Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

YANG LEBIH HEBAT DARI SEKEDAR SPIDERMAN

YANG LEBIH HEBAT DARI SEKEDAR SPIDERMAN

Oleh : BRYAN AGA MURIDA

Yup, pernah lihat film Spiderman kan? Dalam film itu dikisahkan Peter Parker seorang pemuda yang secara fisik dia culun ,lemah dan "tidak bisa berkelahi". Pada suatu hari dia dan teman-temannya melakukan study tour ke pusat penelitian laba-laba. Tanpa sengaja dia tergigit laba-laba yang terlebas dari "kandangnya". Ternyata laba-laba itu sebelumnya telah terkena sinar ,semacam sinar radio aktif. Sampai di rumah si Paker merasakan tubuhnya sakit, demam, pusing, nyeri. Ternyata dalam tubuhnya, kromosom dan gennya telah berinteraksi dengan zat yang masuk dari gigitan laba- laba tadi.

Yup, betul sekali karena berinteraksi dengan zat tersebut kromosom manusianya menjadi kromosom bentuk lain.Wal hasil, esok paginya Paker mendapati tubuhnya menjadi berotot dan matanya tidak lagi minus. Kemudian dia pun bisa lari lebih cepat dari biasanya, lompatannya juga lebih tinggi. Sampai di sekolah dia hendak dihajar oleh temannya, tapi apa yang terjadi? Parker yang culun itu bisa menghindari serangan si teman dengan mudah bahkan dapat balik menghajarnya. Lanjut cerita dia bisa manjat dinding dan mengeluarkan jaring sampai akhirnya dia menjadi SPIDERMAN sang pahlawan superhero yang namanya dikenal setiap orang dan ditakuti penjahat.

Wow keren ya, tapi ternyata kita pun bisa menjadi lebih dari spiderman. Gimana caranya?? Apa harus digigit laba-laba yang sudah terkena sinar radio aktif? Lihatlah tadi kromosom paker berinteraksi dengan zat dari gigitan laba-laba itu. Kita juga bisa menginterasikan diri dengan sesuatu yang sangat hebat, yang sangat luar biasa ,yang akan membuat kita lebih dari SPIDERMAN, SUPERMAN, BATMAN dan MAN-MAN yang lain, yang tentu saja jaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuhhh banget lebih hebat dari zat laba- laba tadi. Apa itu???? Jawabnya tak lain adalah AL QURAN.

Coba bayangkan ketika seorang membaca Al Quran, mengetahui artinya, memahami makna serta tafsirnya. Al Quran itu akan masuk ke dalam darah, mengalir menyinari, menembus otak mencerahkannya, berinteraksi dengan DNA, kromosom,tulang menjadikannya lebih kuat sehingga terbentuk manusia- manusia yang luar biasa, manusia- manusia yang berani. Contoh orang yang berhasil menjadi manusia yang luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran adalah para Sahabat Rasulullah SAW. Bilal bin Rabbah ra. yang dulunya budak hitam (tanpa bermaksud merendahkan beliau), menjadi pejuang Islam yang namanya dikenal setiap orang saat ini, muadzin Rasulullah SAW. Ali bin Abi Tholib ra menjadi pemuda yang sangat berani menggetarkan musuh. Thariq bin Ziyad sang penakluk selat Gibraltar, Rabi' bin Amr yang tidak mau ‘ndungkluk' dihadapan Rustum ,raja Romawi yang kafir. Wow keren kan ,orang-orang di atas adalah orang-orang yang menjadi luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran, yup betul sekali tentunya lebih hebat dari Spiderman, jauh banget. Bayangkan saja, Spiderman hanya bisa menaklukan segelintir perampok atau paling poll Globin dan DR. Octovius tapi Thariq bin Ziyad tadi bisa menaklukan selat atau negara. Allah Akbar.

Al Quran adalah dahsyat karena itu adalah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kita ingin menjadi orang yang berani, pembela kebenaran dan luar biasa maka berinteraksilah dengan Al Quran. Dengan Al Quran si penakut jadi pemberani, si lemah jadi kuat, si pecundang jadi pahlawan.

Pernah seorang pendeta nasrani berkata pada pengikutnya, jika kamu ingin menghancurkan pemuda Islam maka cara yang tepat bukan dengan memurtadkan mereka tapi dengan menjauhkan Al Quran dari mereka. Pendeta itu faham bahwa yang menjadikan pemuda Islam kuat adalah interaksinya dengan Al Quran, maka dia perintahkan pengikutnya untuk menjauhkan kita dari Al Quran. Dia begitu takut jika para pemuda dekat dengan Al Quran.

Maka, bangkitlah dengan Al Quran, jadikan tulangmu lebih kuat dengannya, otakmu lebih tajam dengannya dan hidupmu mulia. Dan jadilah lebih dari sekedar spiderman.

Wallahu a'lam bishowb.
***
Nb: bila menurut anda note ini bermanfa'at silahkan share ke teman-teman anda.

HIKMAH SAKIT

Hikmah sakit

Penyakit adalah salah satu cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Adapun cobaan itu merupakan sunnatullah yang diberikan kepada hamba-Nya atas dasar kasih sayang Allah dan hikmah- Nya.

Allah swt tidak akan menciptakan sesuatu yang dicintai, baik dari segi teknologi maupun hukum sarak, melainkan didalamnya terkandung kebaikan, hikmah, serta kasih sayang terhadap hamba-Nya yang jelas, yang sulit diketahui oleh logika manusia.

Mudah-mudahan ujian berupa sakit, benar merupakan ujian atau maksimal sebagai kifarat, sehingga kalau kita lulus dari ujian berupa sakit, kita akan dinaikkan derajat kemuliaan penderita sakit. Walaupun sakit merupakan ujian bersifat kesulitan, namun terdapat beberapa hikmah yang dikandungnya, antara lain:

1. Sabar dan bertambah iman Sesungguhnya dengan ujian dan cobaan, Allah ingin mengetahui kualitas ibadah seseorang. Bersyukur kepada-Nya ketika mendapatkan ke senangan dan bersabar ketika mendapatkan kesulitan. Orang benar-benar akan beranggapan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam dirinya selalu mengandung kebaikan.

2. Menghapus kejahatan dan dosa. Sakit bisa menghapus dosa-dosa yang dilakukan oleh hati, pendengaran, penglihatan, pembicaraan dan semua anggota badan yang lainnya. Kadangkala penyakit juga sebagai hukuman atas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh seseorang. “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian (besar) dari kesalahan- kesalahan mu” ( QS Asy- Syuuraa)

3. Perantara agar masuk surga “Surga itu dipagari dengan hal- hal yang dibenci, sedangkan neraka dipagari dengan hawa nafsu” (Hadist) dan ”Jika kamu sabar dan penuh iman ketika cobaan pertama, niscaya tidak ada yang Aku ridhai sebagi balasan, kecuali surga” (Hadist qudsi). Jelas bahwa cobaan, penyakit, dan kesusahan merupakan sebab-sebab yang dapat memasukkan seseorang kesurga.

4. Mengembalikan seseorang kepada Tuhannya, mengingatkannya dari kemaksiatan dan kelalaian. Salah satu manfaat sakit dan musibah- musibah lainnya adalah mengingatkan seseorang kepada Allah swt setelah lama meninggalkan atau melalaikan- Nya, juga menghentikan dari bergelimang dengan maksiat. Seseorang yang dalam keadaan sehat, sering kali lalai di dalam kelezatan dan syahwat. Dia mengutamakan dunia dan melupakan Allah swt serta mengikuti bujuk rayu setan melalui syahwat dan berbagai kemaksiatan. Ketika tertimpa musibah, baru merasakan kelemahan kerendahan, serta harapannya kepada Allah swt. maka dia akan kembali kepada- Nya dengan penuh penyesalan dan merendahkan diri mengharapkan kasih sayang- Nya.

5. Agar seseorang mengingat nikmat Allah. Sakit dapat mengingatkan, berapa banyak nikmat-nikmat Allah yang telah diberian kepadamu. Berapa banyak nikmat-nikmat yang telah kamu terima, berapa banyak bahaya yang Allah telah menahannya. Ketika ditimpa penyakit atau terkena cobaan, niscaya kamu akan kembali mengenang pada kenikmatan- kenikmatan sebelum sakit, baik yang telah berlalu maupun yang akan terjadi, kamu semakin berzikir dan bersukur dan memnuhi seluruh hatimu dengan kecintaan kepada Allah serta mengagungkan-Nya .”Seseorang jaka tidak ditimpa oleh suatu musibah, niscaya tidak akan mengetahui kedudukan kesehatan di dalam dirinya”

6. Mengingatkan keadaan saudaranya yang sedang sakit Orang yang sehat akan lupa terhadap hak-hak sudaranya yang sedang menderita. Allah swt menciptakan penyakit bagi orang mukmin, agar ia mengingat saudarnya yang sedang sakit, kemudian menunaikan kewajiban- kewajiban terhadapnya, misanya menjenguk, menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan, meringankan beban-beban yang dipikul dan mendoakanya.

7. Membersihkan penyakit hati Kesehatan bisa menimbulkan kejahatan, kesombongan dan membanggakan diri yang bisa menimpa diri manusia. Jika sakit menimpanya hancur hatinya, luluh hati- nya, terbebas dari akhlak yang yang tercela, misalnya sombong, dengki serta semua sakit hati lainnya. Kemudian hatinya diisi dengan tunduk dan merendahkan diri di hadapan Alloh swt. “Seandainya tidak ada ujian-ujian dan cobaan di dunia, niscaya orang akan menjadi sombong dan membanggakan diri dari Allah, dan hatinya keras, dimana semuanya ini akan mengakibatkan kehancuran di dunia maupun di akhirat “Kadang-kadang Allah memberikan kenikmatan (kepada manusia) dengan melalui cobaan/musibah, dan sebagian kaum yang lain diuji dengan kenikmatan”

8. Sebagai cinta Allah kepada hamba-Nya “Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya maka Allah memberi- nya cobaan” (Abu Hurairah).

9. Dicatat perbuatan baiknya diwaktu sehat “Jika seseorang .menderita sakit atau bepergian, maka akan dicatat perbuatan baiknya, sebagaimana dikala mukmin dalam keadaan sehat” (Abu Musa).

“Jika seseorang menjalani ibadah yang benar, kemudian menderita sakit maka akan dikatakan kepada para malaikat yang ditunjuk:

Catatlah: perbuatan perbuatannya sebagaimana yang dikerjakan dikala sehat sampai Aku menyembuhkanya atau mencabut nyawanya” (Alhadist)

Wa’allahu a’lam bishowab
***
Nb: bila menurut anda bermanfa'at silahkan share ke teman-teman anda

PUTUS ASAKAH KAMU

Putus asakah kamu

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan penyayang..
Kedamaian dan Rahmat Allah bagimu..
Segala puji bagi Allah, doa dan salam ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat.

Tidak ada yang membuat jiwa dan wajah menjadi demikian muram selain keputus asaan…
Maka jika demikian… Anda membutuhkan senyuman dan Tersenyumlah terlebih dahulu dan hilangkan keputusasaan itu…

Percayalah kesempatan itu selalu terbuka…
Percayalah Kesuksesan akan membuka pintu untuk kamu…
Percayalah jika solusi semua itu adalah Allah SWT…

Apakah kamu masih berputus asa??

Jika kamu meyakini diri kamu diciptakan hanya untuk meraih yang kecil.. Maka kau dapatkan yang kecil saja….

Tapi sebaliknya… Jika kamu meyakini kamu diciptakan untuk menggapai sesuatu yang besar… Niscaya kamu akan memiliki semangat dan tekad yang besar untuk yang mampu menghancurkan segala hambatan dengan kembali pada Allah SWT…

Jika engakau masih ragu ragu….. Hilangkan itu…
Karena keragu raguan untuk kembali pada Allah SWT adalah bisikan syetan..

Jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah SWT…
Sesungguhnya Rahmat Allah SWT Lebih dekat dari Murka Allah SWT Karena….
Ada saat Allah menguji….
Ada saat Engkau tersenyum kembali…

Dibalik kesabaran dan Keikhlasanmu…
Rugikah kamu jika apa yang kau pinta di dunia tidak terkabul…..
Rugikah kamu Doa tercurah tak kau dapati…

Ingatlah Jangan terpesona oleh dunia….
Sehingga menggelapkan mata dan pikiran…

Ingatlah Bahwa ada hidup setelah mati (akherat)…
Jika dunia tak berkenan atas doamu…
Disanalah Engkau memanennya…

Wassalam

KEUTAMAAN SHOLAT

Keutamaan Sholat

Bissmillahir rohmanir rohiim



ﺍﺗْﻞُ ﻣَﺎ ﺃُﻭﺣِﻲَ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ۖ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰٰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨﻜَﺮِ ۗ ﻭَﻟَﺬِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺗَﺼْﻨَﻌُﻮﻥَ


Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat- ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al ankabut 45)



ﻭَﺃَﻗِﻴﻤُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗُﻮﺍ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮﻥَ

“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (An Nur : 56)



ﺫَٰﻟِﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ۛ ﻓِﻴﻪِ ۛ ﻫُﺪًﻯ ﻟِّﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﻳُﻘِﻴﻤُﻮﻥَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻳُﻨﻔِﻘُﻮﻥَ

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka” (Al Baqarah : 2– 3 )



ﻭَﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻃَﺮَﻓَﻲِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺯُﻟَﻔًﺎ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻳُﺬْﻫِﺒْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺫِﻛْﺮَﻯٰ ﻟِﻠﺬَّﺍﻛِﺮِﻳﻦَ

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan- perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (Hud: 114)



ﻛَﻠَّﺎ ﻟَﺎ ﺗُﻄِﻌْﻪُ ﻭَﺍﺳْﺠُﺪْ ﻭَﺍﻗْﺘَﺮِﺏ

“sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)” (Al Alaq : 19)



ﻣُّﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَّﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣَﻌَﻪُ ﺃَﺷِﺪَّﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ۖ ﺗَﺮَﺍﻫُﻢْ ﺭُﻛَّﻌًﺎ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐُﻮﻥَ ﻓَﻀْﻠًﺎ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻧًﺎ ۖ ﺳِﻴﻤَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢ ﻣِّﻦْ ﺃَ ﺛَﺮِ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻮْﺭَﺍﺓِ ۚ ﻭَﻣَﺜَﻠُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺈِﻧﺠِﻴﻞِ ﻛَﺰَﺭْﻉٍ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺷَﻄْﺄَﻩُ ﻓَﺂﺯَﺭَﻩُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻠَﻆَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯٰ ﻋَﻠَﻰٰ ﺳُﻮﻗِﻪِ ﻳُﻌْﺠِﺐُ ﺍﻟﺰُّﺭَّﺍﻉَ ﻟِﻴَﻐِﻴﻆَ ﺑِﻬِﻢُ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭَ ۗ ﻭَﻋَﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻨْﻬُﻢ ﻣَّﻐْﻔِﺮَﺓً ﻭَﺃَﺟْﺮًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka; kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat- sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh diantara mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Fath :29)

Keutamaan shalat disebutkan pula oleh Nabi Muhammad Saw dalam haditsnya:
1. Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi (HR. An-Nasaa’i dan Tirmidzi)

2. Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do’a (saat bersujud) (HR. Muslim)

3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)

5. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda, “Bagaimana pendapatmu seandainya di depan pintu salah seorang di antara kamu ada sungai yang ia mandi lima kali tiap hari di dalamnya, apakah kamu katakan, ‘Kotorannya masih tinggal?’” Mereka menjawab, “Kotorannya sedikit pun tidak bersisa.” Beliau bersabda, “Itulah perumpamaan shalat yang lima waktu. Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengannya

6. Nabi ‘Muhammad Saw pernah ditanya : “Amal apa yang paling utama?”. la menjawab : “Shalat pada waktu-waktunya”.

7.Shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah. (HR. Tirmidzi)

Abu Hurairah berkata :
1. “Barangsiapa yang berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya, lalu keluar secara sengaja untuk menunaikan shalat, maka dalam shalatnya yang diniatkan tersebut, setiap satu langkahnya.dihitung sebagai kebaikan dan menghapus darinya segala keburukan. Kemudian jika kamu mendengar iqamat, maka sebaiknya tidak terlambat. Sungguh, sebesar- besarnya pahala adalah orang yang rumahnya jauh (dari mesjid) . Karena makin banyak langkahnya”

2. “Perbuatan yang terasa lebih dekat kepada Allah Swt adalah jika dia bersujud. Karena itu, perbanyaklah berdoa ketika itu

Wa’allahu a’lam bishowab

MENCINTAI SETULUS HATI

Mencintai Setulus Hati

Ketika kehidupan bagai bahtera yang berlayar ditengah samudra. Waktu terasa cepat berlalu, dilewati dengan manis, pahit, getir, penuh tawa dan derai air mata semua seolah berlarian, melompati kebahagiaan dan penderitaan.

Kisah itu begitu nyata dalam perjalanan hidup kita. Kita menyukai kelembutan mata pasangan kita, kedamaian disetiap belaiannya hingga tahun berganti tahun dan pesonanya perlahan memudar, terkikis kisaran emosi, hempasan derita, ujian, cobaan dan air mata yang membuat kerutan-kerutan diwajah orang yang kita cintai. Termangu dalam kesendirian, terhanyut dalam kelembutan sinar kedua bola matanya. Pada keceriaan di setiap derai tawa orang yg kita cintai.

Kehadirannya membawa nuansa jingga dan ungu dikehidupan penuh warna. Kita merindukan akan ketenteraman, kasih sayang dan kebahagiaan. Namun yang terjadi justru kita mudah terluka dan menderita karena orang yang kita cintai.

Kita menjadi sakit dan penuh derai air mata karena orang yang kita kasihi. Itulah Cobaan yang paling berat di dalam kehidupan, maka kita harus memiliki sebuah kekuatan dan kesabaran yang besar agar kita bisa memaafkan.

Memaafkan hanya bisa dilakukan oleh orang yang mencintai pasangan karena cintanya kepada Allah. Itulah sebabnya memaafkan menjadi obat mujarab bila kita sedang terluka dan menderita karena cinta. Menyentuh hati yang paling dalam, menyejukkan dari keresahan dan kegelisahan. Ketika kaki kita menginjak bumi, meraih jemari, rebah dalam kehangatan pelukan menyembuhkan luka.

Tidaklah berarti apapun luka yang kita rasakan karena bukan seberapa besar luka dan derita namun seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki untuk menanggung luka dan derita itu. Bila kekuatan dan kesabaran yang kita miliki kecil dan rapuh maka luka kecilpun kita sudah merasa begitu teramat menderita. Jika kita memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, sebesar apapun luka dan derita itu tidak akan berarti apapun bagi kita, karena Allah melimpahkan kelembutan dan kasih sayang di dalam diri kita. Sebagaimana sabda Rasulullah.

"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi satu keluarga, maka Allah akan memasukkan rasa kelembutan dalam diri mereka" (HR. Ahmad).

GARAM DAN TELAGA

Garam & Telaga

Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak…..

Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet… Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia… Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu. “Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”. “Segar.”,… sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.“Tidak” jawab si anak muda. Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. “Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.” Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.

“Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

============
Sumber artikel, dari buku: Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi

BERPIKIR POSITIF

Berpikir Positif

Sebuah kisah nyata…

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai Pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan berkata kepada sang ibu :

“Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan” Ibu itu kemudian menutup matanya.

“Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpajejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?” Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; “Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi”. Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

“Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu”. Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman. dengan visualisasi tsb. “Sekarang bukalah mata ibu” Ibu itu membuka matanya “Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?″

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Aku tahu maksud anda” ujar sang ibu, “Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif”.

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita ‘membingkai ulang’ sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

    1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.

    2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

    3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

    4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi

    5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

    6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan

    7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras

    8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

    9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya,karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup

    10. Untuk dst…


Semoga bermanfaat..

SURAT CINTA

Surat Cinta

Sebuah kisah kiriman dari sahabat...

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang…

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan….

Saya seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidak mampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal….

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. “Mengapa?”, tanya suami saya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,” jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya suami saya bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?” Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya : “Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?” Dia termenung, dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya….

============
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret- oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya. ”

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baik kamu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal. “Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.

“Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu.”Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu….

“Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir. Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu.”


Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetap saya tetap berusaha untuk terus membacanya, “Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu. ”

Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu.

Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya. Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya…

============
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga” ^_^v

KISAH TENTANG KENTANG

Kisah Tentang Kentang

Kisah ini terjadi di salah satu TK (taman kanak-kanak), pada suatu hari, guru TK tersebut mengadakan permainan dengan menyuruh setiap muridnya untuk membawa sebuah kantong plastik transparan dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci. jadi, setiap anak membawa jumlah kentang yang berbeda sesuai jumlah orang yang mereka benci. pada hari yang disepakati, semua murid membawa kantong plastik berisi kentang ke sekolah. ada yang berjumlah dua, ada yang tiga, bahkan ada yang lima buah.

Seperti perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama orang yang mereka benci. murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang itu kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun. hal itu berlangsung selama satu minggu.

Hari berganti hari, kentang- kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang. selain berat, baunya juga tidak sedap. setelah satu minggu, murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

“Bagaimana rasanya membawa kentang selama satu minggu?” tanya sang guru.

Segera keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut. pada umumnya mereka merasa tidak nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan. “seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa- bawa bila kita tidak bisa memaafkan orang lain.”

RENUNGAN

Sungguh tidak menyenangkan membawa-bawa barang busuk kemanapun kita pergi. baru satu minggu saja kita sudah tidak tahan, apalagi jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? alangkah tidak nyamannya.

Tuhan mengajarkan kita untuk selalu mengampuni kesalahan orang lain. kita saja selalu memohon ampun pada Tuhan. Bagaiman Tuhan bisa mengampuni bila kita menyimpan dendam di dalam hati?

Seperti sebuah rumah. Jika tiap hari kita selalu menimbun sampah, tidak pernah menyapu halamannya, tidak membersihkan lantainya, alhasil rumah akan sangat kotor. Banyak binatang bersarang disitu. Baunya pun tidak enak. Kita bisa sakit jika tinggal di dalamnya.

Sama seperti hati dan pikiran, yang akan membuat kita jatuh sakit bila tidak pernah di bersihkan. salah satu cara membersihkannya adalah dengan mengampuni kesalahan orang lain dan menghapusnya dari ingatan.

======================= =====================
Sumber artikel, dari buku: Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal.130-131. ISBN 978-6028-686-402.

SAMBUTLAH KESEDIHAN DENGAN SENYUMAN

Sambutlah Kesedihan Dengan Senyuman

Disaat Malam tiba. merenungkan setiap peristiwa yang dialami dalam keseharian. Mengikuti irama pendulum kehidupan. Kegembiraan dan kesedihan datang silih berganti. Banyak hal yang tidak pernah dimengerti. Kegembiraan disambut dengan penuh suka cita dan kesedihan selalu disambut dengan air mata.
Terkadang kita hanya memilih datangnya kegembiraan dan menolak datangnya kesedihan. Padahal kesedihan juga datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai wujud kasih sayangNya kepada kita. sebab dengan kesedihan Allah berkenan mengampuni dosa- dosa yang pernah kita lakukan. Sebagai sabda Nabi Muhammad yang mengingatkan kepada kita.

"Tidak seorang muslim menderita karena kesedihan, kedukaan, kesusahan, kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuh kecuali dengan itu Allah mengampunti dosa- dosanya" (HR. Bukhari).

Jika kita mengerti makna hadist ini, semua kesedihan akan mudah kita hadapi dengan lapang dada. Jika kita menerima disetiap kesedihan yang hadir pada diri kita dengan senyuman maka butiran-butiran air mata yang menetes menjadi titik-titk mutiara yang begitu indah. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Janganlah engkau bersikap lemah dan jangan pula engkau bersedih hati. Padahal engkaulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika engkau termasuk orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 139).

Ayat diatas mengingatkan kepada kita agar menyambut setiap datangnya musibah, ujian, kesedihan dengan senyuman sebab kita adalah orang-orang yang derajatnya paling tinggi Allah menjanjikan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan kita sebagai pengganti kesedihan yang sedang kita alami pada saat ini.

MENJAGA UCAPAN

Menjaga Ucapan

Setiap ucapan selalu menjadi sugesti bagi yang mendengarkannya. Oleh sebab itu ketika kita menengok atau membezuk orang yang sedang sakit kita dilarang berkomentar sesuatu yang tidak baik atau membuat pikirannya menjadi tertekan, sama halnya bagi dokter yang tidak boleh menceritakan apa yang diderita pasiennya sebagaimana adanya sebab tekanan psikologis jauh lebih berat daripada sakit itu sendiri.

Pernah ada teman yang bertutur, satu hari ada kerabatnya sedang sakit. Kemudian ditengokin oleh tetangganya. Ditengah bezuk tetangga berkomentar. "eh, jeng. Kemaren ponakanku sakit kayak gini. Tiga hari kemudian meninggal loh.." Nggak lama si sakit kejang-kejang. Untung bisa diselamatkan.

Barangkali kalo kita sedang bezuk, memang harus berhati- hati bicara, sebagaimana Sabda Nabi Muhamad Shalallahu Alaihi wa Salam, "Bertutur katalah yang baik atau diam." (HR. Muslim).

CAHAYA PENDERITAAN

Cahaya Penderitaan

Salah satu yang kita takuti dalam hidup ini adalah penderitaan. Kita menghabiskan uang sekedar ingin menghindar dari penderitaan karena seringkali kita mengidentikkan penderitaan sebagai hukuman, kesalahan, azab, dosa dan hal-hal yang menakutkan. Itulah sebabnya begitu kita terkena penyakit kronis, keluarga berantakan, terkena PHK, mulailah duka cita muncul menakutkan hidup kita.

Bila kita sudah dalam tahap ridha terhadap kasih sayang Allah, penderitaan bukanlah hukuman, bukan kesalahan, bukan azab dan juga bukan dosa. Penderitaan adalah cahaya agar kita kembali kehadiratNya.

Bila kita hidup hanya diisi dengan suka cita, kebahagiaan, kegembiraan, kesenangan maka kita akan terus menerus melekat dengan urusan duniawi serta berputar tiada habisnya. Perpisah dengan yang menyenangkan, berkumpul dengan yang menjengkelkan, itulah samudra penderitaan. Itulah sebabnya bagi orang-orang mukmin tidak menghindar dari penderitaan malam memilih berenang dan menyelam disamudra penderitaan. Kemudian menyimpulkan bahwa ada keindahan di dalam duka cita.
Lihatlah orang-orang mukmin dengan berbekal keikhlasan dan keridhaan dengan kekhusyukannya dalam sholat malam semakin khusyu dengan cintaNya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Disamping menemukan ketenteraman di dalam hatinya juga tumbuh sifat cinta dan kasih sayang. Orang yang menjengkelkan dengan suka mencaci maki senyatanya mereka adalah orang yang menderita. Jika kita sudah menemukan cahaya di dalam penderitaan maka kita tidak akan bisa marah namun malah welas asih yang menyirami hati kita karena kita tahu semua itu datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Janganlah engkau bersikap lemah dan janganlah pula engkau bersedih hati. Padahal engkaulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Jika engkau orang-orang yang beriman.' (QS. ali-Imran : 139).

MANFAAT TAHAJUD MENJEMPUT JODOH

Manfaat Tahajud Menjemput Jodoh

Bila malam tiba, saatnya bertahajud. Sholat Tahajud adalah sholat sunah yang memiliki keutamaan terbesar setelah sholat fardhu. Siapa saja yang memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan dikabulkanNya. Demikian juga dengan jodoh. Sholat tahajud merupakan sarana menjemput jodoh kita. Ingatlah bahwa jodoh kita sudah ditentukan oleh Allah. Sepatutnya kita menjemput jodoh kita dengan sholat tahajud.

Selain berikhtiar dengan berusaha mencari jodoh dan memohon kepada Allah dengan melalui sholat tahajud akan semakin mendekatkan diri kita dengan jodoh. Dengan penyerahan diri dan keikhlasan dalam menjalani hidup merupakan kekuatan yang hanya dimiliki oleh hamba- hamba yang dicintaiNya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memuji bagi hamba- hambaNya yang memohon kepadaNya agar diberikan pasangan hidup yang sholeh. Mohonlah apa yang menjadi niat dan keinginan kita. Sholat Tahajud menjadi sebuah sarana yang efektif karena mengandung banyak keutamaan dihadapan Allah. Termasuk memohon agar diberikan jodoh yang baik dan keluarga yang menenteramkan hati kita.

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai menyenangkan hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. al-Furqan : 74).

KEKAYAAN HATI

Kekayaan Hati

Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati. (Bukhari - Muslim) .

Hadist diatas menyiratkan bahwa kekayaan bukan pada harta benda namun pada kekayaan hati. Betapa indah dan mulianya bila hati penuh kekayaan yang berwujud cinta kasih dan senyuman pada sesama sehingga tidak ada ruang untuk membenci dan menyakiti siapapun.

Siapa yang tidak ingin tampil menawan? Seburuk apapun kita berusaha untuk bisa tampil mempesona namun pesona tubuh dan wajah tidak pernah abadi. Seiring waktu fisik kita makin melemah dan wajah tampak tidak lagi menawan. Hanya kecantikan batin yang bisa abadi. Itulah hati yang terindah tampil penuh pesona.

Kekayaan hati bisa diperoleh siapapun. Tidak peduli apapun kedudukannya, wajahnya ganteng atau jelek. Bila seseorang memiliki hati yang indah dan mulia dari dalam bisa memancar keluar menebarkan cinta kasih dan senyuman pada sesama sehingga dimanapun kita berada, kita memberikan rasa damai kepada siapapun yang berada disisi kita. Itulah makna kekayaan hati.

MEMAMAAFKAN BUKAN BERARTI MEMBIARKAN

Memaafkan Bukan Berarti Membiarkan

Memaafkan bukan berarti membiarkan melakukan kesalahan yang sama secara terus menerus karena bila ada orang melakukan kesalahan ada kecenderungan akan melakukan kesalahan itu lagi maka selain kelembutan diperlukan sikap tegas untuk mengingatkan agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Contohnya seorang istri yang dipukul oleh suaminya kemudian memaafkan bukan berarti membiarkan dirinya dipukuli terus menerus setiap hari. 'Kok dipukulin diam saja?' 'Kan saya sudah memaafkan.' Tindakan seperti itu disebut sebagai tindakan konyol. Memaafkan hanya cukup dilakukan sekali. jika yang diulangi lagi patutlah ada sikap tegas bahwasanya tindakan yang dilakukan memiliki sebuah konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan oleh dirinya.

Dengan demikian hati agar tetap jernih, kesehatan dan kebugaran tubuh kita menjadi terjaga tidak membiarkan kebencian dan kemarahan terpendam di dalam diri kita. Memaafkan merupakan pembersih dari segala kekotoran di dalam hati kita, sebuah perpaduan antara kelembutan dan ketegasan.

Memaafkan bukan berarti membiarkan diri kita terus menerus disakiti adalah upaya menjaga harmoni, keseimbangan dan kesetaraan inilah yang menjadikan hidup kita penuh kebahagiaan dalam rangka saling menghormati dan saling menyayangi. Kesetaraanlah membuat hati kita lapang dan bersih dalam kemuliaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

MEMBALAS KEBURUKAN DENGAN KEBAIKAN

″Ahsin kama ahsanallahu ilaik.″ Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.

Pada suatu hari Dzunnun al-Misri seorang ulama besar bersama muridnya sedang berlayar di sungai Nil. Mereka melantunkan dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pada perahu yang lain ada sekelompok anak muda yang memetik gitar sambil berteriak-teriak dan berperilaku yang menjengkelkan bagi orang lain. Melihat hal itu murid-murid Dzunnun meminta Dzunnun untuk mendoakan kepada Allah agar perahu anak muda itu tenggelam.

Murid-murid Dzunnun itu tahu bahwa doa beliau adalah yang mustajab, mudah sekali dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemudian Dzunnun al-Misri mengangkat kedua tangannya dan memohon kepada Allah untuk para pemuda yang kurang ajar itu.

    "Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberikan orang-orang itu kesenangan di dunia maka berikanlah mereka kehidupan yang menyenangkan di akherat kelak."


Mendengar doa Dzunnun seperti itu membuat para murid Dzunnun terheran-heran, bagaimana mungkin Dzunnun mendoakan seperti itu? Mereka menyadari ada yang salah pada diri mereka, murid-murid Dzunnun meminta maaf akan atas kesalahan yang dilakukannya. Dzunnun menjelaskan kepada murid- muridnya bahwa 'Kehidupan yang menyenangkan diakherat kelak berarti bertaubat di dunia ini dengan cara seperti inilah, kalian dan mereka merasa lega tanpa merugikan siapapun.'

Dzunnun al-Misri mengajarkan kepada kita bagaimana kebiasaan Nabi Muhammad, membalas keburukan dengan kebaikan, jadilah kita seperti pohon mangga yang manis rasanya di pinggir jalan, yang setiap kali dilempari orang dengan batu tetapi malah membalas dengan memberikan buahnya yang manis kepada si pelempar. 'Ahsin kama ahsanallahu ilaik.' Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.'

HIDUP BERMAKNA


″Apabila seorang anak Bani Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali dari tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholeh yang selalu mendoakannya.' (HR. Muslim).″


Di dalam hidup ini disaat dalam kesendirian pernah kita bertanya pada diri sendiri, 'Kapan dalam hidup kita merasa lebih bermakna dan bahagia? Hidup kita akan bermakna dan bahagia ketika kita bisa berbagi, memberi dan menolong orang lain. Bagi orang-orang mukmin yang jiwanya sudah tercerahkan justru dipenuhi oleh rasa syukur justru kebahagiaan hidupnya diraih dengan banyak memberi, sekalipun tidak harus berupa materi, bisa berupa senyuman, perhatian atau sekedar menyapa di pagi hari. Melalui memberi membuat hidup kita menjadi bermakna itulah indahnya memberi. Sebagaimana Firman Allah Subahanahu Wa Ta'ala.

'Dan ingatlah, tatkala Tuhan memaklumkan, 'Sesungguhnya jika engkau bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika engkau mengkari nikmatKu maka sesungguhnya azabKu sangat pedih. (QS. Ibrahim : 7).

jadi sikap dan oreintasi hidup untuk senantiasa memberi dan melayani merupakan sumber kebahagiaan dan puncak prestasi kehidupan kita. Orang tua yang sukses ketika memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Pemimpin yang dianggap sukses adalah pemimpin yang mampu memberikan segala potensinya bagi kesejahteraan rakyatnya. Itulah sebabnya dalam kehidupan kita belum disebut bermakna bila yang kita lakukan belum mendatangkan manfaat bagi orang lain, untuk sama-sama mencintai dan mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Nabi mengajarkan kepada kita agar yang kita miliki menjadi abadi ketika kita kelak meninggal hendaknya mewariskan ilmu yang bermanfaat, harta kekayaan untuk kesejahteraan umat dan anak yang sholeh. Ketiga amal kebaikan inilah yang membuat milik kita menjadi abadi. Itulah yang membuat hidup kita bermakna. Sebagaimana Sabda Nabi.

Apabila seorang anak Bani Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali dari tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholeh yang selalu mendoakannya.' (HR. Muslim).

SERVICE JAM RUSAK


'Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh (HR. Muslim).

Seorang dari suku pedalaman yang paling dalam sedang berjalan-jalan di hutan, tiba-tiba dia menemukan sebuah jam tangan rusak. Kemudian dia bawa ke pasar dan diperbaiki oleh tukang service di kotanya. Begitu dibuka ternyata ternyata di dalamnya ada seekor lalat yang sudah kering.

Melihat hal itu, orang suku tersebut berkata kepada tukang service, 'Pantesan jam ini nggak menyala, supir-nya saja sudah mati...'

Cerita diatas saya ingin mengajak teman-teman untuk mengawali dipagi hari ini dengan sebuah senyuman. Marilah kita bergembira karena tak ada yang membuat hidup kita lebih indah kalo tidak ada semangat kegembiraan yang terpancar dari hidup kita. Senyum kita adalah energi bagi hidup kita. Sebagaimana matahari memberikan energi kehidupan bagi bunga-bunga.

Senyum bagi kita ibarat cahaya matahari bagi bunga. Kelihatan sepele tetapi apabila disebarkan sepanjang hidup manfaatnya tak terhitung. Kebahagiaan hidup terpancar dari senyuman yang tercermin dari semangat hidup yang penuh nilai-nilai positif. Namun kekuatan senyum tidak hanya terpancar dari senyum yang tersungging dibibir semata, melainkan kekuatan senyum yang terekspresi dari kesatuan hidup yang melibatkan seluruh panca indera, pola pikir, emosi, sikap dan perilaku, cara bicara, menatap, cara berjalan, cara bergaul yang membuat kita merasa nyaman.

Semoga apa yang saya hadirkan dipagi hari ini adalah wujud senyum tulus saya pada anda yang bisa memberikan rasa nyaman dan tenteram dihati anda. Sebagaimana yang Nabi ajarkan kepada kita. 'Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh (HR. Muslim).







KEPUTUSASAAN


″...Keputusasaan membuat kita beranggapan orang lain sudah tidak peduli dengan kita...″

″Hancur sudah hidupku Mas. Aku tidak tau harus bagaimana lagi menjalani hidup ini. Semuanya terasa hampa dan tidak memiliki makna.″ tutur seorang teman malam itu, tergolek lemah di Rumah Sakit. Saya membezuknya. Saya kemudian mengajak berdoa untuk kesembuhan dirinya.

Jika diri kita telah ditekan hingga ambang batas kesanggupan maka kita akan merasakan kehampaan dalam hidup ini dan jika kita sudah berusaha melakukan ikhtiar namun tidak ada perubahan apapun kita menjadi putus asa. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

″Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka tertimpa musibah dia menjadi putus asa dan putus harapan (QS. Fushshilat :49).″

Putus asa merupakan sifat alami jika kita ditimpa musibah. Kita kehilangan gairah hidup, tidak lagi semangat untuk bekerja. Tidak lagi semangat beribadah, senyum indahnya juga pergi berlalu begitu saja, datang kemurungan sepanjang hari. Yang ada dihadapannya hanyalah tatapan mata yang kosong terhimpit dalam kedukaan.

Jika itu yang terjadi pada diri kita berarti kita membutuhkan pertolongan segera. Putus asa adalah hal yang paling buruk yang menimpa diri kita karena putus asa akan semakin menggerogoti oleh perasaan buruk kita sendiri sehingga hati kita bisa mendorong melakukan hal-hal yang buruk, tidak boleh dilakukan dan malah merugikan diri kita sendiri.

Pikiran lalu seperti berkata sendiri, memasuki ruang hampa penuh pertanyaan. ″Semua tidak ada yang mempedulikan diriku? Lalu kenapa aku peduli pada mereka? Kenapa hidup ini tidak adil untukku? Kenapa mereka bahagia? Sedangkan aku menderita?

Keputusasaan membuat kita beranggapan orang lain sudah tidak peduli dengan kita. Bahkan kita menganggap semua orang egois. Semua orang memikirkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan diri kita. Kita menganggap saudara kita tidak peduli. Orang tua kita tidak peduli. Sahabat kita tidak peduli. Negara tidak peduli. Bahkan kita beranggapan Sang Khaliq juga tidak peduli dengan diri kita.

″Kenapa Allah tidak sayang ama aku? Kenapa Allah tidak peduli dengan diriku? Kalo Engkau sayang padaku Ya Allah, kenapa Engkau buat hidupku menderita?″ Begitulah pertanyaan terlontar pada diri kita disaat kita putus asa. Kesedihan dan putus asa telah menutupi hati bahwa sesungguhnya dibalik ujian dan penderitaan ada kasih sayang dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk diri kita.

Disaat kesedihan telah berlalu. Kita sudah mampu berpikir jernih, kita bisa mengerti apa yang sebenarnya Allah berikan kepada kita. Kita kemudian menemukan hikmah atas peristiwa yang terjadi pada kita sebagai tanda kasih sayangNya. Maka sepatutnya kita bersyukur kepada Allah atas setiap peristiwa yang telah kita lalui memiliki makna hidup.

″Jika mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan oleh Allah dan RasulNya kepada mereka dan berkata, ″Cukuplah Allah bagi kami. Allah memberikan karuniaNya dan demikian pula RasulNya. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah.' (QS. at-Taubah : 59).

Membalas Cacian Dengan Senyuman

″Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. an-Nahl : 128).

Malam belum begitu larut. Seorang istri menunggu suaminya pulang kerja. Membantu sang buah hati mengerjakan PR.
Terdengar suara motor. Pertanda suaminya telah pulang. Disambut dengan penuh suka cita. Berebut menyambut kedatangannya. Wajahnya terlihat letih dan lelah. Sepanjang hari pekerjaan menumpuk. bukan senyuman yang didapat. Suami itu membentak istrinya. Istrinya membalas dengan senyuman. mencium tangan Sang Suami tercinta.

    "Ayah, sudah saya siapkan air hangat untukmu," kata Sang Istri.


Suaminya bergegas mengambil handuk. Suaminya terheran. Bentakannya dibalas dengan senyuman. Setelah usai mandi dan sholat. Letih dan penat telah hilang. Suami menghampiri istrinya. Ditelinga membisikkan kata,
    "Mah, maafin ayah ya.."
Suami istri itu saling berpandangan. Anaknya memeluk ibundanya dari belakang. Terdengar suara tertawa riuh. Air mata itu mengalir. Terasa damai dihati.

Ketika kita melakukan perbuatan baik tetapi dibalas dengan cacian, berarti kita telah memasuki gerbang maaf, ikhlas, cinta dan kasih sayang. Maka tersenyumlah sebab itu adalah anugerah yang terindah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena Allah menempatkan diri kita pada derajat sebagai kekasihNya yang mampu mengolah kebencian menjadi kesejukan hati, mengolah cacian menjadi senyuman. Maka hidup ini terasa indah. Tersenyumlah!

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. an-Nahl : 128).