akhirnya berlomba-lomba untuk menjadikan semuanya komoditas. Sehingga, mengejar popularitas, jabatan, dan kekayaan.

Seorang pribadi Muslim tahu, waktu yang diberikan Allah ini sempit untuk di dunia. Makanya seorang Muslim ingin membuat kenangan yang panjang. Wa ammaa bini'mati robbika fahaddits
(Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya [dengan bersyukur). (QS Adh Dhuhaa [93]: 11)

Wallahu a'lam Bishawab..

Semoga bermanfaat..
Aamiin Ya Rabb

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

KETIKA ALLAH BERKATA "TIDAK"


KETIKA ALLAH BERKATA "TIDAK"

Ya Allah ambillah kesombonganku dariku

Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat

Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Allah beri aku kesabaran

Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ya Allah beri aku kebahagiaan

Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan

Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat

Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku

Allah berkata...
"Akhirnya kau mengerti !"


Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali -- orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.

Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.

Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam"....

Maka teruslah berdoa.!!!

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Surat Cinta Untuk Jiwaku dan Jiwamu


Surat Cinta Untuk Jiwaku dan Jiwamu

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeda, lebih bermakna dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.

Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan karena perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapaki jalanNya ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh sahabat-sahabat tercintaku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan.

Coba lihat disana! Hatimu menangis dan meranakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketakwaan.

Padahal kita menyadari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu saja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika mendzalimi diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dariNya

"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "

Wallahualam bisshawab Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau jalan di tempat, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahabat- sahabat tercintaku..... Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati "lelah".

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬