Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan

NABI ISA AS/YESUS TIDAK MENGAJARKAN DOSA WARISAN

″Ajaran penebusan dosa karena dosa warisan buatan Paulus ini telah melahirkan konflik besar di kalangan umat Kristen sendiri...″

Ulangan 24 : 16

Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

Yeremia 17 : 10

Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Yehezkiel 18 : 20

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

BANDINGKAN

PAULUS MENGAJARKAN DOSA WARISAN (PENEBUSAN DOSA)

Roma 5 : 12

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

I Korintus 15 : 21-22

(21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

(22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Roma 3 : 23-24

(23)Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

(24) dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

FAKTA :

Ajaran penebusan dosa karena dosa warisan buatan Paulus ini telah melahirkan konflik besar di kalangan umat Kristen sendiri, bahkan penebusan dosa ini juga pernah dijadikan ladang bisnis yang mendatangkan keuntungan serta kemewahan di kalangan Tokoh agama Katolik pada masa-masa sebelum tahun 1517. Kita ingat peristiwa pemberontakan Marthin Luther tahun 1517 dengan menempelkan 95 tesisnya di depan pintu gereja Wittenberg Jerman, yang salah satu isinya memprotes surat penebusan dosa, dengan memeras rakyat agar mau mengeluarkan uang demi mendapatkan surat pengampunan dosa dari gereja.

(sumber ; injilku Yang Ternoda, Yusuf Ismail Alhadid)

NABI ISA BERPEGANG PADA HUKUM TAURAT

Paulus mengatakan adanya Taurat menyebabkan orang mengenal dosa.

Orang Kristen boleh saja berdalih, semua dalil yang ada dalam perjanjian lama sudah tidak relevan dengan apa yang orang Kristen imani saat ini, karena orang Kristen hanya menggunakan perjanjian Baru. Dengan kata lain semua hukum dalam perjanjian lama adalah Hukum Taurat Musa, sedang sekarang yang dipakai oleh orang Kristen adalah Hukum Paulus.

Namun perlu diingat, bahwa Yesus datang ke dunia bukan untuk mengganti hukum Taurat dengan hukum yang baru, melainkan untuk menyempurnakannya. Berikut kita simak perkataan Yesus tentang hukum Taurat.

Matius 5 : 17

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Mazmur 19 : 8

Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; Peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Ibrani 10 : 28

Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.

BANDINGKAN

PAULUS MENOLAK HUKUM TAURAT

ROMA 3 : 20

Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

ROMA 4 : 15

Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

ROMA 7 : 6

Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

ROMA 5 : 20

Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Komentar :

Dari penjelasan dalil di atas, Nampak sekali Paulus begitu berani menentang apa yang difirmankan oleh Tuhan. Kenapa ? karena itu memang sudah menjadi wataknya. Salah satu watak Paulus yang kemudian diwariskan kepada semua pengikutnya adalah suka berbohong. Coba perhatikan pekataan Paulus yang membolehkan berbohong demi kemuliaann Tuhan versinya sendiri.

Roma 3 : 7

Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

NAH SEMUA DALIL TENTANG PEMBATALAN HUKUM TAURAT BERSUMBER DARI PAULUS DALAM SURATNYA YANG DIKIRIM KEPADA JEMAAT DI ROMA, PADAHAL YESUS MENGATAKAN ORANG YANG MENOLAK HUKUM TAURAT SEHARUSNYA DIHUKUM MATI.

MENGAPA PAULUS MENOLAK HUKUM TAURAT MUSA?

KARENA BANYAK SEKALI SYARI'AT DARI TAURAT MUSA YANG MEMBERATKAN PAULUS, DAN TIDAK SEJALAN DENGAN AJARAN BARUNYA. MISALNYA : DALAM TAURAT DIHARAMKAN BABI, DIWAJIBKAN SUNAT, MATI PAKAI KAIN KAFAN DSB. KITA LIHAT DALAM PEMBAHASAN LALU, AJARAN PAULUS MENENTANG APA YANG ADA DALAM TAURAT MUSA.

( Sumber : Injilku yang Ternoda karya Yusuf Ismail Alhadid)

TAMBAHAN DARI PENULIS :

Baca lagi ayat ayat injil di bawah ini :

ROMA 3 : 20

ROMA 4 : 15

ROMA 5 : 20

Dalam ayat -ayat itu, jelaskan sekali penolakan Paulus terhadap aturan-aturan (Taurat).

Paulus mengatakan adanya Taurat menyebabkan orang mengenal dosa.

Kalau ada aturan pasti ada ketaatan dan pelanggaran. Yang taat dapat pahala. Yang melanggar dapat dosa. Adanya peraturan bukan untuk memunculkan pelanggaran. Tapi untuk mengatur kehidupan agar jadi lebih baik. Apakah adanya peraturan lalu lintas, bertujuan untuk memunculkan ada pelanggaran? Atau kecelakaan? Apakah adanya undang-undang korupsi bertujuan untuk memunculkan koruptor? Bagaimana jika tidak ada undang-undang itu?

Karena Paulus adalah penentang Yesus, otomatis ia akan banyak melanggar Taurat dan berdosa. Untuk itulah Paulus membuat ayat baru yang menguntungkan dirinya.

ROMA 7 : 6

Dari ayat-ayat di atas, sangat jelas bahwa Paulus suka hidup bebas, seperti preman (free man), tanpa aturan, aturan dibuat sendiri, sesuai selera pribadi. Wah...wah... kalau begini...orang yang menuhankan Yesus (baca : pengikut paulus) adalah........... (teruskan sendiri)

Kitab Suci Paling Porno di Dunia ??? "HANYA UNTUK 18+"


Kitab Suci Paling Porno di Dunia ??? "HANYA UNTUK 18+"

Yang seringkali ditempel pada film-film yang hanya boleh ditonton bagi yang sudah berumur 18 tahun ke atas atau sudah dewasa. Banyak alasan lembaga sensor film memberikan label tersebut, di antaranya adanya adegan dewasa.

Begitu juga dalam Alkitab, ternyata, ada cukup banyak ayat yang hanya pantas dibaca oleh orang-orang yang sudah berumur 18 tahun ke atas atau su-dah dewasa, alasannya, ayat-ayat tersebut dinilai dapat memberikan efek bio-logis dan psikologis pada orang-orang yang membacanya, maka perlu adanya seleksi pembaca yaitu 18 tahun ke atas atau sudah dewasa.

Karna alasan tersebut, ayat-ayat ini tidak pernah dibacakan dalam kebaktian di gereja, tidak pernah dibacakan dihadapan sekumpulan orang, tidak pernah ditemui dalam kartu ucapan Natal atau kartu undangan perkawinan, dan tidak akan pernah ada orang Kristen baik pastor, pendeta atau orang-orang awam yang mau menghafalkan atau menjadikan dalil. Padahal ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci bagian dari sebuah kitab suci.

Bagi orang tua yang mengetahui ayat-ayat tersebut, tentu akan menyembunyikan rapat-rapat dari jangkauan anak-anak, agar jangan sampai mereka membacanya, kekuatiran ini sangat beralasan karena adanya efek biologis dan psikologis pada anak, yang dapat menyebabkan kedewasaan dini.

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut mengapa bisa demikian ?, dan untuk adik-adik di bawah 18 tahun sebaiknya tidak membaca artikel ini.
----

Kitab Kidung Agung

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2

Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6

Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3

Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5

Pusarmu seperti cawan yang bulat,
Yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2

Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3

Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
Buah dadamu gugusannya.7
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
Memegang gugusan-gugusannya.

Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8
----

Ayat-ayat di atas terdapat dalam kitab yang dinamakan sebagai kitab Kidung Agung, kitab ini terdapat dalam Bible/Alkitab yaitu kitab ke-22, Ayat-ayat dalam Kidung Agung berbentuk syair atau puisi yang di atas namakan buatan raja Solomon. Namun penisbahan ini sama sekali tidak tepat, karena orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengetahui siapa penulis kitab ini dan untuk apa kitab ini ditulis. Kitab Kidung Agung adalah kitab yang memuja cinta demi cinta dan untuk cinta.

Dalam Tafsir Alkitab Perjanjian Lama yang diter-bitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia halaman 502, disebutkan, kitab Kidung Agung ini sangat diragukan sebagai kitab suci dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan sejarah suci, hukum-hukum atau nabi-nabi. orang-orang Yahudi sendiri sangat ragu-ragu memasukkan kitab ini sebagai kitab suci. Namun umat Kristiani secara bulat menerima Kidung Agung sebagai kitab suci.

Ayat-ayat tersebut dilihat dari teksnya, berisi puisi-puisi cinta yang penuh gairah, yang tentu tidak pantas untuk dibaca oleh anak-anak berumur 18 tahun ke bawah dan sangat tidak mungkin diba-cakan dalam gereja yang jemaatnya terdiri dari laki-laki dan perempuan, siapapun dapat menerka apa yang terjadi bila ayat-ayat tersebut dibacakan di dalam kebaktian di dalam gereja.

Bahkan Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 1562 oleh lembaga inkuisi karena menyusun sebuah terjemahan Kidung Agung yang asli dari kitab berba-hasa Ibrani, tentu saja karena isinya terlalu vulgar. Ayat-ayat yang saya kutipkan di atas adalah dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 2004 yang isinya sudah diperhalus yang disesuaikan dengan adat ketimuran.

Ayat-ayat yang sudah diperhalus tersebut, masih saja terasa vulgar, bagaimana jika ayat-ayat tersebut diterjemahkan apa adanya seperti bahasa aslinya ? tentu jauh lebih vulgar dan lebih membangkitakan gairah. Semestinya, kalau ayat-ayat itu diklaim sebagai ayat-ayat suci, maka tidak diperlukan lagi usaha untuk memperhalus bahasanya, biarkan saja seperti aslinya. Bukankah ayat-ayat suci itu firman Tuhan, bukankah firman Tuhan akan hilang kesuciannya kalau ayat-ayat tersebut dirubah-rubah, ditambah, dikurangi atau direvisi. ?????

Pertanyaannya, apakah pantas ayat-ayat ter-sebut yang membangkitkan gairah dan fantasi dimasukkan sebagai ayat-ayat suci ?, Hikmah apa yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ??
----

KITAB YEHEZKIEL

Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19

Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10

Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21
----

Kisah tersebut di atas terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab ke-26 dalam Alkitab. Semua ayat dalam kitab tersebut, di klaim sebagai ajaran seseorang yang bernama Yehezkiel, menurut iman Kristiani Yehezkiel adalah seorang nabi yang hidup pada tahun 593 SM. Ajaran-ajaran Yehezkiel dibukukan dalam sebuah kitab yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya sendiri.

Sekarang mari kita kembali kepada teks ayat di atas. Kalau kita amati, ternyata isinya jauh lebih vulgar dari ayat-ayat dalam kitab Kidung Agung, bahkan ada kecondongan kasar dan sangat tidak pantas bagi bahasa ketimuran.

Kalimat �zakarnya seperti zakar kuda� dan �meme-gang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu� betul-betuli sulit diterima akal bila dima-sukkan dalam ayat-ayat suci, kata-kata dalam ka-limat itu lebih condong atau lebih tepat disebut se-bagai untaian kata-kata sensual dan erotis bahkan menurut adat ketimuran, bila ada seseorang yang mengatakan seperti kata-kata itu, maka masyara-kat akan mengatakan dia berkata-kata kotor.

Ayat-ayat yang saya contohkan di atas ada-lah ayat-ayat yang saya ambil dari Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004, ayat-ayat terse-but sudah mengalami revisi yang cukup banyak guna menghilangkan kesan sensual, erotis dan ko-tor. Padahal kalau ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci firman Tuhan, untuk apa lagi harus dirubah-rubah, bukankah Tuhan jauh lebih sempurna dalam memilihkan kalimat dari pada manusia ?

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut pada Alki-tab terbitan LAI tahun 1970,
----

Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledaidan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.20Yehezkiel 23:20
----

Kalimat yang bergaris bawah pada ayat tersebut yaitu pelirnya seperti pelir keledai telah diperhalus menjadi auratnya seperti aurat keledai pada Alkitab terbitan LAI 2004, padahal kata pelir dan aurat memiliki arti yang sangat berbeda, tentu saja pe-rubahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesan kasar dan kotor, tetapi perubahan tersebut memberikan efek perubahan makna. Dan ini melanggar larangan yang terdapat dalam Alkitab :

Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu laku-kan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Ulangan 12:32

Kalau ayat-ayat itu adalah firman Tuhan, untuk apalagi harus dirubah-rubah, apakah manusia lebih sempurna dari Tuhan dalam hal bertata-ba-hasa ?, tetapi kalau itu firman Tuhan mengapa kalimatnya sangat mengganggu norma-norma ketimuran, apakah Tuhan tidak tahu bahwa firmannya tidak cocok untuk orang timur, pasti tidak mungkin, karena Tuhan Maha Mengetahui. Bahkan di baratpun ayat-ayat tersebut juga mendapat kritikan karena dinilai tidak pantas untuk dipublikasikan.

Para penginjil Bandung sangat risih dengan ayat-ayat yang demikian, sehingga perlu merevisi ayat-ayat tersebut agar layak untuk dibaca, hasil-nya sebagai berikut :

Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20

Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21Yehezkiel 23:20-21, Penerbit Kalam Hidup Bandung


Hasil revisi tersebut cukup mengagumkan, sopan, halus dan lembut, cukup seimbang dengan nilai-nilai ketimuran. Namun sayang, sebagus apa-pun yang namanya merevisi firman Tuhan maka hasil yang didapat adalah bukan ayat yang asli lagi. Dan bagi pemeluk agama Kristen Bandung, harus rela dengan hilangnya ayat tersebut.

Ayat - ayat Yang Lain

Ayat-ayat berikut serupa bahasanya :

Kejadian 19:30-36 : Perzinahan ayah - anak
Kejadian 35:22 : Perzinahan ibu -anak
Kejadian 38:15-30 : Perzinahan ayah-menantu
2 Samuel 13:5-14 : Perzinahan kakak-adik
2 Samuel 16:21-23 : Anak memperkosa Ibu
Yehezkiel 16:23-24 : Pelacur tak pernah puas
Amsal 7:7-22 : Istri berselingkuh
Hakim-hakim 16:1 : Berzinah dengan sundal
----

George Bernard Shaw
Budayawan dan Kritikus Kaliber International dan pemenang Nobel tahun 1925, dia berpendapat :

�Alkitab adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi, simpanlah kitab ini di laci dan kuncilah�
----

The Plain Truth, Oktober 1977
�Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor�
----

Majalah Time 31 Maret 2001
�Alkitab merupakan kitab orang dewasa yang penuh sekali dengan erotisme�
----

Romo Don Bruno Maggioni
�Alkitab adalah sebuah karangan untuk orang dewasa. Bukan hanya karena-halaman seksualnya tetapi karena jenis masalah yang muncul di seputar seks manusia�
----

AL-QUR�AN LEMBUT DAN SANTUN

Penggambaran Cinta

Al-Qur'an memberikan gambaran cinta dan kasih dengan bahasa yang indah, santun dan mudah dimengerti makna dan hikmanya :

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, QS. 56:35-37

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan Sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. QS. 30:21

Ayat QS. 30:21 seringkali dicantumkan dalam kartu undangan pernikahan, tanpa tafsiran, hal ini menunjukkan ayat ini indah, sopan dan mudah dimengerti. Bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung, cari kartu undangan perkawinan orang Kristen yang memuat ayat ini, pasti tidak ada, karena akan dinilai tidak sopan, vulgar dan tidak ada makna apa-apa yang dapat diambil dari ayat-ayat Kidung Agung.

Penggambaran Hubungan suami-Istri
Al-Qur'an telah mengatur kehidupan suami istri dengan bahasa yang mudah, lembut, santun dan indah, walaupun tanpa kevulgaran namun sangat mudah untuk dipahami maksudnya :

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:"Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu�. QS. 2:222

Allah SWT memilihkan kata mendekati dan mencampuri untuk mewakili kata berhubungan badan, siapapun dapat mengerti maksud ayat tersebut dan mengambil pelajarannya, mudah, lembut, santun, indah dan tidak vulgar.
Mari kita lihat lagi firman Allah SWT yang menggambarkan kebolehan menggunakan metode apa saja untuk hubungan suami istri :

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki�.. QS. 2:223

Sebuah kalimat yang lembut dan santun, memberikan gambaran yang indah, yang sangat menghargai wanita dan laki-laki, yang wanita merasa seperti sawah yang memberikan manfaat bagi kehidupan, dan yang laki-laki merasa mempunyai kebebasan yang luas untuk bercocok tanam.
Tidak ada keharmonisan yang seindah keharmonisan antara petani dengan sawahnya. Begitulah firman Allah SWT mengalir begitu indah bersama hikmahnya, tidak ada satu katapun yang tidak mempunyai arti.

Sekarang bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung dan Yeheskiel 23:19-21, apakah ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ?, dan bagaimana dengan cara penyajian bahasanya ? indah ? lembut ? atau vulgar dan kasar ?.
----

Sampai di sini uraian kami, semoga bermanfaat bagi kita dan keluarga kita, aamiin.

Sumber : Buletin al-islah edisi 24
---OOO---

KALAU SUDAH BEGINI? APA MASIH HARUS DIPERDEBATKAN LAGI TENTANG KESUCIAN KITAB INJIL? ADAKAH KESUCIAN MENGUNGKAPKAN KATA-KATA CABUL?

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

BUKTI ALKITAB TELAH DIEDIT BEBERAPA KALI


Bukti Alkitab Telah Diedit Beberapa Kali

*Pendeta Kristen Ngedit 1Raja-raja 4:26

"40.000" diedit menjadi "4.000"

(Alkitab tahun 1963) "Dan lagi adalah Raja Solaiman empat puluh ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda"

BANDINGKAN DENGAN

(Alkitab tahun 1988) "Lagipula Solomon mempunyai kuda empat ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas ribu orang berkuda"

Alasan pengeditan: Agar jumlah kandangnya sama dengan jumlah kandang dalam ayat 2Tawarikh 9:25 (menghilangkan kontradiksi)
----------------===============---------------------

*Pendeta Kristen Ngedit 2Petrus 1:17

"ialah yang berkenan kepadaku" diedit menjadi "kepadanyalah aku berkenan"

(Alkitab tahun 1974) "Karena Ia sudah beroleh kehormatan dan kemuliaan daripada Allah Bapa tatkala kedengaran padaNya suatu suara daripada kemuliaan Yang Maha Besar demikian "Inilah AnakKu yang Kukasihi, Ialah yang berkenan kepadaKu"

BANDINGKAN DENGAN

(Alkitab tahun 1988) "Dan menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan Bapa, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Maha Mulia, yang menyatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan"
-------------------===================--------------

*Pendeta Kristen Ngedit Ulangan 33:2

"Seir" diedit menjadi "Edom"
(King James Version/KJV) And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them.

BANDINGKAN DENGAN

(Contemporary English Version/CEV) The LORD came from Mount Sinai. From Edom, He gave light to His people, and His glory was shining from Mount Paran. Thousands of His warriors were with Him, and fire was at His right hand.
(GNB/Good News Bible) The LORD came from Mount Sinai; he rose like the sun over Edom and shone on his people from Mount Paran. Ten thousand angels were with him, a flaming fire at his right hand.

(Bahasa Indonesia Sehari-hari/BIS) "TUHAN datang dari Gunung Sinai; Ia terbit di atas Edom laksana matahari dan dari Gunung Paran Ia menyinari umat-Nya. Ia disertai sepuluh ribu malaikat; api menyala di sebelah kanan-Nya

*Pendeta Kristen Ngedit Roma 3:12

"mereka" diedit menjadi "semua orang"

(KJV) They are all gone out of the way, they are together become unprofitable; there is none that doeth good, no, not one.

BANDINGKAN DENGAN

(DRB/ Douay-Rheims Bible) All have turned out of the way: they are become unprofitable together: there is none that doth good, there is not so much as one.

(ESV/ English Standard Version) All have turned aside; together they have become worthless; no one does good, not even one.

(GNB) All have turned away from God; they have all gone wrong; no one does what is right, not even one.

(BIS) Semua orang sudah menjauhkan diri dari Allah; semuanya telah sesat. Tidak seorang pun berbuat yang benar; seorang pun tidak!
----------------------------------------------========-------------

*Pendeta Kristen Ngedit Ulangan 18:18

"Saudara Bangsa Mereka" diedit menjadi "Bangsa Mereka Sendiri

(KJV) I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.

BANDINGKAN DENGAN

(GNB) I will send them a prophet like you from among their own people; I will tell him what to say, and he will tell the people everything I command.

(BIS) Dari bangsa mereka sendiri Aku akan mengutus kepada mereka seorang nabi seperti engkau. Aku akan mengatakan kepadanya apa yang harus dikatakannya, lalu ia akan menyampaikan kepada bangsa itu segala yang Kuperintahkan.

Alasan pengeditan: Agar Yesus dapat dianggap sebagai Nabi Terakhir dan Mesias (Juru Selamat)
-------------------------==================------------------

*Pendeta Kristen Ngedit 2Samuel 24:13

"7 tahun" diedit menjadi "3 tahun"

(KJV) So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine come unto thee in thy land? or wilt thou flee three months before thine enemies, while they pursue thee? or that there be three days' pestilence in thy land? now advise, and see what answer I shall return to him that sent me.

(Alkitab tahun 1974) "... Maukah engkau suatu bala kelaparan tujuh tahun lamanya berlalu dalam negerimu..."

BANDINGKAN DENGAN

(ESV) So Gad came to David and told him, and said to him, "Shall three years of famine come to you in your land? Or will you flee three months before your foes while they pursue you? Or shall there be three days' pestilence in your land? Now consider, and decide what answer I shall return to Him who sent me."

(GNB) Gad went to him, told him what the LORD had said, and asked, "Which is it to be? Three years of famine in your land or three months of running away from your enemies or three days of an epidemic in your land? Now think it over, and tell me what answer to take back to the LORD."

(Alkitab tahun 1988) "... Akan datang menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu..."

(BIS) Gad datang menghadap dan memberitahukan kepadanya perintah TUHAN itu, katanya, "Mana yang Baginda pilih: Negeri ini ditimpa bencana kelaparan selama tiga tahun, atau Baginda lari dikejar-kejar musuh selama tiga bulan, atau negeri ini diserang wabah penyakit selama tiga hari? Putuskanlah sekarang apa yang harus kusampaikan kepada TUHAN."

Alasan pengeditan: Agar jumlah tahun kelaparan sama dengan jumlah dalam ayat 1Tawarikh 21:12 (menghilangkan kontradiksi

*Pendeta Kristen Ngedit 2Tawarikh 36:9

"8 tahun" diedit menjadi "18 tahun"

(KJV) Jehoiachin was eight years old when he began to reign, and he reigned three months and ten days in Jerusalem: and he did that which was evil in the sight of the LORD.

BANDINGKAN DENGAN

(CEV) Jehoiachin was eighteen years old when he became king of Judah, and he ruled only three months and ten days from Jerusalem. Jehoiachin also disobeyed the LORD by doing evil.

(ESV) Jehoiachin was eighteen years old when he became king, and he reigned three months and ten days in Jerusalem. He did what was evil in the sight of the LORD.

(GNB) Jehoiachin was eighteen years old when he became king of Judah, and he ruled in Jerusalem for three months and ten days. He too sinned against the LORD.

(BIS) Yoyakhin berumur 18tahun ketika ia menjadi raja Yehuda, dan ia memerintah di Yerusalem 3 bulan 10 hari lamanya. Ia juga berdosa kepada TUHAN

Alasan pengeditan: Agar umur Jehoiachin (Yoyakhin) sama dengan umur Jehoiachin (Yoyakhin) dalam ayat 2Raja-raja 24:8 (menghilangkan kontradiksi)
--------------------------------------------------========---------

*Pendeta Kristen Ngedit Kitab 2Samuel 8:4

"700" diedit menjadi "1.700"

(KJV) And David took from him a thousand chariots, and seven hundred horsemen, and twenty thousand footmen: and David houghed all the chariot horses, but reserved of them for an hundred chariots.

BANDINGKAN DENGAN

(CEV) In the battle, David captured seventeen hundred cavalry and twenty thousand foot soldiers. He also captured war chariots, but he destroyed all but one hundred of them.

(DRB) And David took from him a thousand and seven hundred horsemen, and twenty thousand footmen, and houghed all the chariot horses: and only reserved of them for one hundred chariots.
(ESV) And David took from him 1,700 horsemen, and 20,000 foot soldiers. And David hamstrung all the chariot horses but left enough for 100 chariots.

(GNB) David captured seventeen hundred of his cavalry and twenty thousand of his foot soldiers. He kept enough horses for a hundred chariots and crippled all the rest.

Alasan pengeditan: Agar jumlah prajurit berkuda sama dengan jumlah dalam ayat 1Tawarikh 18:4 (menghilangkan kontradiksi)
-----------------------------------------------------------------------======--------

*Pendeta Kristen Ngedit 1Tawarikh 21:5

"1.100.000" diedit menjadi "800.000"

(KJV) And Joab gave the sum of the number of the people unto David. And all they of Israel were a thousand thousand and an hundred thousand men that drew sword: and Judah was four hundred threescore and ten thousand men that drew sword.

BANDINGKAN DENGAN

(DRB) And he gave David the number of them, whom he had surveyed: and all the number of Israel was found to be eleven hundred thousand men that drew the sword: and of Juda four hundred and seventy thousand fighting men."

Alasan pengeditan: Agar jumlah orang Israel sama dengan jumlah dalam ayat 2Samuel 24:9 (menghilangkan kontradiksi)

Pada Alkitab berbahasa Inggris, kata-kata tersebut sudah dihapus & dicampakkan. Sedang pada Alkitab Todays English Version, OT © American Bible Society (ABS) 1992, ditampilkan [NOT IN TEV] sebagai
ganti ayat yang dihapus.

*Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, berikut [NOT IN TEV] yang rekan saya dapati dalam Alkitab Todays English Version, OT © ABS 1992. Berikut kutipan ayat-ayat [NOT IN TEV] tersebut (dikutip dengan ayat sebelumnya dan atau ayat sesudahnya):

I Samuel 13:1-2
13:1 [NOT IN TEV]
13:2 Saul picked three thousand men, keeping two thousand of them with him in Michmash and in the hill country of Bethel and sending one thousand with his son Jonathan to Gibeah, in the territory of the tribe of Benjamin. The rest of the men Saul sent home.
Matthew 17:20-23
17:20 "It was because you do not have enough faith," answered Jesus. "I assure you that if you have faith as big as a mustard seed, you can say to this hill, 'Go from here to there!' and it will go. You could do anything!"
17:21 [NOT IN TEV]
17:22 When the disciples all came together in Galilee, Jesus said to them, "The Son of Man is about to be handed over to men
17:23 who will kill him; but three days later he will be raised to life." The disciples became very sad.
Matthew 18:10-12
18:10 "See that you don't despise any of these little ones. Their angels in heaven, I tell you, are always in the presence of my Father in heaven.
18:11 [NOT IN TEV]
18:12 "What do you think a man does who has one hundred sheep and one of them gets lost? He will leave the other ninety-nine grazing on the hillside and go and look for the lost sheep.
Matthew 21:43-46
21:43 "And so I tell you," added Jesus, "the Kingdom of God will be taken away from you and given to a people who will produce the proper fruits."
21:44 [NOT IN TEV]
21:45 The chief priests and the Pharisees heard Jesus' parables and knew that he was talking about them,
21:46 so they tried to arrest him. But they were afraid of the crowds, who considered Jesus to be a prophet.
Matthew 23:13-15
23:13 "How terrible for you, teachers of the Law and Pharisees! You hypocrites! You lock the door to the Kingdom of heaven in people's faces, but you yourselves don't go in, nor do you allow in those who are trying to enter!
23:14 [NOT IN TEV]
23:15 "How terrible for you, teachers of the Law and Pharisees! You hypocrites! You sail the seas and cross whole countries to win one convert; and when you succeed, you make him twice as deserving of
going to hell as you yourselves are!
Mark 7:15-17
7:15 There is nothing that goes into a person from the outside which can make him ritually unclean. Rather, it is what comes out of a person that makes him unclean."
7:16 [NOT IN TEV]
7:17 When he left the crowd and went into the house, his disciples asked him to explain this saying.
Mark 9:43-47
9:43 So if your hand makes you lose your faith, cut it off! It is better for you to enter life without a hand than to keep both hands and go off to hell, to the fire that never goes out.
9:44 [NOT IN TEV]
9:45 And if your foot makes you lose your faith, cut it off! It is better for you to enter life without a foot than to keep both feet and be thrown into hell.
9:46 [NOT IN TEV]
9:47 And if your eye makes you lose your faith, take it out! It is better for you to enter the Kingdom of God with only one eye than to keep both eyes and be thrown into hell.
Mark 11:25-28
11:25 And when you stand and pray, forgive anything you may have against anyone, so that your Father in heaven will forgive the wrongs you have done."
11:26 [NOT IN TEV]
11:27 They arrived once again in Jerusalem. As Jesus was walking in the Temple, the chief priests, the teachers of the Law, and the elders came to him
11:28 and asked him, "What right do you have to do these things? Who gave you such right?"
Mark 15:27-30
15:27 They also crucified two bandits with Jesus, one on his right and the other on his left.
15:28 [NOT IN TEV]
15:29 People passing by shook their heads and hurled insults at Jesus: "Aha! You were going to tear down the Temple and build it back up in three days!
15:30 Now come down from the cross and save yourself!"
Luke 17:35-37
17:35 Two women will be grinding meal together: one will be taken away, the other will be left behind."
17:36 [NOT IN TEV]
17:37 The disciples asked him, "Where, Lord?" Jesus answered, "Wherever there is a dead body, the vultures will gather.
Luke 23:13-19
23:13 Pilate called together the chief priests, the leaders, and the people,
23:14 and said to them, "You brought this man to me and said that he was misleading the people. Now, I have examined him here in your presence, and I have not found him guilty of any of the crimes you
accuse him of.
23:15 Nor did Herod find him guilty, for he sent him back to us. There is nothing this man has done to deserve death.
23:16 So I will have him whipped and let him go."
23:17 [NOT IN TEV]
23:18 The whole crowd cried out, "Kill him! Set Barabbas free for us!"
23:19 (Barabbas had been put in prison for a riot that had taken place in the city, and for murder.)
John 5:3-5
5:3 A large crowd of sick people were lying on the porches-the blind, the lame, and the paralyzed.
5:4 [NOT IN TEV]
5:5 A man was there who had been sick for thirty-eight years.
Acts 8:36-38
8:36 As they traveled down the road, they came to a place where there was some water, and the official said, "Here is some water. What is to keep me from being baptized?"
8:37 [NOT IN TEV]
8:38 The official ordered the carriage to stop, and both Philip and the official went down into the water, and Philip baptized him.
Acts 15:33-35
15:33 After spending some time there, they were sent off in peace by the believers and went back to those who had sent them.
15:34 [NOT IN TEV]
15:35 Paul and Barnabas spent some time in Antioch, and together with many others they taught and preached the word of the Lord.
Acts 24:6-8
24:6 He also tried to defile the Temple, and we arrested him.
24:7 [NOT IN TEV]
24:8 If you question this man, you yourself will be able to learn from him all the things that we are accusing him of."
Acts 28:28-30
28:28 And Paul concluded: "You are to know, then, that God's message of salvation has been sent to the Gentiles. They will listen!"
28:29 [NOT IN TEV]
28:30 For two years Paul lived in a place he rented for himself, and there he welcomed all who came to see him.
Rome 16:23-25
16:23 My host Gaius, in whose house the church meets, sends you his greetings; Erastus, the city treasurer, and our brother Quartus send you their greetings.
16:24 [NOT IN TEV]
16:25 Let us give glory to God! He is able to make you stand firm in your faith, according to the Good News I preach about Jesus Christ and according to the revelation of the secret truth which was hidden for long ages in the past.

*Dengan demikian, terdapat 18[NOT IN TEV] dalam Alkitab Todays English Version, OT © American Bible Society (ABS) 1992, antara lain pada:

1) I Samuel 13:1
2) Matthew 17:21
3) Matthew 18:11
4) Matthew 21:44
5) Matthew 23:14
6) Mark 7:16
7) Mark 9:44
8) Mark 9:46
9) Mark 11:26
10) Mark 15:28
11) Luke 17:36
12) Luke 23:17
13) John 5:4
14) Acts 8:37
15) Acts 15:34
16) Acts 24:7
17) Acts 28:29
18) Rome 16:24

Sedangkan pada Alkitab Contemporary English Version © ABS 1995, sama sekali tidak menampilan [NOT IN TEV] sebagai ganti ayat yang dihapus. Bahkan karena penghapusan ayat-ayat, pada beberapa Alkitab
berbahasa Inggris, ada ayat-ayat yang "terpaksa" meloncat. Misalkan ayat 43 langsung ke 45, karena ayat 44 dihapus. Pada Alkitab Contemporary English Version © ABS 1995; untuk menutupi "meloncatnya" ayat, nomer ayat-ayat yang dihapus digabung dengan nomor ayat sebelum atau sesudahnya.
Sebuah trik yang menarik. Silakan disimak:

John 5:2-5
5:2 In the city near the sheep gate was a pool with five porches, and its name in Hebrew was Bethzatha.
5:3-4 Many sick, blind, lame, and crippled people were lying close to the pool.
5:5 Beside the pool was a man who had been sick for thirty-eight years.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol


Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol


Empat belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.

Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).

Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.

Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.

"Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya", kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.

Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenai Muallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.

Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.

Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.

Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.

"Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku", katanya mantap.

Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.

"Saya membaca Al-Quran, saya menemukan kebenaran tentang Nabi Isa dan saya putuskan menjadi Muallaf".

Pada awalnya dia adalah seorang pemeluk Kristen yang taat.

"Dulunya saya rutin pergi ke Gereja tiap Minggu dan membaca Injil setiap harinya".

"Pada saat itu saya tidak tahu sama sekali mengenai Islam".

Dia mempunyai seorang tetangga Muslim Algeria yang memperkenalkannya pada Islam.

"Ketika berbincang-bincang dia mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, dan semuanya merupakan anak dari Nabi Ibrahim", kenangnya.

"Saya terkejut mengetahui bahwa dalam Islam juga mengenal Adam, Hawa, dan Ibrahim".

Perbincangan tersebut rupanya membuat Alfaro muda semakin ingin mengetahui tentang Islam.

"Selanjutnya, saya meminjam salinan Al-Quran dari perpustakaan".

Dia membawanya pulang dan membaca salinan Al-Quran tersebut dengan teliti.

Namun titik balik bagi Alfaro datang ketika dia membaca kisah tentang Yesus (Nabi Isa) dan kejadian penyaliban.

"Sebelumnya yang saya ketahui adalah Yesus merupakan anak Tuhan yang diutus ke dunia untuk menebus dosa umat manusia, dan sebetulnya hal tersebut cukup mengganggu saya".

"Dan saya temukan jawabannya dalam Al-Quran.
Yesus tidak pernah disiksa ataupun disalib".

Muslim meyakini Nabi Isa sebagai salah satu Rasul yang diberi penghormatan lebih.

Dalam Islam, Nabi Isa tidak mengalami penyaliban, namun diangkat ke surga dan akan diturunkan kembali pada akhir zaman untuk memerangi Dajjal Al-Masih dan akan membawa kemenangan dan kejayaan bagi Islam.

Dan kisah tersebut merubah keyakinan Alfaro untuk menjadi seorang Muallaf bernama Mansour.

"Dengan cepat saya menyadari bahwa Al-Quran adalah Kitab Tuhan yang sesungguhnya, dan saya tidak pernah menyesal menjadi seorang Muallaf".

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

Sarankan pengunjung lain untuk membaca tulisan ini juga.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Kontroversi Rasul Paulus


Kontroversi Rasul Paulus

Latar Belakang Pemikiran Paulus
Sejauh saya ketahui, Paulus adalah manusia yang kontroversial. Ini kenyataan yang saya temukan. Saya sudah baca beberapa buku mengenai Paulus. Dialah yang menciptakan agama Kristen yang menginspirasikan lebih satu Milyard umatnya didunia ini, yang membuat mereka merasa bahagia dan lega karena merasa sudah ada yang mati menyelamatkan mereka di hari kemudian. Paulus pula yang membuat umat kristen menitikkan air mata yang mengenang penderitaan Yesus di tiang salib.

Lebih satu milyard umat kristen di dunia ini memujanya. Mereka menganggap setiap kata yang tertulis dalam surat-suratnya yang tercatat dalam alkitab adalah firman Allah. Ucapan seperti " Tuhan Yesus", "Atas Nama Tuhan Yesus" meluncur secara spontan. Siapa yang mengajarkan semua ini..? apakah Yesus..? Jawabannya bukan, semua itu bukan dari ajaran Yesus melainkan dari Paulus.!

Yesus selama hidupnya tidak pernah mengajarkan bahwa dirinya Tuhan. Meskipun ada yang mengatakan bahwa Yesus mengajarkan demikian, ibunya saudara-saudaranya yang tidur sebantal dengan Yesus, tidak akan percaya bahwa yang tidur disamping mereka setiap malam adalah Tuhan.

Surat-surat Paulus menjadi landasan filsafat dan pemikiran sebagai ajaran baru, "Mithos Kristus", yang menyimpang dari ajaran Yesus dan murid-muridnya. Oleh karena itu orang-orang di zaman modern di mana informasi tentang sejarah pergerakan Yesus dapat diperoleh, mengaitkan Yesus dan murid-muridnya dengan ajaran pemikiran Kristen, sudah tidak tepat. Pehatikan pernyataan dari Burton L Mark seorang sejahrawan dan pakar Alkitab dalam bukunya Who Wrote The New Testament tentang siapa pembawa agama Kristen di dunia ini:

(Dari surat-surat Paulus, selanjutnya, gambaran tentang kehidupan dan pemikiran Kristen dimulai. Oleh karena itu Paulus dianggap sebagai orang pertama yang memeluk agama krsiten, orang Kristen pertama yang tidak mengenal Yesus" dalam daging" sebagaimana dikatakannya, dengan demikian dia merupakan orang pertama yang mendasarkannya keimanannya dimulai dari Kebangkitan Yesus dari kematian...Konsep pemikiran Paulus tentang kristn tidak tampak dalam naskah-naskah yang ditemukan dari Kelompok Pergerakan Yesus)

Memang sebelumnya Paulus beragama Yahudi. Bukan hanya sekedar Yahudi biasa, tetapi seorang intelektual Yahudi. Karena pengetahuannya tentang agama Yahudi dia kemudian diangkat sebagai Guru (Rabbi). Namun latar belakang pendidikan filsafat Helenisme yang berbentuk pribadinya, menyebabkan Yahudinya adalah Yahudi Helenis. Pendidikan Yahudi yang diperolehnya dibawah bimbingan Gamaliel, bukannya menghapus paham Helenis yang melekat dalam dirinya, tetapi sebaliknya ajaran Yahudi yang diperolehnya diarahkan ke Helenisme.

Para pemimpin Pergerakan Yesus di Yerusalem yang menyadari hal ini, segera menegurnya untuk kembali ke ajaran Yahudi yang benar. Pada mulanya Paulus taat dan bertobat untuk tidak lagi melenceng dari ajaran ajaran yang telah disepakati. Namun apa yang terjadi kemudian, ternyata tobatnya Paulus hanya dimuka para Pemimpin Yerusalem. Begitu kembali ke kelompoknya, Helenis Non-Yahudi, desakan untuk meninggalkan hukum Taurat tidak terbendung. Dan akhirnya secara terbuka Paulus mengkotbahkan ajaran (injil) barunya, yang diinspirasikan oleh filsafat Platonis, Stoic, Gnostisisme dalam kematian dan kebangkitan Kristus (Yesus) yang dikemas dengan nama : KRISTEN.

Oleh karena itu dia dipuja oleh golengan penyembah berhala, malah sebagian mereka menganggap Paulus sebagai penjelmaan Tuhan mereka didunia. Namun sebaliknya dia dimusuhi oleh kaum Yahudi yang menganggapnya sebagai penyakit yang paling berbahaya dan pembuat kekacauan di dunia yang beradab. Kelompok murid-murid Yesus malah menyebutnya sebagai "Jemaah Setan", karena dialah yang dianggap merusak agama Yesus. Roetzel menggambarkan pendapat sebagian besar umat Yahudi terhadap Paulus sebagai berikut:
...Dia (paulus) memisahkan Kristen dari sumber aslinya, agama Yesus yang sederhana. Sebagian besar umat Yahudi memandang Paulus sebagai Bapak Anti-Samawi, dari Barat. Dialah, menurut mereka, yang mencabut warisan turun-menurun Yahudi dari Sinanog. Dialah yang dengan marah dan frustasi mencambuk orang-orang Yahudi yang membangkang untuk menerima injil yang diberitakannya. Dialah yang mengecam barang siapa yang bersunat akan dikutuk. Dan dialah, orang murtad dari agama Yahudi dan kemudia menyelewengkan ajarannya.)

Lebih dari satu Milyard Umat Islam di persada bumi ini tercengang! Apa benar Nabi Isa (Yesus) yang Rasul Allah mengajarkan hal-hal yang bersifat syirik ? APa benar Rasul ke 24 yang kita cintai ini makan babi atau menghalalkan babi untuk umatnya? Apa benar Nabi Isa as (Yesus) membawa ajaran yang bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad saw? Kalau andai kata bertentangan, siapa yang membuat bertentangan?

Cukup banyak pertanyaan buat umat islam. Semua pertanyaan ini timbul bukan karena Nabi Muhammad saw. Ini bukan juga karena Nabi Isa as (Yesus) dan murid-muridnya tetapi karena Paulus. Paulus pun tidak lepas sasaran kritikan para pakar Alkitab untuk berbagai Alasan.
Manakala kita membuka-buka buku Perjanjian Baru, siapa figur yang paling Dominan disana? Mungkin hampir semua orang akan mengatakan Yesuslah tokoh paling dominan. Tetapi bagi saya, sejauh yang saya baca dalam berbagai buku serta Alkitab, saya tiba dalam kesimpulan bahwa Tokoh yang paling dominan dalam perjanjian baru adalah bukan Yesus tetapi Paulus dengan Kristusnya.

Paulus lahir dan dibesarkan di kota Tarsus dari keluarga Yahudi dan perantauan. Tarsus dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan kebudayaan di pantai Tenggara Asia Kecil. Disinilah Paulus belajar bahasa Yunani dan memperoleh Nama Yunaninya "Paulos" nama yang lebih populer dibanding Ibraninya "Shaul". Kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat berbagai agama dan filsafat terkenal seperti Mitraisme, Platonis, Stoic, dan Gnostisisme.
Filsafat-filsafat ini sangat dominan dalam kehidupan masyarakat Tarsus. Upacara-upacara yang berkaitan dengan agama/ filsafat-filsafat ini menjadi pemandangan yang lazim di mata Paulus sehari-hari. Dengan belajar dan filsafat Yunani, Paulus menjadi figur yang berbentuk dengan perpaduan berbagai filsafat tersebut. Pengaruh filsafat-filsafat ini dalam arti pemikiran Paulus dapat dilihat jelas dalam surat-suratnya yang menjadi bagian dari Perjanjian Baru.

Mari kita bahas satu-satu.....

1. Mithraisme.

Hari Natal setiap tanggal 25 Desember diperingati di seluruh dunia. Jarang orang mempertanyakan, mengapa tanggal 25 Desember? ada segolongan orang yang melakukan ibadah pada hari minggu? juga jarang mempertanyakannya. Kedua hal diatas segera terjawab, setelah membuka-buka lembaran kerajaan Romawi. Sejak zaman sebelum Yesus, orang-orang Romawi menyembah Dewa Matahari (Mithra) merayakan Hari Kelahiran Tuhan mereka yaitu tanggal 25 Desember, sejalan pergerakan Matahari yang muncul dari garis balik selatan menuju Utara.

Orang-orang Romawi menyembah Dewa mithra pada hari Minggu (dalam bahasa inggrisnya, Sun-day). Sun = Matahari. Day= hari penyembahan. Sunday= Hari penyembahan Dewa Matahari. Kemudian timbul pertanyaan, dari mana orang-orang Romawi memetik ajaran ini?

A. N. Wilson dalam bukunya Paul the Mind of the Apostle menjelaskan:

Para Ahli Purbakala memperlihatkan bahwa Tarsus merupakan pusat kegiatan para penyembah Dewa Mithra sampai dengan masa keruntuhan Kerajaan (Romawi).....Kemungkinan besar laskar Pompey, dalam kegiatan mereka ke Timur, yang pertama memperkenalkan aliran (Penyembah Dewa Mithra) ini ke Masyarakat Romawi).

Paulus sebagaimana anak-anak lainnya yang lahir dan dibesarkan di Tarsus tidak akan lepas dari Upacara Keagamaan. salah satu upacara Mithraisme yang dilakukan oleh orang -orang Tarsus adalah menghormati Dewa Pahlawan, Herakles. Penghormatan kepada Herakles, tidak jauh berbeda dengan penghormatan kepada Dewa-dewa lainnya yang mati dan kemudian bangkit kembali seperti Mithra, dewa adonis, di Syria, Dewa Thammuz di babylonia, Dewa Osiris di Mesir.

Dari peninggalan sejarah di Tarsus di ketahui bahwa Herakles yang mati kemudian bangkit kembali sebagai Juru Selamat. Silahkan baca I Korintus 15:3-4:

"Sebab sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan kitab suci. Bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari ketiga sesuai dengan Alkitab.

Perhatikan pernyataan Paulus pada kata "yaitu apa yang kuterima sendiri". Dari siapa dia menerima ajaran kristus mati karena dosa manusia, bahwa ia telah dikubur, dan dibangkitkan kembali? Dari Yesus? Tidak mungkin! Yesus tidak pernah mengajarkan Kristus versi penyembah berhala seperti yang dikatakan oleh Paulus. Apalagi para pakar Alkitab dan sejahwaran Kristen pada umumnya sependapat bahwa Paulus tidak pernah bertemu dengan Yesus. dari Rabbi? tidak mungkin! Rabbi mengajarkan Kristus tidak seperti apa yang dikatakan Paulus. Dari ahli filsafat penyembah Berhala? ini yang mungkin! Karena Kristus yang diperkenalkan oleh ahli filsafat penyembah berhala.

Dangan melihat konsep-konsep Mithraisme kita sudah dapat menduga dari mana sumber inspirasi Paulus dalam memperkenalkan kristusnya. Kalau andaikata Kitab Perjanjian Lama yang merupakan pegangan umat Yahudi mengajarkan bahwa akan ada Tuhan yang turun ke bumi mengambil bentuk manusia, yang kemudian mati, bangkit kembali, terangkat di sorga dan menjadi Juru Selamat, mengapa tidak pernah diajarkan sebelumnya?

Padahal Paulus berulang-ulang mengatakan: sesuai dengan kitab suci, sesuai dengan kitab suci. Kalo kitab suci adalah perjanjian Lama, apakah hanya Paulus yang tahu menafsirkan Perjanjian Lama?
Bagaimana dengan para Rabbi? Ahli taurat, saduki dan Farisi sejak ratusan Tahun sebelum datangnya Paulus?

Konsep Mithraisme dan penyembah Dewa Pahlawan Herakles ini akan lebih jelas lagi dalam penjelasan Wilson berikut ini:

PASKAH - KEBANGKITAN ----MENIRU AGAMA PAGAN.....

(Salah satu tanda yang paling jelas dari penyembah Mithraisme adalah ajaran untuk meminum darah sapi suci atau meminum secawan anggur sebagai perlambangan Darah...ini melambangkan tumbuhnya baru lepas dari kubur.)
Hal ini sama seperti surat Paulus di Korintus, silahkan baca I Korintus 10:16: "Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur adalah persekutuan dengan darah Kristus?"

Dan mitos tentang Dewa herakles kemudian diterapkan secara cerdik kedalam Pahlawan Yahudi "Yesus dari Galilea yang mati, dan bangkit kembali sebagai Juru Selama, persis seperti Herakles. Barang siapa yang tidak percaya, tidak akan selamat. baca lagi I Korintus 15:17 : " Dan jika kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosa. Ajaran Paulus tentang Mithraisme juga dianut oleh penulis injil Matius, pendukung Paulus, sebagai mana yang dapat kita baca sgg:

Mathius 26:27-28: "Sesudah itu ia mengambil cawan, mengucapkan syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata " Minumlah kamu semua cawan ini. sebab inilah darah - Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Jelas sekali kalo injil Matius yang menganut ajaran Paulus tanpa sadar membuat Yesus menjadi penganut Mithraisme. Yesus yang beragama Yahudi dan mengharamkan Darah, oleh penulis injil Matius disamakan dengan sapi suci Herakles yang darahnya memberikan kehidupan baru. Umat Yahudi termasuk Yesus dan murid-muridnya mengharamkan Darah. Berbicara tentang perumpamaan tersebut, dimana murid akan meminum darah gurunya, bisa membuat murid-murid Yesus yang kesemuanya Yahudi, jijik dan muntah.

Namun karena penulis Injil Matius sebagaimana paulus adalah penganut Mithraisme, meminum darah bukan suatu yang janggal. Apalagi kalo dibalik itu mungkin ada kesengajaan mengarahkan cerita bahwa Yesus berbuat demikian demi maksud-maksud tertentu.

Kalau Paulus menganut faham ini secara kental, tidak mengherankan, karena sejak kecil, festifal menghormati Dewa Herakles yang mati dan bangkit kembali, yang mengorbankan darah lembu suci untuk kehidupan baru, lewat di depan matanya setiap tahun. Kepercayaan ini telah tertanam dan terprogram dalam alam bawah sadar Paulus. Oleh karena itu, suatu cerita yang berkaitan atau mendukung apa yang tersimpan di alam bawah sadarnya secara otomatis ditanggapinya. Paulus yang menganut faham darah untuk keselamatan dapat dilihat dalam suratnya kepada jemaah Roma. silahkan baca Roma 5:9: "Lebih-lebih karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah".

2. Platonis

Faham Platonis yang dianut Paulus dinyatakan oleh pengakuan Santo Augustinus dalam buku tentang dirinya yaitu "The Confession of St. Augustine yang diterjemahkan oleh John K Ryan, dibawah sub judul : Kitab Suci dan Filsafat Penyembah Berhala. St. Agustinus mengaku pernah baca buku Platonis. Dalam buku tersebut ditemukannya kalimat-kalimat yang mirip dengan surat-surat Paulus kepada Jemaat di Filipi 2:6 yang kalaupungaya bahasanya berbeda tetapi mengandung pengertian yang sama:( Saya menemukan (St agustinus), dalam buku tersebut (filsafat Platonis) yang walaupun gaya bahasanya agak berbeda, bahwa Anak, yang walaupun didalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.)

Surat Paulus kepada Jemaat di filipi 2:6-11 sangat terkenal di dalam dunia Kristen sebagai salah satu landasan untuk mempertuhankan Yesus Kristus, yang menyatakan bahwa dia adalah Tuhan dari Sorga yang turun ke bumi mengambil bentuk manusia. Ayat-ayat ini sering saya dengar digunakan oleh umat Kristen untuk memperlihatkan bukti dari Alkitab bahwa Yesus adalah Tuhan.

Namun sebelum kita mengatakan semua, Santo Agustinus, pemuka Gereja yang dihormati, sudah menyampaikan kepada kita bahwa sekitar 400 Th sebelum lahirnya Paulus, filsafat tersebut sudah diperkenalkan Plato. Artinya Paulus tinggal menjiplak dan membimbingnya. Selain itu mari kita lihat Paul Tillich pakar sejarah pemikir Kristen dari Divinity School of university of chicago, dalam bukunya A History Of Christan Thought menjelaskan secara detail faham Platonis yang merupakan landasan surat Paulus kepada Jemaat Filipi 2:6-9 yang berbunyi:(..sukma yang jatuh dari kebersamaan abadi dimana dunia Roh, turun ke bumi dalam rupa manusia, kemudian berusaha melepaskan keterkaitannya dengan daging(tubuh), dan akhirnya mencapai tingkat yang lebih tinggi dari dunia kebendaan. Ini berlangsung secara bertahap, dan bertingkat. Faham ini kemudian dianut pula oleh gereja, bukan hanya oleh golongan sufinya tetapi juga secara luas, oleh para pemimpin Gereja)

Filsafat diatas, akan nampak lebih jelas dengan membaca pemikiran Paulus dalam suratnya kepada jemaat Roma pasal delapan: "sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum taurat, karena tidak berdaya oleh daging, telah dilakukan olah Allah. Dengan jalan mengutus anaknya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa.... Maka ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mai, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Rohnya, yang diam dalam kamu.

Ini Jelas filsafat Platonis yang menurut Edward Gibbon diperkenalkan oleh Plato (427?-347?. SM). Filsafat ini yang kemudian dibangkitkan kembali oleh Paulus.(I Korintus 8:6), secara kental dianut oleh kaisar Nervaf (96-98 M) yang mengumumkan kepada Khalayak sesuatu yang sangat mengherankan:(Logos (Firman) yang bersama0sama dengan Allah sejak permulaan, dan adalah Anak Allah yang menciptakan segala sesuatu dan Olehnya segala sesuatu dijadikan, telah menjelma ke dalam diri Yesus dari Nazaret).

Oleh sebab itu salah seorang pemuka Kristen yang juga pakar Naskah Laut Mati, Reverend Dr. Charles Francis Potter dalam bukunya The Lost Years of Jesus Revaled" menyayangkan umat kristen yang memasuki Millenium ketiga saat ini, masih berfikiran seperti orang-orang abad pertama, kedua dan ketiga lihat tulisannya yang berbunyi: (Para pengikut Yesus, para ulama Kristen dan penerus abad-abad I, masih dapat dimaafkan kalo mereka gagal memahami bahwa beliau (Yesus) sesungguhnya bukan Tuhan yang turun dari langit, tetapi hanyalah seorang manusia yang sangat besar (di zamannya). Tetapi (yang mengakui) pengikut saat ini, para ulama Kristen modern tidak dapat lagi dimaafkan (untuk berfikiran seperti diatas) dengan memanfaatkan keterbatasan dan tidak kemampuan berfikir orang-orang Palestina dan dua ribu tahun yang lalu dalam menjelaskan pribadi dan karakter pemimpin yang baik dan guru umat Manusia (Yesus) ini).

3. Stoic

Tarsus dikenal sebagai pusat filsafat Stoic. Filsafat ini menganut faham hikmah. Artinya segala sesuatu bencana yang menimpa diterima dengan mengambil hikmahnya. Filsafat stoic, menjadi lebih menarik diabad ketiga SM pada saat Yunani ditimpa berbagai macam bencana seperti kelaparan, perang saudara dan penindasan. Dengan memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah rencana "Yang Maha Kuasa" maka orang akan menerimanya dengan ikhlas. Salah satu faham Stoic yang dianut Paulus adalah cosmopolitanisme yang tidak mebeda-bedakan suku bangsa. Pengaruh filsafat Stoic pada diri Paulus dijelaskan oleh Roetzel sbb: (Masa muda Paulus dihabiskan di Tarsus, pusat filsafat Stoic. Surat-suratnya jelas memperlihatkan pengaruh Stoic.....Kecenderungannya melihat uamt sebagai penduduk sorga (fil:3:20) dibanding penduduk kota, memiliki hubungan yang kuat dengan pandangan Stoic. Mungkin termasuk pandangannya tentang oikumene (penduduk bumi) yang menggabungkan Yahudi dan Non- Yahudi diilhami oleh faham Cosmopolitanisme Stoic (Roma 10:18)).

Pandangan Cosmopolitanisme Stoic yang dianut Paulus dapat dengan jelas dilihat pada suratnya kepada jemaat di Kolose: 3: 11:"Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat,orang barbar atau orang Skit, budak orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam sesuatu.

Pengaruh lain dari filsafat Stoic dalam injil dan surat-surat Paulus adalah faham tentang Logos (firman). Tillich dalam buku yang sama memperlihatkan bahwa kristen menganut berbagai ajaran dasar dari filsafat stoic, kita lihat bagaimana pendapat tillich: (Kristen menganut dari saingan beratnya(Stoic) berbagai ajaran dasar. Yang pertama adalah ajaran Firman, suatu ajaran yang dapat membuat anda putus asa bila anda memelajari sejarah tritunggal dan pemikiran Kristen. Perkembangan dogma dengan KRisten tidak akan dimengerti tanpa (bersandar pada filsafat) ini.)

4. Gnostisisme
Pengaruh Gnotisisme dalam pemikiran

Paulus cukup kental. Hal ini dapat kita lihat pada pandangan dualismenya tentang Tuhan yang disorga dan Tuhan di bumi, tentang daging dan roh tan tentang terang dan gelap. disamping itu penganut penganut faham ini mengaku memiliki rahasia yang hanya mereka yang tau karena khusus diberi tahu. Untuk melihat uah fikirannya yang disandarkan pada filsafat gnostisisme, perhatikanlah pernyataan dalam suratnya kepada jemaat di korintus 15:48-51: "Mahkluk-mahkluk alamiah sama dengan. dia yang berasal dari debu tanah dan mahkluk-mahkluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari Sorga... Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu daging dan darah tidak dapat mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu sesuatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.....

Pada umumnya penganut paham Gnostic dimana-mana membenci dunia dan daging(jasad). Menurut mereka, kalo dunia ini jahat berarti arsiteknya (penciptanya) yakni Tuhannya Perjanjian Lama adalah jahat. Oleh sebab itu pemikiran Kristen yang dipengaruhi paham ini menganggap Tuhan pencipta alam di Perjanjian Lama adalah "jahat" dan sebaliknya Tuhan dalam Kristus adalah baik. Pandangan ini dapat kita lihat dalam surat Paulus kepada Jemaat di Korintus dalam 2Korintus 4:3-4: Jika injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah jaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Kata-kata yang digaris bawahi diatas, bagi kebanyakan orang sulit dimengerti. Namun untuk mudahnya saya kutip kata-kata tersebut dalam alkitab berbahasa Ingris KJV yakni: "th God of this world yang artinya Tuhan didunia ini, atau Tuhan pencipta dunia. Jadi menurut Paulus, Tuhan pencipta Dunia ini Jahat, karena telah membutakan orang sehingga tidak percaya pada ajarannya(ajaran Kristen).

Golongan gnostik yang hidup dalam Roh menyembah pribadinya yang menjadi roh, yakni Kristus, sebaliknya mereka malah mengutuk Yesus yang pernah hidup dalam daging. Maricon yang hidup di abad II, merupakan salah seorang kampium Gnostisisme. Maricon dan kelompoknya menggunakan Surat-surat Paulus sebagai bagian terbesar dari Alkitab mereka. Oleh karena itu selit memungkiri pengaruh Gnostisisme dalam alam pemikiran Paulus. Sebagai contoh dapat dilihat beberapa ayat-ayat dari surat-suratnya yang memberikan gambaran jelas pengaruh Gnostisisme. silahkan baca Roma: 7:18: Sebab aku tahu, bahwa didalam aku, yaitu didalam aku sebagai manusia yang tidak ada sesuatu yang baik....

baca lagi roma: 7:24: Aku manusia celaka! siapakah yang melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Pertanyaan-pertanyaan yang tendensius di atas disamping diartikan sebagai pengaruh Gnostisisme dalam alam pikiran Paulus, juga ada sebagian yang memperkirakan Paulus sebagai homoseksual. Namun pernyataannya yang sulit dibantah sebagai pengaruh Gnostisisme adalah dalam suratnya kepada jemaat Roma: 8:23:

....kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan Tubuh kita.

Menurut Paulus, hidup dalam daging adalah hidup dibawah hukum Taurat yang tidak lepas dari dosa. Oleh karena itu Dia menganjurkan pengikutnya untuk hidup dalam roh dalam Kristus. silahkan baca Galatia 3:3: Adakah kamu sebodoh itu? kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya dalam daging?

Jelas sekali Paulus menggunakan paham dualisme terang dan gelap dari Gnostisisme:

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.

Aplikasi filsafat Gnostisisme tentang Tuhan di Langit dan Tuhan di Bumi dalam pemikiran Paulus, dapat dilihat dari pemahamannya tentang Kristus. Menge-nal Tuhan di langit dan Tuhan di bumi, dapat kita lihat dari titik berat kebangkitan KRistus sebagai dasar keimanannya, Tuhan yang dibangkitkan di dunia ini adalah Tuhan dari Rohyang baik. Sementara Tuhan yang sebelumnya adalah Tuhan dari daging yang kurang baik karena mengurung manusia di dalam Hukum Taurat. Oleh karena itu dengan kematian Kristus, maka matilah pula hukum taurat dari produksi Tuhan yang kurang baik.

Tuhannya Paulus yang baik dibandingkan Tuhannnya Yesus yang kurang baik dapat dilihat dari penjelasan Roetzel berikut:

(Paulus merasa bebas dari dosa dan kematian melalui kasih, Yahudi, sebagai mana kita ketahui, di bebani oleh Hukum dengan dosa, oleh dosa dengan kematian. Tuhannya Paulus tampil sebagai Tuhan pengasih, Tuhannya Yahudi sebagai pembebas tugas. tugas berat)

Demikian ulasan saya tentang siapa Paulus dan bagaimana Latar belakang Paulus yang kontroversial ini, dan ternyata ajaran kristen bukan lagi ajaran Yesus tapi ajaran Paulus yang terbukti telah memutar balikkan ajaran Yesus, dan menggantikan ajaran Yesus dengan ajaran penyembah berhala Romawi....

semoga bermanfaat.....
wassalam

Regard ki gondrong
Sumber : diambil dari catatan teman

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Mengupas Zat KeTuhanan Trinitas


Mengupas Zat KeTuhanan Trinitas

Bismillahirrahmanirrahim.

Seperti yang kita ketahui, didalam ajaran Kristen (kecuali saksi Yehovah dan
Unitarian yg lain), Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum. Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus. Dan ketiga-tiga oknum ini sehakikat dan satu dalam zat.
Dan sekali lagi, menurut ajaran Kristen (baik itu Katolik maupun Protestan)
bahwa kata Anak pada anak Tuhan yang diperankan oleh Jesus alias Yahshua alias YAOHÚSHUA hol-MEHUSHKHÁY alias 'Isa al-Masih putra Maryam bukan hanya sebagai kiasan, namun dalam arti yang sebenarnya.

Oleh karena perkataan anak Tuhan disini digunakan dalam arti yang sebenarnya,
maka perkataan "Bapa" disini harus juga digunakan pula dalam arti Bapa yang sesungguhnya. Dengan demikian terjadilah suatu hal yang mustahil !

Karena anak yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu
zat dengan Bapa yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga. Sebab pada ketika zat
yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga zat yang satu ini dise but sebagai Bapa. Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini se bagai anak dari Bapa itu.

Ketika kita zat yang satu ini kita sebut Bapa, maka dimanakah anak ? Oleh karena mereka memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat, maka disini telah menghadapi suatu dilema yang sukar. Tapi jika disebut zat Bapa lain dari zat anak, maka akan nyata pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme keTuhanan).

Begitu pula dengan masalah oknum Trinitas yang ketiga, yang umumnya disebut se bagai Roh Kudus, menambah perbendaharaan oknum keTuhanan sehingga Tuhanmemiliki tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga imbasnya pengakuan ke-Esaan Tuhan dalam satu zat akan sirna. Roh Kudus digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan oknum Roh Kudus ini seringkali turun, baik sebelum Yesus lahir, masa Yesus hidup atau pun masa-masa setelah kepergi an Yesus sesudah kejadian penyaliban dibukit Golgotta.

Kalau anda perhatikan apa yang tertulis di Alkitab mengenai Roh Kudus maka akan ada dapati suatu kenyataan bahwa:

Roh Kudus didalam Alkitab *tidak pernah* tampil sebagai suatu pribadi. Pada saat Yesus dibabtis Roh Kudus hanya digambarkan seperti burung merpati. Pada saat Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, Roh Kudus digambarkan sebagai *lidah-lidah api*.

Kita perhatikan ayat tersebut:
KIS 2:3-4 Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Renungkanlah!

Adakah Allah itu bertebaran? Adakah Allah itu hinggap pada murid-murid Yesus? Adakah Allah itu memenuhi para murid? Perhatikanlah, bahwa akibat dari *hinggap nya* Roh Kudus tersebut adalah: mereka menjadi mampu untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan.

Kemudian lihat ayat berikut:

MAT 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yg datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Air, Roh Kudus dan Api digunakan untuk membaptis, apakah kita harus berfikir
bahwa murid Yesus dibaptis dengan Allah?

Dalam hal ini, Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat, maka pada ketika itu juga terjadilah zat Bapa adalah zat anak kemudian zat anak dan Bapa itu adalah juga zat Roh Kudus. Sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ? Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai anak, maka dimanakah Bapa serta Roh Kudus ?

Oleh sebab itu haruslah disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang
berbeda. Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua adalah 'keanakan' dan 'keBapaan'. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa bukan anak. Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi. Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa Kristen Trinitas, bukanlah termasuk dalam golongan agama yang mengEsakan Tuhan, selama ia masih mengajarkan Tuhan itu memiliki tiga oknum seperti yang dijelaskan diatas.

Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.

Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, Abraham, Daud, Musa, Isa dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Nabi Muhammad Saw juga tidak pernah mengajarkan keTritunggalan Tuhan. Malah mereka semuanya adalah sederetan nabi-nabi yang telah susah payah, telah mengorbankan harga diri dan jiwa raganya de mi menegakkan kalimah Tauhid, Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Tuhan yang satu, Tuhan yang bernama Allah (Swt).

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa serta Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kepadaNya lah kamimenyerah kan diri".(QS. Ali Imran 3:84)

Dalam sebuah Hadistnya, Rasulullah Saw bersabda :

"Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya bermacam-macam, namun agamanya satu."(HR. al-Saikhan dan Abu Daud) Dalam satu studi banding anta ra AlQur'an plus Sunnah dan Bible yang meliputi Old Testament dan New Testament plus surat-surat kiriman jo riwayat perbuatan para Rasul (The Acts), apa yang diungkapkan Islam tentang ke-Esaan Allah mendapatkan satu titik temu. Dalam kitab Ulangan 4:35 disebutkan : "Kepada kalianlah dia itu ditunjuk, supaya
engkau ketahui bahwa YÁOHU UL itulah ULHÍM; tidak ada yang lain selain Dia."
Ulangan 6:4 "Dengarlah oleh mu wahai Israel ! Sesungguhnya YÁOHU UL adalah Tu han kita; dan YÁOHU UL itu satu adanya."

Isaiah 45:21"Dan tidak ada ULHÍM lain selain Ku; hanya ada ULHÍM sang penyelamat; Tidak ada siapapun beserta-Ku."

Isaiah 45:22 "Ikutilah Aku, dan kalian akan diselamatkan, semua yang ada diujung dunia: bahwa Aku lah ULHÍM dan tidak ada yang lain."

Jeremiah 10:10,"Namun, YÁOHU UL itulah ULHÍM yang sebenarnya. Dia-lah ULHÍM yang hidup dan penguasa yang sejati."

Galatia 3:20 "Tetapi YÁOHU UL adalah satu".
1 Timothy 1:17"Sekarang menuju kepada penguasa abadi, tidak berkesudahan, tidak terlihat, hanyalah ULHÍM yang bijaksana, menjadi kehormatan dan kemuliaan selama-lamanya."

James 2:19"Kamu mengimani bahwa hanyalah ada satu ULHÍM, dan pun Setan mengimaninya... lalu menggeletar."

YAOHÚSHUA alias Jesus The Messias alias 'Isa Almasih as, berulang kali menyatakan ke-Esaan Tuhan yang dalam bahasa Ibrani purbakala disebut dengan ULHÍM.

John 17:3"Dan inilah hidup yang abadi, bahwa mereka mengenal Engkau, ULHÍM yang benar, dan al-masih yang telah Engkau utus."

Mark 12:29"Dan YAOHÚSHUA menjawabnya, Hukum yang terutama adalah, dengarlah wahai Israel, adapun YÁOHU UL adalah Elohim kita, YÁOHU UL itu satu adanya."

Kembali pada masalah konsep Tritunggal atau Trinitas, seperti yang diterang kan, ketiga Tuhan ini berbeda satu sama lain. Oknum yang pertama terbeda de ngan Ke-Bapaan.

Oknum kedua terbeda dengan Keanakan yang menjadi manusia. Dan oknum ketiga terbeda dengan keluarnya dari Allah Bapa dan dari Allah anak. Perbedaan itu meru pakan perbedaan yang hakiki, yaitu Bapa bukan anak dan anak bukan Roh Kudus.

Apabila sesuatu menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus ada pada zatnya. Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak. Artinya zat itu adalah zat anak. Karena oknum tersebut tidak dapat terpisah da ripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Allah, karena zat keduanya hanya satu.

Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain. Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada oknum Bapa.

Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya. Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah. Karena zat Bapa dengan zat Allah adalah satu.

Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan tersebut pada zat Allah dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat Allah. Misal nya, anak menjadi manusia. Apabila anak menjadi manusia, maka zat Allah harus menjadi manusia karena zat mereka satu. Selanjutnya disebut pula bahwa Bapa tidak menjadi manusia. Dengan demikian berarti pula bahwa zat Allah tidak menjadi manusia.

Maka pada saat zat Allah akan disebut menjadi manusia dan zat Allah tidak menja di manusia, maka ini menjadi dua yang bertentangan dan mustahil akan dapat terjadi. Konsep Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima jika mereka mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan satu atau Esa, melainkan tiga.

Jika betul Tuhan itu Esa dan Dia telah menjelma atau berinkarnasi menjadi manu sia yaitu Jesus, tentu dilangit sudah tidak lagi ada Tuhan. Hal ini dapat kita
bandingkan dalam cerita pewayangan, dimana Bathara Ismaya ketika dia berada di kahyangan ia adalah seorang Bathara (dewa), tetapi jika ia turun kebumi dan
menjelma menjadi Semar sebagai panakawan Arjuna.

Dan apabila Bathara Ismaya ini menjelma menjadi Semar didunia, maka dikahyangan tidak lagi ada Bathara Ismaya itu. Dan jika dia berada di Kahyangan sebagai Bathara Ismaya, maka dibumi tidak ada Semar, sehingga para panakawan kehilangan Semar.

Lalu bisakah hal ini kita terapkan pada Jesus ? Sayangnya justru tidak bisa.

Dimana Jesus ada didunia, maka dilangit Tuhan masih ada. Bahkan dalam beberapa pasal Bible nyata-nyata kita dapati bahwa Tuhan berbeda dengan Jesus dan berbeda pula dengan Roh Kudus yang dalam teologi Nasrani juga merupakan bagian dari Tuhan.

Sebagaimana juga yang kita ketahui, klaim pihak Kristen Trinitas bahwa Allah
Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus bersifat Kadim, Alpha dan Omega, tidak
berawal dan tidak berakhir.

Tapi benarkah pendapat demikian ? Kita tinjau dari Tuhan anak yang diperankan
oleh Yesus saja pendapat yang demikian sudah bisa kita pentalkan. Yesus baru ada ketika dia dilahirkan oleh Siti Maryam atau dalam agama Kristen disebut sebagai Mariah. Sebelum Mariah melahirkannya, tidak pernah ada Tuhan yang bernama Yesus ini.

Sebagaimana juga yang kita ketahui, pemahaman Trinitas mengajarkan bahwa Allah Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus bersifat Kadim, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir.

Tapi benarkah pendapat demikian ? Kita tinjau dari Tuhan anak yang diperankan
oleh Yesus saja pendapat yang demikian sudah bisa kita gugurkan. Yesus baru
ada ketika dia dilahirkan oleh Siti Maryam atau dalam agama Kristen disebut sebagai Mariah. Sebelum Mariah melahirkannya, tidak pernah ada Tuhan yang bernama Yesus ini.

Memang ada ayat yang konon kabarnya Yesus mengakui bahwa dia sudah ada sebelum Abraham ada, tapi benarkah demikian adanya ?

Siapakah nama beliau sebelum dilahirkan oleh Mariah dengan nama Yesus ? Kemana gerangan Tuhan Yesus sebelum-sebelumnya ? Ada dimana Tuhan Yesus ketika Adam diciptakan pertama kali ? Ada dimana pula Tuhan Yesus ketika Abraham, Daud, Su laiman, Musa diutus ?

Lanjut pemahaman kaum Trinitas ini, Allah bukannya barulah menjadi Bapa oleh
kelahiran Yesus di Betlehem, melainkan sedari kekal, ia adalah juga AllahBapa.

Yesus bukanlah menjadi anak ALlah pada saat kelahirannya di Betlehem, melain kan sedari kekal ia adalah anak Allah.(Dr. G.C. Van Niftrik & Ds. B.J. Boland dalam bukunya Dogmatika masa kini halaman 151)

Mengenai hal ini harus kita ketahui bahwa akal manusia dapat membenarkan, Bapa yang sebenarnya harus lebih dahulu daripada anak yang sebenarnya. Akal manusia tidak dapat membenarkan anak lebih dahulu daripada Bapa atau anak bersama-sama ada dengan Bapa.

Apabila Allah Bapa telah terbeda daripada anak Allah dari kadim, maka anak Allah itu tidak dapat disebut 'diperanakkan' oleh Allah Bapa. Karena Allah Bapa dan anak Allah ketika itu sama-sama kadim, Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih dahulu dan yang lebih kemudianwujudnya.

Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia terkemudian daripada Bapa. Karena anak yang sebenarnya harus terkemudian daripada Bapanya yang sebenarnya.

Oleh karena itu ajaran Trinitas yang menyatakan bahwa anak dengan Bapa sama-sama kadim, alpha dan omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak saling dahulu mendahului tidak akan masuk akal dan adalah suatu kejadian yang mustahil.

Seterusnya ajaran Trinitas yang mengatakan bahwa Roh Kudus keluar dari sang Bapa dan sang anak (lihat : Pengakuan Nicea-Konstantinopel dalam buku Dogmatika Masa kini hal. 433), adalah juga ajaran yang tidak masuk akal.

Apabila Bapa telah terbeda dari kadim, anak telah terbeda dari kadim dan Roh
Kudus telah terbeda dari kadim, maka ketiga-tiganya telah ada diluar dari kadim.

Dengan demikian Roh Kudus tidak dapat disebut telah keluar dari sang Bapa dan
sang anak, karena ia memang telah ada diluar dari kadim seperti Bapa dan anak
telah ada diluar.

Sesungguhnya, ajaran-ajaran seperti ini adalah tidak mungkin terjadi. Tuhan tidak akan merubah hukum yang telah dibuat olehNya sendiri, dan Allah tidak menyu kai kekacauan (1 Korintus 14:33).

Segala sesuatu itu memiliki aturan permainan masing-masing, dan tidak akan ada
perubahan dari hukum-hukum alam itu (sunatullah).

"Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak beranak dan ti dak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun." (Qs. Al-Ikhlash 112:1-4)

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu, dan janganlah mengatakan tentang Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih, Isa putera Maryam itu, hanyalah Rasul Allah dan kalimah-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ruh daripada-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu katakan:"Tritunggal !", Jangan teruskan. (Itu) lebih baik bagimu. Sungguh, Allah adalah Tuhan satu, Maha Suci Ia dari mempunyai anak, kepunyaan-Nya segala yang di langit dan segala yang di bumi. Dan cukup lah Allah sebagai Pelindung". (Qs. An-Nisa' 4:171)

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

YOHANES 13:13 TUHAN = Tuan


YOHANES 13:13 TUHAN = Tuan

Suatu ketika Yesus membenarkan dirinya dipanggil murid-muridnya dengan sebutan guru dan tuan, bahkan ditegaskan lagi oleh Yesus memang akulah guru dan tuan"Kamu menyebut aku guru dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan tuan."Yesus disebut sebagai guru karena mengajarkan kebaikan-kebaikan, kebenaran-kebenaran dan petunjuk hidup kepada murid-muridnya dan Yesus disebut tuan karena nasehat dan pengajarannya selalu ditaati murid-muridnya, maka pantaslah Yesus disebut guru dan tuan.

Kata tuan dalam ayat di atas adalah terjemahan dari kata mar dalam bahasa Ibrani/Aramaic yaitu bahasa sehari-hari Yesus, kata mar biasa diberikan kepada orang yang dihormati dan di taati.

Namun ternyata dalam penterjemahan ayat tersebut ke dalam bahasa yang bukan bahasanya Yesus kata tuan dalam ayat di atas telah berubah menjadi Tuhan, yang jauh menyimpang dari ucapan Yesus, sehingga lafal ucapan Yesus tersebut menjadi :"Kamu menyebut aku guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan Tuhan." Yohanes 13:13

Tentu saja perubahan ini di manfaatkan oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Yesus pernah mengatakan dirinya sebagai Tuhan.

Sesungguhnya perubahan kata dari tuan menjadi Tuhan justru akan semakin menimbulkan kontradiksi di dalam Injil itu sendiri, bahkan akan sangat bertentangan dengan ucapan-ucapan Yesus di dalam puluhan ayat-ayat yang lain, satu saja contoh ucapan Yesus yang bertentangan dengan Yohanes 13:13 bila kata tuan dirubah menjadi Tuhan :"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yg telah Engkau utus." Yohanes 17:3

Dalam Yohanes 17:3 tersebut Yesus mengatakan bahwa Tuhan satu-satunya hanyalah Allah dan dipertegas lagi bahwa Yesus hanyalah seorang utusan Allah, kalau kata mar diterjemahkan menjadi Tuhan maka Yohanes 13:13 akan sangat kontradiktif dengan Yohanes 17:3, tetapi kalau kata mar diterjemahkan sebagai tuan maka antara Yohanes 13:13 dan Yohanes 17:3 akan saling mendukung dan menguatkan.Umat Kristen nampaknya sangat memaksakan untuk mengubah ucapan Yesus yang berarti tuan menjadi Tuhan, agar ada dalil yang mengokohkan ketuhanan Yesus, hal ini karena tidak ada satu ayat-pun yang mendukung ketuhanan Yesus yang berupa pengakuan Yesus secara langsung bahwa dirinya adalah Tuhan, dan satu-satunya ayat yang mudah untuk diubah artinya adalah Yohanes 13:13, namun dengan mengorbankan keabsahan dan keserasian Alkitab itu sendiri.

Perubahan kata tuan menjadi Tuhan terjadi ketika kata MAR dalam bahasa Ibrani yang berarti tuan, diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani menjadi KURIOS, kata kurios dalam bahasa Yunani memiliki empat arti yaitu :--Pemilik -- tuan -- tuhan - Tuhan --

Rupanya para penginjil mengartikan kurios sebagai Tuhan dalam ayat tersebut, padahal semestinya arti yg sesuai dengan ucapan Yesus dan tdk bertentangan dengan ayat-ayat yg lain adalah tuan.

Dari uraian di atas baik ditinjau dari segi tata-bahasa Ibrani ke Yunani dan ditinjau dari keserasian dengan ucapan-ucapan Yesus yang lain, maka pengakuan Yesus yang sesungguhnya adalah : AKULAH GURU DAN TUAN Bukan AKULAH GURU DAN TUHAN Sehingga tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab Yesus pernah mengatakan akulah Tuhan, tetapi akan banyak ditemukan ayat-ayat pengakuan Yesus bahwa dirinya hanyalah utusan Allah dan bahwa hanyalah Allah satu-satunya Tuhan yang benar dan Esa. (al-islahonline)Peace

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

HR IMAM MUSLIM NO.127


HR IMAM MUSLIM NO.127

Saudaraku yang di Rachmati Allah
Berhati hatilah ketika anda menemukan/atau menerima brosur kristenisasi yang berkedok islam, mereka sering kali menggunakan dali dalil alquran dan hadis yang mereka comot satu satu bahkan mereka potong hadis/Ayat Alquran tsb demi melancarkan misinya

Salah satu hadis yang sangat sering mereka gunakan adalah HR Imam Muslim no.127, biasanya mereka menuliskannya sbb

"demi Allah yang jiwaku ditangan Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak maryam akan turun ditengah tengah kamu. dia akan menjadi hakim yang adil"

kemudian mereka dengan bangganya menjelaskan bawa Islam sendiri mengakui bahwa Isa itu imam yang adil.

akan tetapi hadis itu tidak berhenti sampai disitu, itu baru koma (,) bukan titik (.)

mari kita lihat hadis lengkapnya :

Dari Abu hurairah r.a, kata nya rosulullah saw, bersabda : " demi Allah yang jiwaku ditangan Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak maryam akan turun ditengah tengah kamu. dia akan menjadi hakim yang adil, AKAN DI HANCURKANNYA SALIB, DIBUNUHNYA BABI, DIHAPUSKANNYA PAJAK, DAN KEKAYAAN AKAN BERLIMPAH RUAH, SEHINGGA TIDAK SEORANGPUN LAGI YANG BERSEDIA MENERIMA PEMBERIAN" (HR muslim 127)

kata kata di DIHANCURKANNYA SALIB DAN DI BUNUHNYA BABI dst, pada hadis tersebut dengan sengaja mereka hilangkan karna akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri jika kalimat tersebut tidak dihilangkan

Apakah ketika Nabi Isa turun lantas beliau akan ke gereja mematahkan kayu salib satu persatu? dan mencari babi dan membunuhnya satu persatu??

tentu tidak demikian
jikala nabi Isa sudah memberi kesaksian bahwa agama yang benar adalah agama islam, maka semua orang kristen akan masuk islam, sehingga gereja2 kosong dan mereka berhenti memakan babi, itulah yang di maksud meghancurkan salib dan membunuh babi, Wallahu a'lam

Alquran pun tidak luput mereka per alat untuk melancarkan misinya
seperti surat Maryam 34
biasanya mereka gunakan sebagai dalil bahwa

QS : 19 : 34 mengatakan bahwa "Itulah Yesus, anak Maryam ucapan kebenaran"

mereka berkata "jadi Alquran juga sudah menyebutkan bahwa sudah ada ucapan kebenaran. atau dengan kata lain ucapan Isa/yesus itu merupakan kebenaran"

akan tetapi kalau kita teliti dengan seksama, sebenarnya ayat tersebut adalah ayat yang justru menjadi bumerang bagi mereka
mari kita kaji ayat lengkapnya

ذَلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.(Maryam 34)

Alquran selalu menyebut Isa itu "Anak Maryam" untuk menunjukkan bahwa Isa itu merupakan manusia biasa seperti kita.

kemudian apa perkataan yang benar dari Nabi Isa/Yesus dalam ayat tersebut??
mari kita lihat ayat selanjutnya

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

"Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia." ( Maryam 35)

Ayat ini dengan tegas mengatakan bahwa Allah itu Esa, dan Allah tidak punya Anak sehingga ayat ini membantah adanya trinitas
Tidak ada yang sulit bagi Allah, jangankan membuat manusia lahir tanpa bapak seperti Isa/yesus, tanpa ibu pun bisa seperti halnya Siti hawa dan tanpa keduanya( tanpa bapak dan tanpa ibu) yaitu nabi Adam.

Maha Suci Allah dengan segala yang mereka prasangka kan
wallahua'lam

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

[Kisah Keislaman] Kerinduanku Pada Yesus Kristus


[Kisah Keislaman] Kerinduanku Pada Yesus Kristus

Penulis adalah seorang warga Australia mualaf bernama "Isa Graham", selama beberapa bulan terakhir Isa melakukan kontak dengan Redaksi MuslimDaily melalui email. Ia pernah satu tahun tinggal di Jakarta dan belajar di lingkungan LIPIA, kawan-kawannya memanggilnya "Bule Isa". Saat ini Isa melanjutkan belajar Islam di Arab Saudi.

Isa mengatakan kepada redaksi apakah bisa mengirim artikel yang ia tulis kemudian di terjemahkan oleh redaksi, walaupun sebenarnya Isa sedikit menguasai bahasa Indonesia sewaktu ia tinggal di Jakarta. Dan artikel di bawah ini adalah artikel pertama dari Isa yang diterjemahkan oleh redaktur MuslimDaily, Abu Maryam dari Semarang, selamat membaca.

Kerinduanku pada Yesus Kristus - Isa Graham
Ketika saya mulai membaca terjemah Al Qur'an dalam bahasa Inggris (juga dikenal dengan Koran dalam bahasa Inggris) yang ada di Perpustakaan Secondary College saya, Kristen masih merupakan agama yang saya peluk. Hingga hari ini saya masih ingat betapa terpesonanya saya dengan penemuan oleh anak muda berusia 17 tahun ini yang waktu itu dengan terbuka menyatakan keberpihakannya kepada Gereja Inggris di kelas, sembari menertawakan setiap orang yang tidak mengikuti barisannya.

Kitab dengan sampulnya yang eksotis ini tidak hanya berisi kisah paling indah dari Nabi-nabi sebelumnya yang saya simak betul di pelajaran Injil, melainkan juga kisah-kisah yang tidak saya ketahui.

Kejutan terbesar bagi saya berasal dari ayat-ayat yang berkenaan dengan Yesus Kristus. Al Qur'an berisi kisah-kisah menakjubkan tentang ibunya yang sholihah, kelahiran ajaib dan bahkan beberapa mukjizat yang tidak kita temukan dalam Injil seperti ketika Yesus membela kehormatan ibunya dari dalam buaian.

Kejutan awal hadir ketika secara kebetulan saya membaca ayat Al Qur'an yang menyatakan bahwa Yesus bukanlah 'Anak Allah', 'Allah tidak diperanakkan' dan bahwa 'Yesus bukanlah bagian dari Trinitas Ketuhanan'. Saya begitu terkejut - "Apa yang telah saya temukan?!"

Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (Al Qur'an, 4:171)

Saya ketahui bahwa apa yang dikatakan Al Qur'an sepenuhnya berseberangan dengan doktrin Trinitas yang diajarkan oleh semua Gereja Kristen besar di seluruh dunia hari ini.

Saya pun kemudian menjalani satu misi; saya telah membulatkan hati untuk menyibak apa yang mesti dikatakan Injil untuk membela diri dari tuduhan semacam itu.

Beberapa hal yang saya temukan kemudian dan saat ini didokumentasikan di bawah ini dimulai dengan Yesus sebagai Anak Allah.

Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (Revised Standard Version, Markus 15:39)

Jadi, orang-orang pada jaman itu mengakui Yesus sebagai 'Anak Allah'.
Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah." (Lukas 22:70)

Dan kini ayat yang buruk John 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Namun bila kita baca, maka akan kita temukan bahwa istilah 'Anak Allah' tidak hanya diperuntukkan bagi Yesus sebagaimana mungkin diklaim beberapa orang, tetapi juga oleh Yesus untuk mendeskripsikan orang-orang yang takut kepada-Nya.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)

Dengan membaca tidak hanya Perjanjian Baru tetapi juga Perjanjian Lama, akan kita temukan bahwa istilah Injil bagi orang-orang sholih dan taat adalah 'Anak-anak Allah'.

Dalam Islam, kami menggunakan kata Muttaqun.

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. (Lukas 6:35)

Bahkan Paulus, yang mengaku diilhami oleh Yesus dan ada di barisan depan dalam melekatkan ketuhanan pada Yesus, menuliskan dalam suratnya kepada orang-orang Romawi baris berikut...

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Roma 8:14)

Lantas, dari mana asal gagasan Yesus sebagai satu-satunya 'Anak Allah'?

Ayat yang diajukan sebagai bukti terbaik bagi Doktrin Trinitas kini telah dihapus dari Injil.

Dahulu, ayat tersebut berbunyi:-

Karena ada tiga yang menghuni surga, Bapa, Firman, dan Roh Kudus: dan ketiganya adalah satu.

Ayat yang dikenal dengan 1Yohanes 5:7 kini diakui secara universal sebagai "sisipan" di kemudian hari dari Gereja.

Daniel B. Wallace (PhD, Seminari Teologi Dallas - adalah guru besar studi Perjanjian Baru di Seminari Teologi Dallas dan seorang pakar grammar terkemuka) menyatakan dalam artikelnya 'The Textual Problem in 1 John 5:7-8' bahwa: "Bacaan ini, the infamous Comma Johanneum, telah dikenal di Negara-negara berbahasa Inggris melalui terjemah King James. Namun, bukti-baik eksternal maupun internal-dengan tegas bertentangan dengan otentisitasnya."

Wallace melanjutkan dengan mengatakan bahwa "...tidak ada bukti pasti atas bacaan ini dalam naskah berbahasa Yunani sampai tahun 1500-an..." dan bahwa "Rumusan Trinitarian (dikenal dengan Comma Johanneum) pun mulai dimasukkan dalam edisi ketiga Erasmus' Greek NT (1522) akibat tekanan dari Gereja Katolik.

Setelah muncul edisi pertamanya (1516), terjadi kehebohan atas ketiadaan Comma hingga Erasmus harus melakukan pembelaan diri. Dia berargumen bahwa dia tidak memasukkan Comma karena tidak didapatinya satu pun naskah berbahasa Yunani yang memasukkannya." [http://www.bible.org/page.asp?page_id=1186]

Banyak di antara Injil versi terkini, seperti The Revised Standard Version, The New Revised Standard Version, The New American Standard Bible, The New English Bible, serta The Phillips Modern English Bible tidak berisi ayat ini, sebagian malah menyertakannya sebagai catatan kaki yang mengutipnya sebagai edisi terbaru.

Lantas, dari mana asalnya Trinitas?

The New Encyclopedia Britannica menyatakan, "Baik kata Trinitas, maupun doktrinnya yang eksplisit tidak ada dalam Perjanjian Baru, pun Yesus dan para pengikutnya tidak bermaksud menentang Shema (Pengakuan Yahudi atas Monoteisme) dalam Perjanjian Lama: "Hear O Israel: The Lord our God is one Lord." (Deuteronomy 6:4). Kalangan Kristen pertama, bagaimana pun juga, harus mengatasi implikasi kedatangan Yesus Kristus dan implikasi anggapan keberadaan dan kekuasaan Allah di tengah-tengah mereka..." (The New Encyclopedia Britannica Volume II, Edition ke-15 2002, hal. 928)

Maka, bukan Yesus ataupun pengikutnya yang mengajarkan doktrin Trinitas, melainkan orang-orang yang datang setelah mereka?!

Dan bila itu kurang bermasalah, mereka menambahkan keyakinan fiktif mereka pada teks agama yang kini disebut Injil?!
Injil memperingatkan tentang tindakan seperti ini:-

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." (Wahyu 22:18-19)

Mungkin kini Anda juga ingin tahu apakah ini juga tambahan?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan peringatan tegas dalam Al Qur'an:-

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (Al Qur'an, 2:79)

Jadi, bila Yesus bukan Anak Allah, maka, siapakah dia sebenarnya?

Baik Injil maupun Al Qur'an akan menegaskan bahwa ia adalah Nabi dan Rasul yang menyerukan keesaan Allah, sebagaimana Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang mendahuluinya.

Dan iblis juga muncul, sembari meneriakkan, "Engkaulah Anak Allah!" Namun dia mengingkari mereka, dan tidak akan membiarkan mereka berbicara, karena mereka tahu dia adalah Al Masih.

Dan ketika siang hari, dia berangkat dan memasuki tempat sepi. Dan orang-orang mencari-carinya dan menghampirinya, dan berusaha mencegahnya supaya tidak meninggalkan mereka;

Namun ia berkata kepada mereka, "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."

Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. (Lukas 4: 41-44)

Kita ketahui sebelumnya dalam Mark 15:39 bagaimana Centurion yang mengklaim telah menyaksikan kematian Yesus di tiang salib berseru bahwa "Benar-benar orang ini adalah Anak Allah!" namun sepanjang hidupnya, dikatakan oleh orang-orang Jerusalem bahwa ia adalah Nabi dari Nazareth.

Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"

Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." (Matius 21: 10-11)

Yesus Kristus sendiri selama masa dakwahnya mengajarkan kepada orang-orang bahwa ia tidak berbicara atas kemauannya sendiri, bahwa apa yang tengah ia ajarkan kepada orang-orang tersebut berasal dari Pencipta Langit dan bumi, berupa kenabian.

Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri..

Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu? Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu. Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?" (Yohanes 7:16-19)

Dan pernyataan serupa dalam Al Qur'an:-
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril). Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (Al Qur'an, 2:87)

Merindu kehormatan dan kehidupan Yesus Kristus putra Maryam bukanlah hal buruk; justru hal itu terpuji dan mulia. Baik Injil maupun Al Qur'an akan bersaksi bahwa ia menjalani kehidupan Nubuwwah yang mengagumkan, teladan yang layak kita cintai dan patut ditiru.

Namun yang saya temukan adalah bahwa untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap seseorang tidak semestinya kita membuat-buat cerita, melebih-lebihkan statusnya, ataupun menisbatkan kepadanya sifat-sifat pihak lain, khususnya Allah, Subhanahu Wa Ta'ala.

Tidak ada yang dapat menjelaskan bahwa terperangkap dalam penghormatan berlebihan ataupun peribadatan palsu terhadap diri seseorang merupakan sikap cinta yang dapat diterima. Menunjukkan cinta pada seseorang berarti berterus terang atas realitas tentangnya dan mengajarkan kisah-kisah mereka yang mulia dengan sebenar-benarnya, satu hal yang saya harap dapat saya lakukan dengan lebih gigih namun bukan lagi sebagai seorang Kristen, melainkan sebagai seorang Muslim.

Inilah yang saya temukan dalam usia semuda itu dan kini saya bagi dengan Anda. Semoga Allah merahmati Anda semua dengan yang terbaik berupa ilmu dan iman!

Artikel ini juga dimuat di situs http://muslimmatters.org/

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬