Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

9 Nama Iblis Yang Menggoda Dan Menjerumuskan Manusia


9 Nama Iblis Yang Menggoda Dan Menjerumuskan Manusia

Jenis Iblis yang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan itu banyak sekali.

Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa dalam menyesatkan manusia Iblis itu mempunyai spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dengan bidangnya. Yang ahli menggoda orang shalat tugasnya hanya menggoda orang shalat, yang ahli mengkufurkan orang yang beriman tugasnya hanya mengkufurkan dengan berbagai tipu daya dan propaganda yang menyesatkan, begitu seterusnya.

Mengenai hal ini ada keterangan yang bersumber dari Umar bin Khatab ra Bahwa Keturunan Iblis yang mempunyai tugas menggoda dan menjerumuskan manusia (ke lembah kesesatan) itu ada sembilan, yaitu:

Iblis Zailatun (زَيْلَة ٌ )

Iblis ini bertugas untuk menjerumuskan para pedagang di pasar agar berdusta, mau mengurangi timbangan, membuat onar diantara para pedagang, dan melakukan bujuk rayu kepada para pedagang agar melakukan penyimpangan dan kecurangan dalam aqad jual beli, dengan diiming-imingi agar cepat kaya.

Ajakan Iblis diatas itu jelas bertentangan dengan syari'ah, merusak ekonomi umat, menanamkan mental binatang yang segala cara dalam meraih kesuksesan, serta menumbuhkan jiwa egoistisme dan materialisme yang membabi-buta. Kalau ini sudah ditanamkan oleh Iblis, maka dengan sendirinya orang itu akan senang-berenang dalam lumpur kemaksiatan dan kedurhakaan.

Karena itu, ada ancaman berat bagi siapa saja yang mengikuti ajakan Iblis Zailatun untuk melakukan kecurangan dalam jual beli.

Ada keterangan yang bersumber dari Abu Dzar ra., ia berkata: Rasulullah saw pemah bersabda:

ثَلاَثَةُلاَيَنْظُرُاللهُ اِلَيْهِِِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِوَلاَ يُزكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْم

Ada tiga orang dimana Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat (tidak memberikan rahmat), tidak membersihkan dosa mereka, dan mereka (juga) akan mendapat siksaan yang amat pedih. Abu Dzar ra berkata :
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan (hal tersebut) sampai tiga kali "Aku berkata: Mereka akan menyesal dan merugi, siapa mereka itu Ya Rasulullah?. Lalu beliau bersabda: a). Orang yang menurunkan kainnya (hingga menutupi kedua mata kakinya) b). Orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya. c). Dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu. (HR. Muslim)

Larangan untuk melakukan kecurangan dalam jual beli juga disebutkan dalam Al-Qur'an
"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka mengurangi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan." (QS. Al-Muthaffifiin :1-6)

Itulah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Zailatun, yang melakukan kecurangan dalam berdagang.

Cara Iblis Zailatun menjerumuskan para pedagang adalah dengan menakut-nakuti kebangkrutan jika berbuat jujur dalam berdagang, dan mengiming-imingi akan cepat kaya, cepat berhasil dan sukses jika mau berbuat curang dalam berdagang. jika orang yang berdagang itu lemah imannya, ambisius dan materialistis tentu ia akan mudah terjebak dalam bujuk rayu Iblis Zailatun. Akhimya ia akan menjadi pengikut setia Iblius Zailatun.

Iblis Wawatsin

Iblis Wawatsin dalah Iblis yang bertugas menggoda dan menjerumuskan orang yang beriman agar selalu menggerutu, tidak sabar dan tidak ikhlas setiap kali menerima musibah, atau cobaan dari Allah Ta'ala.

"Sesungguhnya wanita-wanita yang merintih (lantaran menerima musibah) ini akan dijadikan kelak di hari kiamat dua barisan dalam neraka jahannam, satu barisan berada disebelah kanan penduduk neraka dan satu barisan lagi berada disebelah kiri, akhirnya mereka menggonggong kepada penduduk ahli neraka, sebagaimana layaknya anjing-anjing yang menggonggong." (HR. Ath-Thabrani).

Padahal orang yang meratapi musibah dengan menggerutu sampai merobek-robek pakaiannya adalah dosa. Tindakan seperti ini merupakan cermin dari ketidak-ikhlasan atas takdir Allah, sepertinya ia menyalahkan Allah, yang menghilangkan kesenangan dirinya, padahal semua apa yang ada di alam ini telah ditentukan oleh Allah masanya atau kehancurannya. Oleh karena itu, syari'ah memerintahkan untuk bersabar dan ikhlas setiap kali menerima cobaan dan musibah dari Allah Ta'ala, sebab setiap musibah itu ada hikmah yang terkandung didalamnya. Allah mengancam akan menyiksa terhadap orang yang tidak bersabar dalam menerima musibah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang lain disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

"Tidak termasuk umat kami yang sempurna orang yang menampari pipinya sendiri (ketika menerima musibah), merobek-robek leher bajunya sendiri dan meratapi mayat, sebagaimana kebiasaan orang-orang jahiliyah". (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Wawatsin. Sehingga ia selalu mengerutu setiap kali menerima musibah. Iblis ini dalam menjerumuskan orang yang beriman ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran adalah dengan menanamkan rasa ketidak-puasan terhadap takdir Allah, mempengaruhi jiwanya agar memberontak ketika menerima musibah, membakar emosinya dan menghilangkan sifat sabarnya.

Jika seseorang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, maka Iblis dengan mudah menjerumuskan dinnya ke dalam perbuatan munkar. Hanya keimanan dan ketakwaan yang kuat serta kesabaran yang tinggi yang dapat menangkalnya dari gangguan dan bujuk rayu Iblis Wawatsin.

Iblis Akwan

lblis ini bertugas menyesatkan dan mempengaruhi para remaja dan pimpinan umat supaya selalu berbuat dzalim, menjauhi hal-hal yang ma'ruf, menanamkan kesenangan berbuat munkar dan maksiat.

Cara yang digunakan oleh Iblis Akwan dalam menjerumuskan remaja yang beriman ke dalam lembah kemaksiatan adalah bermacam-macam. Perbuatan yang jelas munkarnya itu dikemas dengan baik sehingga tidak terkesan sebagai perbuatan maksiat, hal ini dilakukan-oleh Iblis Akwan untuk menarik simpati dari remaja beriman agar mau melakukannya. Termasuk memperhalus istilah-istilah yang berbau maksiat dan munkar, ini dilakukan untuk menghilangkan kesan maksiat, dengan demikian remaja akan mudah dibujuk dan dirayu untuk dijebloskan ke dalam dunia sesat yang jauh dari tuntunan agama.

Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

"... tetapi setan (Iblis) menjadikan umat-umat itu memandang baik perbutan meeka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih. (QS. An-Nahl 16:63)

Dalam menyesatkan para pemimpm umat, Iblis Akwan selalu mendorong para pemimpin itu untuk berbuat dzalim, merampas hak rakyat, bertindak sewenang-wenang, korupsi, manipulasi, serta Iblis Akwan juga menanamkan rasa ketakutan dihati para pemimpin akan kemiskinan jika mereka tidak mau berbuat dzalim, curang dalam bertindak, mumpung masih berkuasa agar kekuasaannya itu digunakan sebaik mungkin untuk berbuat munkar dan maksiat, baik teihadap rakyatnya maupun terhadap Allah. Kalau ini sudah berhasil, maka Iblis Akwan akan lebih mudah lagi menenggelamkan mereka kedalam lumpur kemaksiatan, akhimya jadilah mereka pemimpin yang durhaka.
Untuk para pemimpin yang berbuat dzalim seperti diatas itu, Allah mengancam akan menyiksanya dengan siksaan yang amat pedih. Sebagaimana disebutkan dalam FirmanNya:

"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih". (QS. Asy-Syuura 42:42)

Itulah diantara ancaman siksa bagi siapa yang berbuat dzalim di muka bumi ini dan mengikuti jejak Iblis Akwan.

Iblis Hafaf

Iblis ini bertugas menyesatkan dan menjerumuskan kaum muslimin ke lembah nista yang berlumur dosa dengan cara melakukan tipu daya dan bujukan agar kaum muslimin melanggengkan minum khamer. Sebab jika seseorang sudah minum khamer dan mabuk, maka segala bentuk kemungkaran yang lain dengan mudah ia laksanakan. Seperti berzina, membunuh, berbuat aniaya, mencuri dan segala kemungkaran yang lain. Karena tingkah laku orang yang sedang mabuk itu tidak dapat dikendalikan oleh otaknya, jiwanya dan perasaannya sudah dikuasai oleh Iblis. Untuk itu, ia mudah dibimbing oleh Iblis guna dijebloskan ke dalam kemaksiatan dan kekufuran. Banyak sekali orang yang tadinya tidak berani membunuh, merampok dan berzina, akan tetapi setelah ia menenggak khamer dan mabuk, maka segala bentuk kemaksiatan di atas itu dapat dilakukannya dengan mudah, sepertinya tidak ada beban baginya.

Agar tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu Iblis Hafaf, Allah telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak meminum khamer, karena khamer adalah identik dengan setan. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Maidah 5:90)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

"Jauhilah khamer, sesungguhnya khamer itu adalah sumber segala kejahatan (kemaksiatan).
Didalam hadits lain yang bersumber dari Anas ra, dikatakan sebagai berikut:

Rasulullah sShallallahu 'Alaihi wa Sallam melaknati sepuluh orang karena khamer, yaitu

1. Orangyang memeras bahan khamer.
2. Orang yang minta diperaskan bahan khamer untuk diminumkan kepada orang lain.
3. Orang yang minum khamer
4. Orang yang membawa khamer
5. Orang yang dituju untuk dibawakan khamer kepadanya.
6. Orang yang menuangkan khamer ke gelas atau lainnya.
7, Orang yang menjual khamer.
8. Orang yang memakan harta hasil penjualan khamer.
9. Orang yang membeli khamer.
10. Orang yang dibelikan khamer.
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Demikianlah ancaman bags orang yang mengikuti Iblis Hafaf, yang mau menenggak khamer dan benda yang memabukkan lainnya.

Iblis Wamurah

Iblis Wamurah ini bertugas menjerumuskan para penyanyi agar mendendangkan lagu yang penuh maksiat, mengajak berbuat munkar, serta lagu-lagu yang bersyair kebebasan tanpa etika. Juga menjerumuskan para penyanyi agar berpenampilan seronok, yang dapat mengundang luapan nafsu dan maksiat. Dengan demikian orang akan mudah digiring untuk dijebloskan dalam dunia munkar dan maksiat. Nyanyian dan biduanitanya itu termasuk salah satu alat Iblis yang paling ampuh untuk menjerumuskan orang ke dalam jurang kesesatan yang penuh dengan lumuran dosa. Banyak sudah orang yang melakukan kemaksiatan karena terpengaruh oleh syair lagu-lagu maksiat, atau dikarenakan mencontoh tingkah laku artis yang diidolakan yang senang berbuat munkar, bergaul bebas dan akhlaknya yang buruk.

Oleh karena itu, untuk menangkal bujuk rayu dan propaganda yang menyesatkan yang ditiupkan oleh Iblis Wamurah adalah dengan menanamkan aqidah yang kuat dan akhlak yang mulia. Sebab dengan berpegang teguh pada kedua faktor diatas Insya Allah diri akan selamat dari godaan Iblis Yang jahat ini.

Iblis Laqwas

Iblis Laqwas adalah Iblis yang bertugas mempengaruhi manusia agar tetap kafir, tetap musyrik dan tetap menyembah berhala atau sesembahan lainnya selain Allah. Sudah banyak orang yang disesatkan oleh Iblis Laqwas, terkadang ia mengganti bentuknya seperti seorang syekh lalu memberikan pelajaran atau tuntunan yang mengarah kepada kemusyrikan dan pemurtadan dengan berbagai dalih serta promosi yang mengikat, sehingga banyak orang yang le­ mah imannya keluar dari jalur Islam karena mengikuti saran Iblis Laqwas, hanya demi mendapatkan sesuap nasi, jabatan, kedudukan, pekerjaan, fasilitas, bahkan ada yang rela melepaskan keimanannya demi sang kekasih.

Orang yang menyembah selain Allah, berarti dirinya menjadikan Iblis sebagai pelindungnya, yang harus diikuti tingkah lakunya. Mereka tidak sadar kalau dirinya telah disesatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan ke dalam jurang kekufuran. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:

'Sesungguhnya mereka menjadikan seran-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.' (QS. Al-A'raf 7:30)

Di dalam ayat yang lain Allah Ta'ala telah memperingatkan kepada umat manusia agar tidak mudah ditipu oleh setan maupun Iblis, sebab makhluk jahat ini dalam menyesatkan dan mengkufurkan manusia menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat yang sangat memikat, maka tidak heran bila banyak orang yang lemah imannya menjadi korban tipu muslihatnya.
Mengenai hal ini Allah Ta'ala berfirman:

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga. (QS. Al-A'raf 7:27)

Meskipun ada peringatan ayat diatas, masih banyak saja orang yang mengikuti Iblis Laqwas melakukan kekufuran dan kemusyrikan. Mereka mengira bahwa apa yang mereka perbuat itu merupakan jalan yang benar dan dapat memberi petunjuk kepada mereka, padahal jalan yang mereka tempuh itu sesat dan dapat mendatangkan siksa Allah. Itulah gambaran orang yang telah dijerumuskan oleh Iblis Laqwas kedalam kesesatan.

Iblis A'war

Iblis ini bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

Iblis A'war menggunakan "Pandangan Mata" sebagai cara yang paling ampuh untuk membakar nafsu kaum lelaki dan wanita untuk berbuat maksiat.
Mujahid berkata : Ketika wanita itu menghadap, maka Iblis duduk di kepalanya untuk menghiasi Wajah wanita tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya, dan jika wanita itu berpaling ke belakang, maka Iblis duduk di pantatnya untuk meng­ hiasi pantat tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya.

Apa yang dikatakan oleh Mujahid diatas itu memang benar, sebab umumnya lelaki bila melihat wanita ketika berhadapan, maka yang pertama kali diperhatikan adalah wajahnya, sedangkan ketika melihat wanita yang berjalan didepannya, maka yang pertama kali diperhatikan adalah pantatnya, karena itu memang tempatnya Iblis.
Nabi Yahya as pernah ditanya: "Apa yang menjadi penyebab perzinaan?". Nabi Yahya as menjawab: "Yang menjadi penyebabnya adalah memandang wanita, lalu timbul dalam hati keinginan untuk berzina dengannya. Zina mata itu termasuk dosa kecil, dan hal ini dapat mendekatkan pada perbuatan dosa besar, yaitu zina farji. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mampu menundukkan pandangannya, maka niscaya ia tidak akan mampu menjaga farjinya". Demikian jawaban Nabi Yahya as terhadap penanya tadi.

Nabi Isa as pernah berkata: 'Takutlah kamu memandang (wanita), karena sesungguhnya memandang itu dapat menumbuhkan syahwat didalam hati, dan ini sudah cukup mendatangkan fitnah".

Berkatalah Sa'ad bin Jubair ra: "Sesungguhnya fitnah yang menimpa Nabi Daud as adalah dari memandang (wanita)".

Dan masih banyak orang laki-laki maupun wanita yang berbuat zina yang diawali dari kebiasaan memandang lawan jenisnya yang bukan muhrimnya. Karena memandang merupakan panah Iblis yang sangat ampuh untuk menjerumuskan laki-laki dan wanita ke dalam perbuatan nista yang penuh dengan dosa. Sekarang tidak sedikit orang yang menjadi budak Iblis A'war karena ingin melampiaskan nafsunya. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari godaan lblis ini.

Iblis ini tugasnya mengencingi orang supaya malas bangun untuk beribadah. Jika orang sudah malas bangun malam untuk beribadah berarti dirinya mementingkan tidurnya, tidak memikirkan tentang kehidupannya nanti di akhirat, tidak mau bermunajat kepada Allah berarti ada hal yang lebih penting selain bermunajat, apakah itu tidur atau kegiatan-kegiatan lain yang berbau duniawiyah. Kalau hal ini sudah menjadi kebiasaan seorang hamba, maka akan mempermudah Iblis menjauhkan dia dari kegiatan agama, lama kelamaan dirinya akan bisa meninggalkan aktivitas ibadah. Kalau sudah begini, Iblis tinggal menggiring dia untuk dijerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran.

Iblis Al-Wasnan

Banyak orang terjerumus menjadi ahli maksiat, bahkan dirinya sampai rela menanggalkan aqidahnya yang disebabkan oleh malas beribadah.

Malas beribadah itu menunjukkan lemah keimanannya, bahkan keimanannya bisa sebagai lipstik belaka, sebagai pemanis bibir saja, buktinya ia mengaku beriman tetapi tidak mau beribadah, bahkan perintah agama ia tentang, larangannya ia terjang. Orang-orang seperti inilah yang setia menjadi pengikut Iblis Al-Wasnan, yang malas beribadah tetapi senang bermaksiat. Al-Qur'an telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak mengikuti langkah-­ langkah Iblis, sebab Iblis itu menyesatkan, menyauhkan orang agar tidak beribadah kepada Allah Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-An'am 142:

"Dan janganlah kamu mmglkuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al An'am 6:142)"

Dengan demikian, bila ada orang malas beribadah, senang berbuat munkar, maka dia telah menjadi teman Iblis.

Iblis Dasim

Iblis yang satu ini~bertugas untuk mempengaruhi, menggoda dan mendorong suami istri untuk melakukan penyelewengan. Dengan terjadinya penyelewengan, maka sudah barang tentu rumah tangganya akan menjadi berantakan, tidak harmonis, jauh dari kebahagiaan yang pada akhimya nanti akan terjadi perceraian. Inilah yang diinginkan oleh Iblis Dasim.

Dengan terjadinya perceraian, maka orang akan mudah untuk digiring berbuat munkar dan maksiat, meskipun tidak sedikit orang yang tidak menikah juga tenggelam dalam dunia maksiat. Setidak-tidaknya orang yang sudah bercerai itu dapat dimanfaatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan dalam perbuatan nista, seperti zina dan perbuatan munkar lainnya, karena ia sudah tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan kebutuhan bio­ logisnya secara halal. Karena diantara tujuan pernikahan adalah untuk menundukkan pandangan mata, menyalurkan kebutuhan biologis secara halal, untuk memperoleh keturunan, disamping menjalankan Sunnah Rasulullah saw. Dan masih banyak lagi bahaya atau madlarat yang disebabkan tidak menikah, dan keadaan inilah yang dimanfaatkan oleh Iblis Dasim untuk menjerumuskan kaum muslimin ke lembah nista yang penuh dengan dosa.

Oleh karena itu, Iblis sangat membenci terhadap keluarga yang rukun, damai dan sejahtera. Sebab kondisi keluarga seperti ini akan mendapat limpahan rahmat dan berkah dari Allah Ta'ala.

Itulah nama-nama Iblis yang dikatakan oleh Umar bin Khathab yang bertugas menyesatkan manusia untuk dijerumuskan ke dalam kefasikan, kemaksiatan, kemusyrikan dan kekufuran, yang nanti menjadi temannya di dalam neraka. Semoga Allah menjauhkan dan menyelamatkan kita dari segala tipu daya Iblis ini.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

KEAJAIBAN SABAR


Keajaiban Sabar

Apakah ada keajaiban sabar? Apakah benar dengan bersabar, hidup kita menjadi lebih tenang? Lalu, apa bedanya sabar dengan pasrah? Mengapa kita harus bersabar, sementara kita masih punya kemampuan untuk berbuat sesuatu?

Pertanyaan-pertanyaan itu sering menganggu pikiran saya. Tidak mudah untuk menjawabnya, karena saya bukanlah seorang ustadz, kyai, atau perenung yang bisa mendapatkan jawaban setelah sekian lama berdiam dan menyendiri. Saya hanyalah orang awam yang sedang mencari jawaban dari beragam pertanyaan diatas.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, penulis berbagai kitab dan murid dari Ibnu Taimiyah, sabar adalah menahan jiwa dari berputus asa, meredam amarah yang bergejolak, mencegah lisan berkeluh-kesah, menahan anggota badan dari berbuat kemungkaran. Sabar merupakan akhlak mulia dari lubuk jiwa yang dapat mencegah dengannya akan tegak dan baik segala perkara.

Ternyata, sabar tidak sama dengan pasrah. Pasrah artinya berputus asa, sedangkan sabar berarti menerima keadaan yang ada tetapi tetap semangat dan tetap berusaha. Sabar identik dengan bagaimana cara memendam amarah yang menggelegak. Sabar juga sama artinya dengan menjaga mulut dari perkataan kotor, pembicaraan yang tidak perlu serta menunjukkan kemarahan. Terus terang, belum satupun bisa saya lakukan.

Tidak hanya itu, sabar juga bisa diartikan sebagai kuat pendirian untuk tidak berbuat maksiat, dan menghindarinya sejauh mungkin. Dalam hal ini, kita dituntut bersabar dalam berpegang pada kebenaran ajaran agama. Bukan menyelewengkannya untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR Muslim)

Menurut para ahli tafsir, yang menarik dari hadist tersebut adalah setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah 'ajaban'. Lalu, mengapa dan di mana pesona itu bisa ditemukan?

Pesona muncul dari sikap seseorang dalam menyikapi segala sesuatu. Ia senantiasa berprasangka baik, husnuzhon, dan positive thinking terhadap segala sesuatu yang ditakdirkan Allah SWT. Ketika mendapatkan kebaikan, ia reflesikan dalam bentuk syukur, dan ketika mendapat musibah, ia bersabar. Segala sesuatu yang ia terima dianggap sebagai karunia, anugerah Allah yang tiada banding. Ia percaya bahwa Allah tidak memberikan sesuatu kepadanya kecuali hal tersebut positif baginya.

Begitu pula saat mendapatkan musibah ia akan bersabar, karena ia yakin, di balik musibah dan cobaan tersebut ada rahasia kebaikan didalamnya. Ia lebih memilih bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah daripada menyalahkan Sang Khalik. Mungkin terkadang ada orang mengeluhkan Allah tidak adil, dan mengapa harus mengalami berbagai cobaan.

Kesabaran juga membuat kita tidak berputus asa sampai menginginkan kematian. Jika memang kondisi membuatnya terpaksa maka hendaklah ia berdoa kepada Allah untuk meminta hal terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Hal ini terdapat dalam salah satu hadits.
Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekirana ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, "Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR Bukhari dan Muslim)

Bentuk-bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

1.Sabar dalam ketaatan kepada Allah.

Lho, apakah untuk taat menjalankan ibadah, taat menjalankan perintah Allah, orang harus bersabar? Oh, ternyata memang begitu. Misalnya, ketika berpuasa, jika tidak sabar maka rasa laparpun tidak akan terbendung. Ketika shalat malam, jika tidak sabar menahan kantuk dan rasa malas, pasti tidak akan sanggup melakukannya.

Dengan demikian, untuk sekadar bisa melaksanakan ketaatan kepada Allah, kita membutuhkan kesabaran. Bagaimana bisa?
Ya, karena secara tabiat dan naluri, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ya kan lebih enak bersantai ria, dibandingkan harus sibuk untuk ibadah.

Apa yang menyebabkan orang, seperti saya, sulit bersabar dalam ketaatan? Setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk bersabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah sholat. Lha, wong sedang nikmat-nikmatnya nonton TV, kok ya harus berhenti untuk pergi ke mesjid. Pasti akan sulit. Di sini kita diminta untuk bisa bersabar, bukan?

Kedua, karena bakhil (kikir, pelit). Yang kedua ini lebih banyak terkait dengan hal-hal yang dianggap bisa mengurangi harta dan kekayaan, seperti menunaikan zakat dan infak. Coba, kita lebih rela merogoh kantong untuk menonton bioskop seharga Rp 25,000 per orang, tapi saat diminta menyumbang untuk renovasi mesjid, kita hanya mengeluarkan satu lembar uang ribuan.

Coba, kita lebih rela merogoh kantong untuk menonton bioskop seharga Rp 25,000 per orang, tapi saat diminta menyumbang untuk renovasi mesjid, kita hanya mengeluarkan satu lembar uang ribuan.

Ketiga, karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad. Untuk bisa pergi haji, seseorang harus rela dengan berbagai ujian. Hidup jauh dari keluarga selama satu bulan lebih, tentu tidak mudah. Belum lagi, biayanya juga tidak sedikit. Rp 30 juta bisa untuk uang muka membeli mobil, atau cukup untuk membeli motor, daripada di buang percuma hanya untuk pergi ke mekah? Nah, jika tidak sabar dalam ketaatan, perasaan demikian pasti ada.

2.Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.
Hidup bergelimang uang, terkadang membuat banyak orang lupa. Dengan uang, bisa melakukan kemaksiatan apa saja. Secara hakiki, semua kemaksiatan selalu menyenangkan. Mabuk, membuat orang merasa bisa melepaskan beban hidup. Berzina, untuk melampiaskan nafsu syahwat. Korupsi, bisa membuat kaya raya dan dihormati orang.
Bukankah semua itu nikmat, sangat nikmat?

Jika tidak punya kesabaran, tentu sulit meninggalkan segala kenikmatan duniawi seperti itu. Sama halnya dengan meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar. Bahkan lebih besar. Tidak usah berpikir meninggalkan kemaksiatan yang besar, yang kecilpun terasa berat juga. Maksiat kecil itu relatif mudah dilakukan, dan tidak perlu modal banyak. Misalnya, ghibah (ngerumpi, bergosip), dusta, atau menjaga mata dari sesuatu yang haram.

3.Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah.

Ini yang sering terjadi. Misalnya, ketika ada saudara kita yang meninggal, jika tidak sabar maka kita bisa pingsan, bahkan bisa langsung menyalahkan Allah. Sebaliknya, jika kita sabra, justru akan melihat segala musibah itu sebagai rahmat. Ya, minimal kita bisa melihat ada hikmah di balik musibah atau cobaan itu.

Kiat-kiat untuk Meningkatkan Kesabaran

1.Mengikhlaskan hidup dan niat semua ibadah kepada Allah

2.Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadabur-an.

3.Memperbanyak puasa sunah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabarn.

4.Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha kerasa dan giat yang dilakukan seseorang untuk mengalahkan nafsu yang cenderung menyukai hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.

5.Mengingat-ingat kembali tujuan hidup kita di dunia karena hal ini akan memacu diri kita untuk beramal secara sempurna.

6.Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi seperti saat sedang sendiri dalam rumah, hendaklah mengutamakan beribadah daripada menonton televisi atau kegiatan hiburan lainnya. Kemudian, melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fisabilillah.

7.Membaca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi'in, maupun tokoh-tokoh islam lainnya.

(Sumber: Hikmah Sabar)

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

MEMULIAKAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW


Memuliakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Ketika memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajianpengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari-hari bulan itu.

Sekitar lima abad yang lalu, pertanyaan seperti itu juga muncul. Dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi (849 H - 911 H) menjawab bahwa perayaan Maulid Nabi SAW boleh dilakukan. Sebagaimana dituturkan dalam Al-Hawi lil Fatawi:

"Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi SAW pada bulan Rabiul Awwal, bagaimana hukumnya menurut syara'. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab: Menurut saya bahwa asal perayaan Maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca Al-Qur'an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmnti bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid'ah al-hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka dta dan kegembiraan atas kelahiran Nnbi Muhammad SAW yang mulia". (Al-Hawi lil Fatawi, juz I, hal 251-252)

Jadi, sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang banyak. Lalu diisi dengan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji sejarah dan akhlaq Nabi SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَالِكَ فَلْيَفْرَحُوا

Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58)


Ayat ini, jelas-jelas menyuruh kita umat Islam untuk bergembira dengan adanya rahmat Allah SWT. Sementara Nabi Muhammad SAW adalah rahmat atau anugerah Tuhan kepada manusia yang tiadataranya. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. al-Anbiya',107)


Sesunggunya, perayaan maulid itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:

عَنْ أبِي قَتَادَةَ الأنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ - صحيح مسلم

Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab, "Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku". (HR Muslim)


Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya. Beliau bersyukur kepada Allah SWT pada hari tersebut atas karunia Tuhan yang telah menyebabkan keberadaannya. Rasa syukur itu beliau ungkapkan dengan bentuk puasa.

Paparan ini menyiratkan bahwa merayakan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW termasuk sesuatu yang boleh dilakukan. Apalagi perayaan maulid itu isinya adalah bacaan shalawat, baik Barzanji atau Diba', sedekah dengan beraneka makanan, pengajian agama dan sebagainya, yang merupakan amalan-amalan yang memang dianjurkan oleh Syari' at Islam. Sayyid Muhammad' Alawi al-Maliki mengatakan:

"Pada pokoknya, berkumpul untuk mengadakan Maulid Nabi merupakan sesuatu yang sudah lumrah terjadi. Tapi hal itu termasuk kebiasaan yang baik yang mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang (akhirnya) kembali kepada umat sendiri dengan beberapa keutamaan (di dalamnya). Sebab, kebiasaan seperti itu memang dianjurkan oleh syara' secara parsial (bagianbagiannya)"

"Sesungguhnya perkumpulan ini merupakan sarana yang baik untuk berdakwah. Sekaligus merupakan kesempatan emas yang seharusnya tidak boleh punah. Bahkan menjadi kewajiban para da'i dan ulama untuk mengingatkan umat kepada akhlaq, sopan santun, keadaan sehari-hari, sejarah, tata cara bergaul dan ibadah Nabi Muhammad SAW. Dan hendaknya mereka menasehati dan memberikan petunjuk untuk selalu melakukan kebaikan dan keberuntungan. Dan memperingatkan umat akan datangnya bala' (ujian), bid'ah, kejahatan dan berbagai fitnah". (Mafahim Yajib an Tushahhah, 224-226)


Hal ini diakui oleh Ibn Taimiyyah. Ibn Taimiyyah berkata, "Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi SAWakan diberi pahala. Begitulah yang dilakukan oleh sebagian orang. Hal mana juga di temukan di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS. Dalam Islam juga dilakukan oleh kaum muslimin sebagai rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi SAW. Dan Allah SWT akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan dosa atas bid'ah yang mereka lakukan". (Manhaj as-Salaf li Fahmin Nushush Bainan Nazhariyyah wat Tathbiq, 399)

Maka sudah sewajarnya kalau umat Islam merayakan Maulid Nabi SAW sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan juga karena isi perbuatan tersebut secara satu persatu, yakni membaca shalawat, mengkaji sejarah Nabi SAW, sedekah, dan lain sebagainya merupakan amalan yang memang dianjurkan dalam syari'at Islam.
www.nu.or.id

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Tidak Shalat Akibat Sibuk


Tidak Shalat Akibat Sibuk

Dari Abdullah bin Amr ra., dari Rasulullah saw. Bahwa pada suatu hari beliau bercerita mengenai shalat. Beliau bersabda:
"Barangsiapa menjaga shalatnya, maka shalat akan menjadi cahaya, pembela, dan penyelamat pada hari Kiamat. Dan barangsiapa tidak menjaganya, maka tidak akan ada cahaya, pembela, dan penyelamat baginya. Pada hari Kamat ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf" (HR. Ibnu Hiban dan Thabrani)

Semua orang tahu siapa Firaun. Betapa kafirnya dia, sehingga mengaku sebagai tuhan. Haman adalah seorang pembantu Firaun. Ubay bin Khalaf adalah musuh besar Islam dari kaum musyrikin Mekkah. Berikut ini adalah kisah Ubay bin Khalaf:

Sebelum peristiwa hijrah, Ubay bin Khalaf pernah berkata kepada Rasulullah saw: "Aku memiliki seekor kuda, dengan mengendarainya aku akan membunuhmu di kemudian hari."

Rasulullah saw. pun berkata kepadanya: "Insya Allah, saya akan membunuhmu."

Ketika perang Uhud terjadi Ubay bin Khallaf mencari-cari Rasulullah saw. sambil berkata: "Jika hari ini Muhammad selamat dari tanganku, maka akulah yang akan celaka"

Kemudian ia menuju Rasulullah untuk menyerang beliau. Para sahabat ingin membela Rasulullah saw. dan melempar Ubay bin Khalaf dengan tombak dari jauh, tetapi Rasulullah saw. bersabda: "Biarkan dia mendekat."

Ketika ia telah mendekat Rasulullah saw. mengambil sebilah tombak dari seorang sahabat, lalu melemparnya sehingga leher Ubay bin Khalaf tergores sedikit.
Akibat lemparan itu, dia terjatuh dari kudanya. Dengan jatuh bangun dia berlari menuju pasukannya sambil berteriak:
"Demi Tuhan, Muhammad telah membunuhku."

Orang-orang kafir berusaha menenangkannya, bahwa itu adalah sebuah goresan saja, tidak perlu dikhawatirkan. Namun dia berkata: "Muhammad pernah berkata bahwa dia akan membunuhku"

Abu Sufyan yang saat itu sebagai panglima perang kaum musyrikin berkata dengan nada mempermalukan: "Dengan sedikit goresan saja engkau berteriak-teriak." Ubay bin Khalaf kemudian berkata: "Apakah engkau tidak tahu siapa yang melempar aku? Ini adalah lemparan Muhammad. Saya sangat menderita. Demi Lata dan Uzza, jika penderitaan ini dibagikan kepada seluruh penduduk Hijaz, niscaya mereka akan binasa"

Muhammad pernah berkata kepadaku: "Aku akan membunuhmu" Ketika dia berkata begitu, aku yakin bahwa aku akan mati di tangannya, dan tidak akan lolos darinya. Seandainya dia meludahi aku sedikit saja, setelah dia mengatakan demikian, maka aku pasti akan binasa. Akhirnya Ubay bin Khalaf meninggal dunia sehari sebelum tiba di Mekkah.

Peristiwa itu merupakan pelajaran bagi kita. Seorang kafir dan kuat dan musuh besar Islam saja begitu yakin akan kebenaran sabda Rasulullah saw., sehingga dia tidak merasa ragu sedikitpun tentang kematiannya di tangan Rasulullah saw. Namun kita sebagai manusia yang mengimani kenabian dan kebenaran beliau, meyakini sabda-sabda beliau, mengaku cinta kepada beliau, dan berbangga dengan posisi kita sebagai umat beliau, berapa banyak sabda-sabda beliau yang kita amalkan? Juga hal-hal yang diberitakan oleh beliau seperti azab, berapa banyak yang kita takuti? Hal ini perlu kita perhatikan, dan kita renungkan, jangan-jangan hal itu hanya pengakuan dibibir saja.

Dalam keterangan yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat akan dibangkitkan bersam Firaun, Qarun, Haman.

Jika seseorang meninggalkan shalat karena sibuk akibat banyaknya harta, maka dia akan dibangkitkan bersama Qarun

Jika seseorang meninggalkan shalat karena sibuk dalam pemerintaan dan kekuasaan, maka dia akan dibangkitkan bersama Firaun

Jika seseorang meniggalkan shalat karena sibuk akibat jabatan, maka dia akan dibangkitkan bersama Haman

Jika seseorang meninggalkan shalat karena sibuk akibat perdagangan, maka dia akan dibangkitkan bersam Ubay bin Khalaf.
Wallahu'alam Bisshowab.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

BECERMIN DI TELAGA TEGURAN


Becermin di Telaga Teguran

"Tolonglah saudaramu, baik dia zhalim atau dizhalimi. Apabila dia zhalim, cegahlah. Bila ia dizhalimi, menangkanlah." (HR. Al-Bukhari)

Maha Suci Allah yang menciptakan alam ini begitu sempurna. Malam dan siang silih berganti melayani hidup manusia. Terang dan gelap pun menjadi sebuah kebutuhan makhluk-Nya di seluruh bumi. Tapi, tidak semua yang gelap boleh dibiarkan apa adanya.

Anggaplah teguran sebagai hadiah rabbaniyah
Tidak ada dosa dan kesalahan yang tanpa balasan. Semua akan dibalas oleh Allah swt., dalam kehidupan ini atau di akhirat kelak. Bayangkan jika dosa dan kesalahan bergulir tanpa terasa. Tanpa ada teguran, tanpa ada peringatan.

Menggunungnya dosa dan kesalahan bahkan bisa menyumbat semua cahaya kesadaran. Orang-orang seperti ini bukan hanya tidak menemukan pintu kesadaran, justru ia merasa kalau dirinya tergolong yang dapat petunjuk. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, "Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. [QS. Al-A'raf (7): 30]

Allah swt. selalu sayang pada hamba-hamba-Nya. Berbeda dengan orang kafir yang terus mendapat uluran peluang sehingga terus bermaksiat, orang mukmin tidak begitu. Sedikit bengkok, selalu ada teguran. Ada teguran langsung berupa musibah, ada teguran tidak langsung yang disuarakan melalui mulut manusia.

Allah swt. bahkan mencirikan mereka yang saling menegur sebagai generasi yang selamat dari bencana kerugian: dunia dan akhirat. Maha Agung Allah swt. dalam firman-Nya, "Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." [QS. Al-Ashr (103): 1-3]

Anggaplah teguran sebagai ungkapan sayang
Kadang sulit menerjemahkan sebuah ungkapan dengan timbangan yang jernih dan lurus. Termasuk dalam soal teguran. Sederhananya, orang yang menegur diterjemahkan sebagai lawan yang menyusahkan, bahkan menjatuhkan.

Dalam timbangan akhlak, nilai sebuah teguran jauh dari terjemahan itu. Bahkan bertolak belakang. Teguran bukan untuk menyusahkan, melainkan memudahkan. Teguran bukan ungkapan marah, apalagi permusuhan. Melainkan, justru ungkapan sayang dan persaudaraan.

Rasulullah saw. yang mulia mengatakan, "Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan)." (HR. Adailami)

Teguran adalah ungkapan sayang yang sejati seorang saudara terhadap saudaranya yang terjebak dalam kesalahan. Cinta karena Allah, dan benci pun karena Allah. Kalau bukan karena cinta, mungkin ia tak akan pernah menegur. Karena upaya itu begitu berat.

Anggaplah teguran sebagai guru lapangan

Teguran tidak selalu berhubungan dengan dosa. Tidak selalu berhubungan dengan sesuatu yang prinsip. Ada teguran yang memang sangat diperlukan ketika sebuah wilayah teoritis dibumikan dalam wilayah aplikatif.

Dalam hal berumahtangga misalnya. Ketika belum memasuki pernikahan, seseorang merasa sudah paham betul dengan yang namanya berumahtangga. Itu ia dapat dari buku, ceramah, dan sebagainya. Tapi, ketika berumahtangga menjadi sebuah kenyataan, semua menjadi berbeda. Realita kadang tidak selalu mengikuti idealita.

Terjadi kegamangan di situ. Ada konflik suami isteri. Sesuatu yang dalam teori begitu indah, ternyata begitu gersang dalam kenyataan di lapangan. Tentu, yang salah bukan idelitanya.
Tapi, cara bagaimana menggapai idealita itu yang belum pas. Di sinilah, seseorang membutuhkan teguran. Dan teguran saat itu menjadi guru di lapangan realita.

Anggaplah teguran sebagai cermin memperindah diri

Ego manusia selalu mengatakan kalau ia serba sempurna. Tidak ada cacat. Tidak ada noda. Semua bagus. Kalau ada orang yang menilai lain, pasti si penilai yang teranggap salah.

Begitu pun yang mungkin terjadi dalam diri seorang mukmin. Dengan penuh percaya diri, ia yakini kalau semua langkahnya sempurna. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah jika ada yang menganggapnya salah.

Dalam sudut pandang Islam, manusia adalah tempat salah dan lupa. Jadi, akan ada saja kemungkinan kalau seorang mukmin pun bisa khilaf. Kalau seorang ulama pun bisa salah. Kalau seorang pemimpin pun bisa kepeleset. Saat itu, ia butuh teguran sebagai cermin yang bisa menyadarkan.

Rasulullah saw. mengatakan,
"Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya." (HR. Al-Bukhari)
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Ilmu Adalah Pemimpin Amal !!!


Ilmu Adalah Pemimpin Amal !!!


Assalaamu'alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuh..

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu 'ala Rosulillah wa 'ala alihi wa shohbihi wa man tabi'ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin....

Mu'adz bin Jabal -radhiyallahu 'anhu- mengatakan,

العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ

"Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu."
(Al Amru bil Ma'ruf wan Nahyu 'anil Mungkar, hal. 15)


Bukti bahwa ilmu lebih didahulukan daripada amalan
Ulama hadits terkemuka, yakni Al Bukhari berkata, "Al 'Ilmu Qoblal Qouli Wal 'Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat)" Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta'ala,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

"Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu." (QS. Muhammad [47]: 19)


Dalam ayat ini, Allah memulai dengan 'ilmuilah' lalu mengatakan 'mohonlah ampun'. Ilmuilah yang dimaksudkan adalah perintah untuk berilmu terlebih dahulu, sedangkan 'mohonlah ampun' adalah amalan. Ini pertanda bahwa ilmu hendaklah lebih dahulu sebelum amal perbuatan.
menulis-1Sufyan bin 'Uyainah rahimahullah berdalil dengan ayat ini untuk menunjukkan keutamaan ilmu.
Hal ini sebagaimana dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam Al Hilyah ketika menjelaskan biografi Sufyan dari jalur Ar Robi' bin Nafi' darinya, bahwa Sufyan membaca ayat ini, lalu mengatakan, "Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah memulai ayat ini dengan mengatakan 'ilmuilah', kemudian Allah memerintahkan untuk beramal?" (Fathul Bari, Ibnu Hajar, 1/108)

Al Muhallab rahimahullah mengatakan, "Amalan yang bermanfaat adalah amalan yang terlebih dahulu didahului dengan ilmu. Amalan yang di dalamnya tidak terdapat niat, ingin mengharap-harap ganjaran, dan merasa telah berbuat ikhlas, maka ini bukanlah amalan (karena tidak didahului dengan ilmu, pen). Sesungguhnya yang dilakukan hanyalah seperti amalannya orang gila yang pena diangkat dari dirinya." (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 1/144)

Ibnul Munir rahimahullah berkata, "Yang dimaksudkan oleh Al Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu perkataan dan perbuatan. Suatu perkataan dan perbuatan itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Oleh sebab itulah, ilmu didahulukan dari ucapan dan perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat. Niat nantinya yang akan memperbaiki amalan." (Fathul Bari, 1/108)

Keutamaan ilmu syar'i yang luar biasa
Setelah kita mengetahui hal di atas, hendaklah setiap orang lebih memusatkan perhatiannya untuk berilmu terlebih dahulu daripada beramal. Semoga dengan mengetahui faedah atau keutamaan ilmu syar'i berikut akan membuat kita lebih termotivasi dalam hal ini.

Pertama =>
Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu di akhirat dan di dunia
Di akhirat, Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat berbanding lurus dengan amal dan dakwah yang mereka lakukan. Sedangkan di dunia, Allah meninggikan orang yang berilmu dari hamba-hamba yang lain sesuai dengan ilmu dan amalan yang dia lakukan.
Allah Ta'ala berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
(QS Al Mujadalah: 11)


Kedua =>
seorang yang berilmu adalah cahaya yang banyak dimanfaatkan manusia untuk urusan agama dan dunia meraka.

Dalilnya, satu hadits yang sangat terkenal bagi kita, kisah seorang laki-laki dari Bani Israil yang membunuh 99 nyawa. Kemudian dia ingin bertaubat dan dia bertanya siapakah di antara penduduk bumi yang paling berilmu, maka ditunjukkan kepadanya seorang ahli ibadah. Kemudian dia bertanya kepada si ahli ibadah, apakah ada taubat untuknya.
Ahli ibadah menganggap bahwa dosanya sudah sangat besar sehingga dia mengatakan bahwa tidak ada pintu taubat bagi si pembunuh 99 nyawa. Maka dibunuhlah ahli ibadah sehigga genap 100 orang yang telah dibunuh oleh laki-laki dari Bani Israil tersebut.

Akhirnya dia masih ingin bertaubat lagi, kemudian dia bertanya siapakah orang yang paling berilmu, lalu ditunjukkan kepada seorang ulama. Dia bertanya kepada ulama tersebut, "Apakah masih ada pintu taubat untukku." Maka ulama tersebut mengatakan bahwa masih ada pintu taubat untuknya dan tidak ada satupun yang menghalangi dirinya untuk bertaubat. Kemudian ulama tersebut menunjukkan kepadanya agar berpindah ke sebuah negeri yang penduduknya merupakan orang shalih, karena kampungnya merupakan kampung yang dia tinggal sekarang adalah kampung yang penuh kerusakan. Oleh karena itu, dia pun keluar meninggalkan kampung halamannya. Di tengah jalan sebelum sampai ke negeri yang dituju, dia sudah dijemput kematian. (HR. Bukhari dan Muslim). Kisah ini merupakan kisah yang sangat masyhur. Lihatlah perbedaan ahli ibadah dan ahli ilmu.

Ketiga =>
Ilmu adalah warisan para Nabi
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

"Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh keberuntungan yang banyak."
(HR. Abu Dawud no. 3641 dan Tirmidzi no. 2682. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho'if Sunan Abi Daud dan Shohih wa Dho'if Sunan Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shohih)


Keempat =>
Orang yang berilmu yang akan mendapatkan seluruh kebaikan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

"Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama." (HR. Bukhari dan Muslim)


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
"Setiap orang yang Allah menghendaki kebaikan padanya pasti akan diberi kepahaman dalam masalah agama. Sedangkan orang yang tidak diberikan kepahaman dalam agama, tentu Allah tidak menginginkan kebaikan dan bagusnya agama pada dirinya."
(Majmu' Al Fatawa, 28/80)


Ilmu yang wajib dipelajari lebih dahulu
Ilmu yang wajib dipelajari bagi manusia adalah ilmu yang menuntut untuk diamalkan saat itu, adapun ketika amalan tersebut belum tertuntut untuk diamalkan maka belum wajib untuk dipelajari. Jadi ilmu mengenai tauhid, mengenai 2 kalimat syahadat, mengenai keimanan adalah ilmu yang wajib dipelajari ketika seseorang menjadi muslim, karena ilmu ini adalah dasar yang harus diketahui.

Kemudian ilmu mengenai shalat, hal-hal yang berkaitan dengan shalat, seperti bersuci dan lainnya, merupakan ilmu berikutnya yang harus dipelajari. Kemudian ilmu tentang hal-hal yang halal dan haram, ilmu tentang mualamalah dan seterusnya.

Contohnya seseorang yang saat ini belum mampu berhaji, maka ilmu tentang haji belum wajib untuk ia pelajari saat ini. Akan tetapi ketika ia telah mampu berhaji, ia wajib mengetahui ilmu tentang haji dan segala sesuatu yang berkaitan dengan haji. Adapun ilmu tentang tauhid, tentang keimanan, adalah hal pertama yang harus dipelajari karena setiap amalan yang ia lakukan tentunya berkaitan dengan niat. Kalau niatnya dalam melakukan ibadah karena Allah maka itulah amalan yang benar. Adapun kalau niatnya karena selain Allah maka itu adalah amalan syirik. Ini semua jika dilatarbelakangi dengan aqidah dan tauhid yang benar.

Penutup
Marilah kita awali setiap keyakinan dan amalan dengan ilmu agar luruslah niat kita dan tidak terjerumus dalam ibadah yang tidak ada tuntunan (alias bid'ah). Ingatlah bahwa suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu malah akan mendatangkan kerusakan dan bukan kebaikan.

'Umar bin 'Abdul 'Aziz mengatakan,

من عبد الله بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح

"Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan."
(Al Amru bil Ma'ruf wan Nahyu 'anil Mungkar, hal. 15)


Di samping itu pula, setiap ilmu hendaklah diamalkan agar tidak serupa dengan orang Yahudi. Sufyan bin 'Uyainah -rahimahullah- mengatakan,

مَنْ فَسَدَ مِنْ عُلَمَائِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ الْيَهُودِ وَمَنْ فَسَدَ مِنْ عِبَادِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ النَّصَارَى

"Orang berilmu yang rusak (karena tidak mengamalkan apa yang dia ilmui) memiliki keserupaan dengan orang Yahudi. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena beribadah tanpa dasar ilmu) memiliki keserupaan dengan orang Nashrani." (Majmu' Al Fatawa, 16/567)


Semoga Allah senantiasa memberi kita bertaufik agar setiap amalan kita menjadi benar karena telah diawali dengan ilmu terdahulu. Semoga Allah memberikan kita ilmu yang bermanfaat, amal yang sholeh yang diterima, dan rizki yang thoyib.

Alhamdulilllahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.Wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

DIAM ITU EMAS


Diam itu Emas

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. Jenis-jenis Diam
Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

b. Diam Malas
Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.

c. Diam Sombong
Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.

d. Diam Khianat
Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.

e. Diam Marah
Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.

f. Diam Utama (Diam Aktif)
Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.

2. Keutamaan Diam Aktif

a. Hemat Masalah
Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari Dosa
Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang
Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.

d. Lebih Bijak
Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.

e. Hikmah Akan Muncul
Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.

f. Lebih Berwibawa
Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:

1. Diam dari perkataan dusta
2. Diamdari perkataan sia-sia
3. Diam dari komentar spontan dan celetukan
4. Diam dari kata yang berlebihan
5. Diam dari keluh kesah
6. Diam dari niat riya dan ujub
7. Diam dari kata yang menyakiti
8. Diam dari sok tahu dan sok pintar

Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

FADHILAH SURAT AL WAQIAH


Surat Al Waqiah (سورة الواقعة) adalah salah satu surat yang penuh dengan fadhilah dan keberkahan. Surah Al-Waqi'ah adalah surah yang ke-56 dalam Al-Quran, terletak pada juz ke 27dan terdiri dari 96 ayat. Surat yang diturunkan setelah Surah Taahaa ini dinamakan dengan Al-Waaqi'ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al-Waaqi'ah yang terdapat pada ayat pertama. Surat ini banyak menceritakan tentang perihal hari kiamat dan bagaimana nanti pembagian umat di hari tersebut. Akan tetapi surat ini banyak memiliki fadhilah terutama dalam hal rezeki.

Berikut beberapa riwayat fadhilah dari surat waqiah

Sabda Rasulullah SAW:
"Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu." (Riwayat Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa').

"Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiap malam ia tidak akan ditimpa kefakiran." (Riwayat daripada Ibn Mas'ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir).

"Ajarkanlah surah Al-Waqi'ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan." (Hadis riwayat Ibnu Ady)

Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa)berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah pada malam Jum'at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa)berkata: "Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi'ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah." (Tsawabul A'mal, hlm 117).

Imam Muhammad Al-Baqir (sa)berkata: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama." (Tsawabul A'mal, halaman 117).

Ubay bin Ka'b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi'ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya." (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud berkata,"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,"Barangsiapa yang membaca surat al Waqi'ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan."

Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi'ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,"Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban." Beliau bersabda,"Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi'ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba', pen) dan إذا الشمس كورت." Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib.

Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu 'Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas'ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi' bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja' dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas'ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin 'Affan dan bertanya,"Apa yang kau rasakan?" Abdullah berkata,"Dosa-dosaku." Utsman bertanya,"Apa yang engkau inginkan?" Abdullah menjawab,"Rahmat Tuhanku." Utsman berkata,"Apakah aku datangkan dokter untukmu." Abdullah menjawab,"Dokter membuatku sakit." Utsman berkata,"Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?" Abdullah menjawab,"Aku tidak membutuhkannya." Utsman berkata,"(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu." Abdullah menjawab,"Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi'ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,"Barangsiapa yang membaca surat al Waqi'ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya."

Lalu Ibnu 'Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja', sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja' telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata,"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,"Barangsiapa yang membaca surat al Waqi'ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya."Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya.

Demikian pula Abu Ya'la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja' dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas'ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al 'Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas'ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,"Barangsiapa membaca surat al Waqi'ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.", didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja'. Ibnu Mas'ud mengatakan,"Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam."

Ibnu 'Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja' dari Abu Fathimah berkata,"Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin 'Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,"Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 - 513)

Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,"Surat al Waqi'ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu."

Banyak sekali riwayat-riwayat lain yang menjelaskan tentang fadhilah surat Al Waqiah ini. Adapun berikut adalah Do'ayang sebaiknya dibaca setelah membaca surat al waqiah
Doa ini diambil dari kitab Kholashoh Nabawiy dari Al Habib Umar Bin Muhammad bin Hafidz




sumber : http://sufiroad.blogspot.com/2010/11/sufi-road-surat-al-waqiah-1fadhilah-dan.html
video surat Al Waqiah

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

QOLBU


Qolbu

Syekh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili [1366M - 1430M]

Qalbu adalah Singgasana Allah
Pusat kendali diri setiap manusia

Landasan penampakkan Al Haq
Ranah hamparan kasih rahmatNya
Ia adalah cerminan hakikatNya
Mikroskop nilai keluhuranNya
Wadah penampung kalamNya
Jaring penangkap isyarat-isyaratNya

Ia dianalogikan dengan cahaya
Diurai dengan huruf-huruf Qur'ani
Ia laksana, minyak dan lampu
Dalam Misykat serta kaca menyala
Ia mudah terbalik dan pongah,

Qalbu yang ingat mulia, yang lalai nista,
Ia kadang bersinar, kadang gelap,
Ia menyinari jagad diri dan kehidupan,

Qalbu didatangi DutaNya untuk
Dipersiapkan menerima tugas ketuhanan

Qalbu suci bermoral malaikatNya
Qalbu kotor berkarakteri setan terlaknat

Qalbu adalah penanda setiap insan
Adakah ia manusia baik atau buruk

Ia merupakan pundit rahasia batin
Samudera pengetahuan setiap manusia

Ia kunci pembuka keagunganNya
Pintu pembentang rahasia-rahasiaNya
Itulah wajah hakiki qalbumu yang sesungguhnya

Simpanlah rahasia batinmu, kau akan melihat rahasiaNya
Kebahagiaan dunia bisa diraih dengan jejak kaki

Kebahagiaan hakiki akhirat hanya bisa ditempuh dengan qalbu
Penyingkapan Agung dan tirai Makrifat terbuka oleh "laku" qalbu

Rapor kebaikan dan keburukan setiap insani berdasar "laku" qalbu

Manusia yang membiarkan kalbunya penuh noda hati
Selamanya tidak akan merasakan penyingkapan rahasia AgungNya

Qalbu adalah perbendaharaan agung
Modal utama setiap manusia menujuNya

Insan yang tidak memuliakan kalbunya
Akan menuai keburukan abadi di sisiNya

Qalbu adalah landasan pacu hakikat
Nilai hakiki tidak akan landing di qalbu yang kotor
Qalbu yang tidak suci berlumur hijab
Qalbu yang terhijab tidak akan Makrifatullah

Qalbu adalah media Wushul da Qurb
Keintiman denganNya juga dengan "laku" qalbu

Hakikat kebaikan bersendikan qalbu
Kebaikan yang tidak bernurani, adalah busuk
Ilham suciNya turun di qalbu suci

Qalbu buruk adalah landasan bisikan jahat setan
Muara "laku" qalbu adalah ridhaNya
KerelaanNya hanya berdasarkan "laku" qalbu jernih
KemurkaanNya akibat "ulah" qalbu
Siksa pedih akhirat juga akibat "ulah" busuk qalbu

Qalbu adalah sentra penentu nasib
Kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki akibat qalbu

Qalbu yang taat beroleh ridhaNya
Qalbu yang kufur, akan menuai kemurkaanNya
Qalbu yang pongah dan tersesat
Adalah qalbu yang lupa mendzikir padaNya

Wajah kebaikan qalbu adalah lurus
Wajah kesesatan qalbu, tindak kemaksiatannya
Tajamkan mata Qalbu dan pikir
Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya

Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh
Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya
Lihatlah kepada "laku" baik qalbumu
Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya
Pandanglah kebaikan-kebaikanNya
Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

MOTIVASI MENJADI MUSLIM


Motivasi Menjadi Muslim

Dari banyak wawancara yang dilakukan televisi Amerika, Eropa maupun Timur Tengah terhadap mereka yang masuk Islam atau video-video blog yang banyak menjelaskan motivasi para new converters ini masuk Islam, menggambarkan konfigurasi latar belakang yang beragam.

Pertama, karena kehidupan mereka yang sebelumnya sekuler, tidak terarah, tidak punya tujuan, hidup hanya money, music and fun. Pola hidup itu menciptakan kegersangan dan kegelisahan jiwa.
Mereka merasakan kekacauan hidup, tidak seperti pada orang-orang Muslim yang mereka kenal. Dalam hingar bingar dunia modern dan fasilitas materi yang melimpah banyak dari mereka yang merasakan kehampaan dan ketidakbahagiaan. Ketika menemukan Islam dari membaca Al-Qur'an, dari buku atau kehidupan teman Muslimnya yang sehari-harinya taat beragama, dengan mudah saja mereka masuk Islam.

Kedua, merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya dalam agama sebelumnya yaitu Kristen. Dalam Islam mereka merasakan hubungan dengan Tuhan itu langsung dan dekat. Beberapa orang Kristen taat bahkan mereka sebagai church priest mengaku seperti itu ketika diwawancarai televisi. Allison dari North Caroline dan Barbara Cartabuka, seorang diantara 6,5juta orang Amerika yang masuk Islam pasca 9/11, seperti diberitakan oleh Veronica De La Cruz dalam CNN Headline News, Allison mengaku "Islam is much more about peace." Sedangkan Barbara tidak pernah merasakan kedamaian selama menganut Katolik Roma seperti kini dirasakannya setelah menjadi Muslim. Demikian juga yang dirasakan oleh Mr. Idris Taufik, mantan pendeta Katolik di London, ketika diwawancara televisi Al-Jazira. Mantan pendeta ini melihat dan merasakan ketenangan batin dalam Islam yang tidak pernah dirasakan sebelumnya ketika ia menjadi mendeta di London. Ia masuk Islam setelah melancong ke Mesir. Ia kaget melihat orang-orang Islam tidak seperti yang diberitakan di televisi-televisi Barat. Ia mengaku, sebelumnya hanya mengetahui Islam dari media. Ia sering meneteskan air mata ketika menyaksikan kaum Muslim shalat dan kini ia merasakan kebahagiaan setelah menjadi Muslim di London.

Ketiga, menemukan kebenaran yang dicarinya. Beberapa konverter mengakui konsep-konsep ajaran Islam lebih rasional atau lebih masuk akal seperti tentang keesaan Tuhan, kemurnian kitab suci, kebangkitan (resurrection) dan penghapusan dosa (salvation) ketimbang dalam Kristen.

Banyak dari masyarakat Amerika memandang Kristen sebagai agama yang konservatif dalam doktrin-doktrinnya. Eric seorang pemain Cricket di Texas, kota kelahiran George Bush, berkesimpulan seperti itu dan memilih Islam. Sebagai pemain cricket Muslim, ia sering shalat di pinggir lapang. Di Kristen, katanya, sembahyang harus selalu ke Gereja. Seorang konverter lain memberikan kesaksiannya yang bangga menjadi Muslim. Ia menjelaskan telah berpuluh tahun menganut Katolik Roma dan Kristen Evangelik. Dia mengaku menemukan kelemahan-kelemahan doktrin Kristen setelah menyaksikan debat terbuka tentang "Is Jesus God?" (Apakah Yesus itu Tuhan?) antara Ahmad Deedat, seorang tokoh Islam dari Afrika Selatan dan seorang teolog Kristen.

Argumen-argumen Dedaat dalam diskusi menurutnya jauh lebih jelas, kuat dan memuaskan ketimbang teolog Kristen itu. Menariknya, misi awalnya ia menonton debat agama itu justru untuk mengetahui Islam karena ia bertekad akan menyebarkan gospel ke masyarakat-masyarakat Muslim. Yang terjadi sebaliknya, ia malah menemukan keunggulan doktrin Islam dalam berbagai aspeknya dibandingkan Kristen. Angela Collin, seorang artis California yang terkenal karena filmnya Leguna Beach dan kini menjadi Director of Islamic School, ketika diwawancarai oleh televisi NBC News megapa ia masuk Islam, ia mengungkapkan: "I was seeking the truth and I've found it in Islam. Now I have this belief and I love this belief," katanya bangga.

Keempat, banyak kaum perempuan Amerika Muslim berkesimpulan ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai perempuan. Dengan kata lain, perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati. Walaupun mereka tidak setuju dengan poligami, mereka melihat posisi perempuan sangat dihormati dalam Islam daripada dalam peradaban Barat modern.

Seorang convert perempuan Amerika bernama Tania, merasa hidupnya kacau dan tidak terarah jutsru dalam kebebasannya di Amerika. Ia bisa melakukan apa saja yang dia mau untuk kesenangan, tapi ia rasakan malah merugikan dan merendahkan perempuan. Setelah mempelajari Islam, awalnya merasa minder. Setelah tahu bagaimana Islam memperlakukan perempuan, ia malah berkata "women in Islam is so honored. This is a nice religion not for people like me!" katanya. Dia masuk Islam setelah mempelajarinya beberapa bulan dari teman Muslimnya.

Perkembangan Islam di dunia Barat sesungguhnya lebih prospektif karena mereka terbiasa berfikir terbuka. Dalam keluarga Amerika, pemilihan agama dilakukan secara bebas dan independen. Banyak orang tua mendukung anaknya menjadi Muslim selama itu adalah pilihan bebasnya dan independen.
Mereka mudah saja masuk Islam ketika menemukan kebenaran disitu. Angela Collin menjadi Muslim dengan dukungan kedua orang tua. Ketika diwawancarai televisi NBC, orang tuanya justru merasa bangga karena Angela adalah seorang "independent person." Nancy seorang remaja 15 tahun, masuk Islam setelah bergaul dekat temannya keluarga Pakistan dan keluarganya tidak mempermasalahkan walaupun telah lama hidup dalam tradisi Kristen.

TERORIS ISLAM


"Teroris Islam."

Peristiwa 9/11 menyimpan misteri yang tidak terduga. Pemboman itu dikutuk dunia, terlebih Amerika, sebagai biadab dan barbar buah tangan para "teroris Islam."

Setelah peristiwa itu, kaum Muslimin di Amerika terutama imigran asal Timur Tengah merasakan getahnya mengalami kondisi psiokologis yang sangat berat: dicurigai, diteror, diserang, dilecehkan dan diasosiasikan dengan teroris.

Hal yang sama dialami oleh kaum Muslim di Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.

Pemerintah George Walker Bush segera mengetatkan aturan imigrasi dan mengawasi kaum imigran Muslim secara berlebihan. Siaran televisi Fox News Channel, dalam acara mingguan "In Focus" menggelar diskusi dengan mengundang enam orang nara sumber, bertemakan "Stop All Muslim Immigration to Protect America and Economy." Acara ini menggambarkan kekhawatiran Amerika tidak hanya dalam masalah terorisme tetapi juga ekonomi dimana pengaruh para pengusaha Arab dan Timur Tengah mulai dominan dan mengendalikan ekonomi Amerika.

Tapi, rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri. Islam mematahkan "logika akal sehat" manusia modern. Bagaimana mungkin sekelompok orang nekat berbuat biadab membunuh banyak orang tidak berdosa dengan mengatasnamakan agama, tetapi tidak lama setelah peristiwa itu, justru ribuan orang berbondong-bondong menyatakan diri masuk agama tersebut dan menemukan kedamaian didalamnya? 9/11 telah berfungsi menjadi ikon yang memproduksi arus sejarah yang tidak logis dan mengherankan.

Selain 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa itu, ribuan yang lain dari negara-negara non Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dst) juga mengambil keputusan yang sama masuk Islam.

Bagaimana arus ini bisa dijelaskan? Sejauh saya ketahui, jawabannya "tidak ada" dalam teori-teori gerakan sosial karena fenomena ini sebuah anomali.

Maka, gejala ini hanya bisa dijelaskan oleh "teori tangan Tuhan."
Tangan Tuhan dalam bentuk blessing in disguise adalah nyata dibalik peristiwa 9/11 dan ini diakui oleh masyarakat Islam Amerika. Karena peristiwa 9/11 yang sangat mengerikan itu dituduhkan kepada Islam, berbagai lapisan masyarakat Amerika justru kemudian terundang kuriositasnya untuk mengetahui Islam lebih jauh. Sebagian karena murni semata-mata ingin mengetahui saja, sebagian lagi mempelajari dengan sebuah pertanyaan dibenaknya: "bagaimana mungkin dalam zaman modern dan beradab ini agama "mengajarkan" teror, kekerasan dan suicide bombing dengan ratusan korban tidak berdosa?" Tapi keduanya berbasis pada hal yang sama: ignorance of Islam (ketidaktahuan sama sekali tentang Islam).

Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat (Amerika dan Eropa) tentang Islam hanya satu yaitu media yang menggambarkan Islam tidak lain kecuali stereotip-stereotip buruk seperti teroris, uncivilized, kejam terhadap perempuan dan sejenisnya. Seperti disaksikan Eric, seorang Muslim pemain cricket warga Texas, setelah peristiwa 9/11, masyarakat Amerika menjadi ingin tahu Islam, mereka kemudian ramai-ramai membeli dan membaca Al-Qur'an setiap hari, membaca biografi Muhammad dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya. Hasilnya, dari membaca sumbernya langsung, mereka menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Ketimbang bertambahnya kebencian, yang terjadi malah sebaliknya. Menemukan keagungan serta keindahan ajaran agama yang satu ini. Keagungan ajaran Islam ini bertemu pada saatnya yang tepat dengan kegersangan, kegelisahan dan kekeringan spritual masyarakat Amerika yang sekuler selama ini. Karena itu, Islam justru menjadi jawaban bagi proses pencarian spiritual mereka selama ini. Islam menjadi melting point atas kebekuan spiritual yang selama ini dialami masyarakat Amerika. Inilah pemicu terjadinya Islamisasi Amerika yang mengherankan para pengamat sosial dan politik. Inilah tangan Tuhan dibalik peristiwa /9/11.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

ISLAM DI AMERIKA


Islam di Amerika: Sebuah Keajaiban Bernama 9/11

"Idza ja-a nashrullahi wal fathu,
wara aytannas sayad khuluna fi dinillahi afwaja.."
(An-Nashr: 1-2)

(Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan,
dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah
dengan berbondong-bondong...".

Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati.

Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah.

Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.

Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun.

Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun. 17 tahun lagi dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen menjadi kedua. World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).

Fenomena di Amerika sendiri sangat menarik. Sangat tidak masuk di akal pemerintah George Bush dan tokoh-tokoh Amerika, masyarakat Amerika berbondong-bondong masuk Islam justru setelah peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001 yang dikenal dengan 9/11 yang sangat memburukkan citra Islam itu.

Pasca 9/11 adalah era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada presedennya dalam sejarah Amerika. 8 juta orang Muslim yang kini ada di Amerika dan 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah pemboman itu.

Pernyataan syahadat masuk Islam terus terjadi di kota-kota Amerika seperti New York, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya.

Atas fakta inilah, ditambah gelombang masuk Islam di luar Amerika, seperti di Eropa dan beberapa negara lain, beberapa tokoh Amerika menyatakan kesimpulannya. The Population Reference Bureau USA Today sendiri menyimpulkan: "Moslems are the world fastest growing group."

Hillary Rodham Cinton, istri mantan Presiden Clinton seperti dikutip oleh Los Angeles Times mengatakan, "Islam is the fastest growing religion in America."

Kemudian, Geraldine Baum mengungkapkan: "Islam is the fastest growing religion in the country" (Newsday Religion Writer, Newsday). "Islam is the fastest growing religion in the United States," kata Ari L. Goldman seperti dikutip New York Times.
Atas daya magnit Islam inilah, pada 19 April 2007, digelar sebuah konferensi di Middlebury College, Middlebury Vt. untuk mengantisipasi masa depan Islam di Amerika dengan tajuk "Is Islam a Trully American religion?" (Apakah Islam adalah Agama Amerika yang sebenarnya?) menampilkan Prof. Jane Smith yang banyak menulis buku-buku tentang Islam di Amerika. Konferensi itu sendiri merupakan seri kuliah tentang Immigrant and Religion in America. Dari konferensi itu, jelas tergambar bagaimana keterbukaan masyarakat Amerika menerima sebuah gelombang baru yang tak terelakkan yaitu Islam yang akan menjadi identitas dominan di negara super power itu.

Sumber : moeflich.wordpress.com

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

BELAJAR KASIH DAN SAYANG

Belajar kasih dan sayang


Abdullah bin Abu Bakar R.A. meriwayatkan dari seseorang katanya: "Pada suatu hari dalam perjalanan untuk berperang di Hunain, saya memakai sepatu kulit yang tebal. Saya berjalan dibelakang Rasulullah SAW. Karena jalan sangat sempit tiba-tiba kaki Rasulullah SAW. tersandung oleh sepatu saya dan terinjak dari belakang sehingga beliau kesakitan dan beliau segera memukul perlahan saja sambil mendorong saya kebelakang dengan sebuah pecut (cambuk) yang beliau pegang sambil bersabda: "Hai Fulan, engkau telah menyakiti kakiku."

Beliau (Abdullah bin Abu Bakar RA ) mengatakan: "sepanjang malam orang itu tidak bisa tidur karena dia merasa bersalah sudah menyakiti kaki Rasulullah SAW, dia berulang-kali berpikir dan menyesali diri sendiri, mengapa saya telah menyakiti Rasulullah SAW. Keesokan harinya pagi-pagi sekali seorang datang mencarinya untuk berjumpa Rasulullah SAW. Katanya, "saya dengan perasaan gemetar dan takut datang menghadap Rasulullah SAW. Beliau bersabda kepada saya" "Hai Fulan! Kemarin engkau telah menginjak kakiku dan engkau telah menyakiti aku. Tapi sebaliknya aku telah memukul sambil mendorong engkau kebelakang dengan cambukku ini supaya kakiku terlepas dari kaki engkau. Aku pukul engkau perlahan sambil mendorong engkau kebelakang dengan cambukku ini, tentu aku telah menyakiti engkau. Oleh karena itu ambillah dari aku 80 (delapan puluh) ekor domba sebagai balasan rasa sakit engkau karena cambukku ini.

Tengoklah bagaimana Rasulullah SAW Rahmatul-lil-Alamin telah berlaku terhadap seorang hamba yang lemah itu. Beliau SAW sendiri merasakan sakit karena terinjak oleh sepatu sahabat itu, dan untuk melepaskan kaki beliau dari bawah sepatu sahabat yang telah menginjak itu beliau mendorongnya kebelakang dengan cambuk yang beliau pegang.

Sepanjang malam beliau SAW berpikir mengapa aku telah memukul dan mendorong orang itu kebelakang dengan cambukku ini. Tentu ia merasa sakit oleh cambukku ini, sedangkan beliau sendiri tidak memikirkan kesakitan yang disebabkan terinjak oleh kaki sahabat itu. Bahkan beliau karena merasa malu terhadap sahabat itu dan menyesal atas perlakuan beliau terhadapnya,sepanjang malam beliau s.a.w tidak bisa tidur. Akhirnya dengan rahmat dan kasih sayangnya, beliau s.a.w memberikan 80 ekor domba sebagai ganjaran atas perlakuan beliau SAW terhadap sahabat itu.

Kemudian dalam sebuah peristiwa lain lagi, lihatlah bagaimana perlakuan beliau SAW terhadap seseorang yang datang dari sebuah kampung yang tidak tahu adab sama sekali, bahkan nampaknya orang itu tidak mau belajar bagaimana berlaku adab terhadap seseorang. Bahkan orang itu sangat bangga atas kebiasaan perlakuan kasarnya. Namun beliau SAW telah memperlakukannya dengan ramah-tamah dan lemah lembut terhadapnya.

Anas RA meriwayatkan, katanya, saya sedang menyertai Rasulullah SAW. diwaktu itu Rasulullah SAW menutup leher beliau dengan sehelai kain cadar yang pinggirannya tebal sekali. Ketika orang kampung itu datang langsung menarik kain cadar itu dengan kuatnya sehingga meninggalkan bekas goresan pada leher Rasulullah SAW. Lalu orang itu berkata: "Hai Muhammad harta apapun yang ada yang telah Allah Ta'ala anugerahkan kepada engkau?, letakanlah diatas kedua untaku ini. Karena engkau tidak akan memberi kepadaku dari harta engkau sendiri ataupun dari harta orang tua engkau. Mendengar kata-katanya itu mula-mula Rasulullah SAW diam saja tidak menjawabnya.

Kemudian beliau SAW bersabda : "Harta itu memang kepunyaan Allah Ta'ala Aku hanyalah seorang hamba-Nya. Setelah itu beliau bersabda: " Engkau telah menyakiti aku. Engkau harus memberi pembalasan sebagai ganjaran kepadaku."Orang kampung itu menjawab: "Tidak, aku tidak akan memberi apa-apa "Beliau bersabda: "Mengapa tidak?
Mengapa kamu tidak mau memberi?" Dia menjawab: Aku tahu engkau tidak akan membalas keburukan dengan keburukan". Mendengar jawabannya itu Nabi SAW tersenyum, dan beliau SAW faham maksud perkataan orang itu. Lalu beliau menyuruh sahabat beliau untuk meletakkan buah-buah kurma dan gandum (bahan makanan) diatas punggung kedua unta orang kampung itu.

Sebenarnya orang kampung itu bukanlah orang dungu. Dia tahu betul bagaimana kepribadian Rasulullah SAW yang dari ujung rambut sampai ujung kaki beliau merupakan wujud rahmat, beliau pema'af, belas kasih dan penyayang bagi makhluk Tuhan. Dia yakin apapun yang akan dia minta pasti akan dikabulkan oleh Rasulullah SAW.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

CINTA MENCINTAI

CINTA MENCINTAI

Ketika kita mencintai sesuatu kita akan berkorban untuk sesuatu tersebut, dengan senang hati.

Ketika kita mengingikan mendapatkan gelar akademis ataupun sebuah pekerjaan untuk masa depan kita, masa depan suami atau istri dan anak-anak kita, untuk kehidupan kita dan keluarga kita, kita akan mengorbankan banyak hal, seperti waktu yang kita miliki, harta benda kita, energi kita, dan seterusnya. Kita terus berkorban dan berjuang untuk sesuatu yang kita inginkan atau kita cintai tersebut. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.


Kita mencintai orang tua, suami atau istri, dan anak kita, serta saudara kita misalnya. Ketika anak kita mengalami suatu kecelakaan dan membutuhkan banyak darah, kita pun dengan senang hati untuk mendonorkan darah kita. Ketika orang tua kita membutuhkan mata, kita pun sebagai anak-anaknya dengan rela memberikan mata kita. Ketika suami atau istri kita didiagnosa dan membutuhkan ginjal, kita pun ikhlas menjadi orang pertama yang akan memberikan ginjal kita. Pengorbanan terlahir otomatis begitu saja seiring dengan rasa cinta yang kita miliki, dengan rasa senang hati dan rela. Aku harap demikian pengorbanan kita atas apa yang kita cintai. Atau kita masih berpikir ribuan kali untuk memberikan darah, mata, ataupun ginjal kita bagi orang tua atau keluarga kita? Semoga saja tidak.

Dari Anas bin Malik ra, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". (HR Bukhari dan Muslim)

Pertanyaannya sekarang, apa yang telah kita korbankan untuk agama kita, Islam, untuk Allah dan Rasul saw? Bukankah kita menyatakan bahwa kita cinta Islam, kita cinta Allah dan Rasul?
Banyak kan kita temukan di profile Facebook teman-teman kita atau bahkan profile Facebook kita menuliskan "I Love Islam", "I Love Allah", dan "I Love Muhammad saw"? Bagaimana pengorbanan kita? Jangan-jangan kita hanya ngomong doank. Jangan-jangan nih, antara lisan, hati, dan perbuatan kita tidak sejalan. Na'udzubillah.

Allah berfirman, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan sebelum kamu menafkahkan apa yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Ali Imran : 92)

Subhanallah, sampai demikian Islam mengatur tentang pengorbanan. Itulah pengorbanan yang sesungguhnya. "Memberikan apa yang kita cintai." Padahal seringkali pula kita tidak ikhlas ketika memberikan sesuatu yang tidak kita cintai.

Bukankah seorang sahabat Anshor, Sa'ad bin Rabi', menawarkan salah satu istrinya untuk dinikahkan dengan Abdurrahman bin Auf? Bukankah Umar ra memberikan separuh hartanya di jalan Allah? Bukankah Abu Bakar menafkahkan seluruh hartanya untuk Islam? Subhanallah. Kadang kita pikir pengorbanan para sahabat Rasul, subhanallah, seolah-olah mustahil. Tapi itulah kenyataannya.

Kemudian, bagaimana dengan pengorbanan kita? Demikian percaya dirinya kita bahwa kita adalah salah satu penghuni surga Allah. Perjuangan masih begitu panjang, Akhy, Ukhty.

Pengorbanan juga merupakan salah satu karakter spesifik orang-orang yang bertaqwa, orang-orang akan diberikan ampunan dan surga Allah SWT.
Di dalam surat Ali Imran ayat 133dan 134 Allah SWT berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan apa yang dimiliki, baik di waktu lapang maupun sempit."

Pada ayat tersebut Allah SWT tidak spesifik menyebutkan apa yang harus kita nafkahkan. Tidak terbatas harta semata. Banyak hal yang dapat kita nafkahkan di jalan Allah selain harta, seperti waktu yang kita miliki, energi kita, ide kita, semangat kita, dan seterusnya, bahkan di saat keadaan sempit. Subhanallah. Kita dapat berangkat dari hal-hal yang dekat dengan diri kita dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri kita. Berapa waktu yang kita gunakan untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al Qur'an setiap harinya? 3 jam? 1 jam? 5 menit? Ayo Akhy, Ukhty, kita bisa mengerjakan hal-hal kehidupan dunia bahkan hal-hal yang tidak memberikan manfaat selama berjam-jam. Janganlah kita lupa untuk kehidupan yang sesungguhnya, yaitu akhirat. Kita bisa, aku yakin! Sangat yakin! Jangan mengandalkan diri kita sendiri, Wahai Saudaraku. Mintalah kesabaran dan kekuatan kepada Allah SWT agar kita dapat melaksanakan apa-apa yang Allah SWT perintahkan. Kita bisa, insyaAllah!

"Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta kepada Allah." (QS Al Baqarah : 165)

Menutup tulisan ini dengan perkataan Ibnul Qayyim al Jauziyyah. Beliau mengatakan, "Jika kamu ingin tahu seberapa besar cinta Allah padamu, maka lihatlah cintamu kepada Al Qur'an di hatimu."

Semoga tambah semangat ya ^^

Semoga Allah mengampuni,,, Semoga Allah ridho... Semoga Allah memberkahi sisa usia kita...

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬